Main Article Content

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang, Peningkatan Kemampuan Pemahaman Matematis dan Kemampuan Komunikasi Matematis dan perbedaan antara siswa yang menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) dengan siswa yang memperoleh model pembelajaran konvensional, ditinjau dari kategori kemampuan pemahaman matematis dan komunikasi matematis (gender dan keseluruhan) serta hubungan kemampuan pemahaman matematis dan kemampuan komunikasi matematis siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah mixed methods tipe embedded. Sampel yang digunakan adalah dua kelas dari delapan kelas yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Peningkatan kemampuan pemahaman dan komunikasi matematis siswa yang menerapkan Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) lebih baik daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran konvesional dari kategori keseluruhan. 2)  untuk kategori gender, peningkatan kemampuan pemahaman dan komunikasi matematis siswa laki-laki yang menerapkan Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) tidak lebih baik daripada siswa laki-laki yang menggunakan model pembelajaran konvesional. 3) Tidak terdapat hubungan antara kemampuan pemahaman matematis dan kemampuan komunikasi matematis.

Keywords

Numbered Head Together (NHT) Kemampuan Pemahaman matematis Kemampuan Komunikasi Matematis

Article Details

How to Cite
Wardhani, S. S. (2017). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (Nht) Terhadap Kemampuan Pemahaman Matematis Dan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Smp. Pasundan Journal of Mathematics Education (PJME), 7(1), 1–19. https://doi.org/10.23969/pjme.v7i1.2699

