PANDANGAN ALIRAN REKONSTRUKSIONISME TERHADAP GAYA BELAJAR DALAM PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA

Authors

  • MAYRISA UNDARI universitas negeri padang
  • Desyandri PENDAS FIP Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v7i2.6862

Keywords:

Rekonstruksionisme, Gaya Belajar, Kurikulum Merdeka

Abstract

ABSTRACT The concept of the independent learning is in line with the philosophy of modern progressivism and wants fundamental changes in the administration of educationetowards a betterequality and that provides real benefits forestudents. The study aims to explore views of reconstructionism towards learning styles in the implementation of an independent curriculum. It  applied a literature study. Progressivismeemphasizes the importanceeof a basic knowledge of independence and freedom for students to freely develop their abilities and talents without any hindrance from formal regulations which sometimes limit their creativity and thinking abilities. The concept of independent learning education is a new policy in Indonesia which is consideredecapable of changing the existing educationesystem. The combination of independent learning and the philosophy of progressivism provides a new perspective on the positioning of Indonesian education, and in practice it provides a natural learning space for children to grow and develop according to their individual interests and talents, thus forming a person with character.   ABSTRAK Konsep merdeka belajar sejalan dengan falsafah modern progresivisme dan menginginkan perubahan mendasar dalam penyelenggaraan pendidikan ke arah yang lebih baik dan berkualitas serta memberikan manfaat yang nyata bagi peserta didik. Tujuan dari penelitiain ini ialah tentang pandangan aliran rekonstruksionisme terhadap gaya belajar dalam penerapan kurikulum merdeka. Metode yang digunakan untuk menyusun artikel ini adalah salah studi literatur. Progresivisme menekankan pentingnya suatu pengetahuan dasar tentang kemandirian dan kebebasan bagi siswa untuk secara bebas mengembangkan kemampuan, dan bakatnya tanpa ada halangan dari peraturan formal yang terkadang membatasi kreativitas dan kemampuan berpikirnya. Konsep pendidikan merdeka belajar menjadi kebijakan baru di Indonesia yang dinilai mampu mengubah sistem pendidikan yang ada. Perpaduan antara belajar mandiri dan falsafah progresivisme memberikan cara pandang baru tentang positioning pendidikan Indonesia, dan dalam praktiknya memberikan ruang belajar yang alamiah bagi anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing, sehingga membentuk pribadi yang berkarakter.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arylien. (2014). Pengaruh Gaya Belajar Visual, Auditorial, Dan Kinestetik Terhadap Prestasi Belajar Siswa. Jurnal Kependidikan, 44(2), 168–174.

Faiz, A. (2020). Konsep Merdeka Belajar