References

  1. Amir, Zubaidah (2013) Perspektif Gender Dalam Pembelajaran Matematika. Jurnal Ilmiah Program Studi Matematika Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Vol XII No 1 Juni 2013
  2. Anita Lie. (2002). Cooperative Learning (Memperaktikan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas). Jakarta: PT Gramedia Widiasarana
  3. Ansari, Bansu Irianto. (2003). Menumbuhkembangkan Kemampuan Pemahaman dan Komunikasi Matematik Siswa SMU Melalui Strategi Think-Talk Write.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  4. Cai, J., Lane, S., & Jakabcsin, M.S. (1996). The Role of Open-Ended Tasks and Holistic Scoring Rubrics : Assessing Student’s mathematical Reasoning and Communication. Dalam P.C.Elliot dan M.J Kenney (Eds). Yearbook Communication in Mathematics K-12 and Beyond. Reston, VA: The National Council of Teachersof Mathematics
  5. Dahar, R. Wilis. (1996). Teori-Teori Belajar. Bandung: PT Gelora Pratama Aksara.
  6. Departemen Pendidikan Nasional. (2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan . Jakarta: Depdiknas
  7. Huda, N.T (2011). Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis ICT sebagai Upaya untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Dimensi Tiga Terhadap Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Sunan Pandanaran. Karya Ilmiah Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Pendidikan Indonesia: Tidak diterbitkan
  8. Ibrahim, Muslimin, et.al. (2000). Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: University Press.
  9. Isjoni. (2007). Cooperative Learning Efektifitas Pembelajaran Kelompok. Pekan Baru : Alfabeta
  10. Iskandar, A.B (2012). Meningkatkan Kemampuan dan Komunikasi Matematika dengan Menggunakan Model Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) pada Siswa Sekolah Dasar. Tesis SPs UPI. Bandung. Tidak diterbitkan
  11. Kagan, Spencer. (1992). Cooperative Learning. San Juan Capistrano: Kagan Cooperative Learning
  12. Karli, Hilda dan Margaretha. (2002) .Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi 2. Bandung : Bina Media Informasi.
  13. Kartikasasmi, H. (2012) . Penerapan Model Pembelajaran NHT Dengan Pendekatan Sets pada Materi Cahaya untuk Mengembangkan Kreativitas Siswa. (Suatu Penelitian Eksperimen terhadap Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Pemalang Tahun Ajaran 2011/2012). Jurnal Unnes Vol. 02 No.02 Hlm. 122-130.[Online] Diakses dihttp://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/LIK
  14. Keitel, Christine. (1998). Social Justice and Mathematics Education Gender, Class Ethnicity and the Politics of Schooling.Berlin: Freie University Berlin
  15. Marpaung, (1999). Belajar matematika berkaitan dengan belajar konsep-konsep abstrak, dan siswa merupakan makluk psikologis. Tersedia pada ml.scribd.com/doc/94176064.
  16. Mudzakir, H.S. (2006). Strategi Pembelajaran TTW untuk Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematik Beragam Siswa;’Sekolah Menengah Pertama (Eksperimen pada siswa kelas II SMP di Kab. Garut). Tesis SPs UPI. Bandung. Tidak diterbitkan.
  17. NCTM. (1989). Curriculum and Evaluation Standards for School Mathematics. Reston, VA : NCTM
  18. Nengsih, Senawati (2009). Pengaruh Pendekatan Kontestual Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman konsep Matematika Siswa SMP. Tesis SPs UPI. Bandung. Tidak diterbitkan
  19. Pradnyani, I. A. R. Marhaeni,A.A.I.N dan Ardana, I Made. (2013). Pengaruh model PembelajaranNumbered Heads Together Terhadap Prestasi Belajar Matematika Ditinjau Dari Kebiasaan Belajar di SD. e-journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Pendidikan Dasar
  20. Priatna, N. (2003).Kemampuan Penalaran dan Pemahaman Matematika Siswa Kelas 3 Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri di Kota Bandung. Disertasi Doktor PPS UPI Bandung: tidak diterbitkan.
  21. Ratnaningsih, Nani. (2006). Pengaruh Pembelajaran Kontektual terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Matematika serta Kemandirian Belajar Siawa (Disertasi). Bandung. Tidak diterbitkan.
  22. Rohaeti, E. E. (2003). Pembelajaran dengan Metode Improve untuk Meningkatkan Pemahaman dan Kemampuan Komunikasi Matematik Siswa SLTP. Tesis Pada PPS Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung: Tidak Diterbitkan
  23. Ruseffendi,E.T. (1984).Dasar-Dasar Matematika Modern dan Komputer untuk Guru. Bandung: Tarsito.
  24. . (1990). Pengantar kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito.
  25. .(1991). Pengantar kepada membantu guru mengembangkan kompetensinya dalam pengajaran matematika untuk meningkatkan CBSA. Bandung. Tarsito
  26. Santoso, S. (2001). SPSS versi 10. Jakarta: Gramedia
  27. Santoso, Singgih. (2012). Analisis SPSS pada Statistik Parametrik. Jakarta: PT. Elex Media Komput indo.
  28. Saripah, Ipah (2009). Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Majemuk Terhadap Kemampuan Pemahaman Matematik Siswa SMP. Tesis Pada PPS Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung: Tidak Diterbitkan
  29. Slavin, R.E. (1990) Cooperative Learning : Theory, Research ang Practice. Englewood Cliff, NJ: Prentice Hall.
  30. Slavin, R E. (1997). Educational Psychology Theory, Reseach, and Pratise. Dalam Trianto,. 2011. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Ed ke-4.Jakarta: Kencana
  31. Sri Wardhani. (2006). Pembelajaran dan Penilaian Kecakapan Matematika di SMP Disampaikan pada Diklat Instruktur/Pengembang Matematika SMP Tingkat Nasional di PPPG Matematika Yogyakarta, tanggal 22 Maret sampai dengan 4 April 2006
  32. Sugiyanto. (2008). Model-model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: Panitia Sertifikasi Universitas Sebelas Maret
  33. Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.Bandung: Alfabeta.
  34. .(2013). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D).Bandung : Alfabeta.
  35. Suherman, E dan Sukjaya, Y. (1990). Evaluasi Pendidikan Matematika. Bandung: Wijaya Kusumah
  36. (2008). Belajar dan Pembelajaran Matematika. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia
  37. Sukmadinata, Nana Syaodih. (2008). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  38. Susento. (2006). Mekanisme Interaksi Antara Pengalaman Kultural-Matematis, Proses Kognitif, dan Topangan dalam Reivensi Terbimbing. Disertasi. Surabaya: Unesa
  39. Sumarmo, U. (2010). Teori, Paradigma, Prinsip, dan Pendekatan Pembelajaran MIPA dalam Konteks Indonesia. Bandung: FPMIPA UPI.
  40. Riduwan (2014). Metodologi dan Riset Data.Alumni, Bandung
  41. Wulansari, Ega (2010), Pengaruh Metode Permainan dalam Pembelajaran Terhadap Kemampuan Pemahaman Matematik Siswa SMP. Tesis Pada PPS Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung: Tidak Diterbitkan
  42. Takahashi, Akihito. (2006). Communication as A Process for Students to Learn Mathematical.[Online].Tersedia:http://www.criced.tsukuba.ac.jp/math/apec/apec2008/papers/PDF/14.Akihiko_Takahashi_USA.pdf
  43. Tim MKPBM Jurusan Pendidikan Matematika. (2001). Strategi PembelajaranKontemporer.Bandung:JICA.http://edukasi.kompasiana.com/2009/12/20/pendekatan-pembelajaran-konvensional
  44. Trias, Isnatika. (2010). Peningkatan Konsep Matematis Siswa Melalui Pemberian Tugas Concept Mapping pada Alur Pembelajaran. Tesis Pada PPS Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung: Tidak Diterbitkan
  45. Uyanto, Stanislaus S. (2006). Pedoman Analisis Data dengan SPSS.Yogyakarta : Graha Ilmu
  46. Within. (1992). Mathematics Task Centre; Proffesional Development and Problem Solving. In J Wakefield and L. Velardi (Ed). Celebrating Mathematics Learning. Melbourne: The Mathematical Association of Victoria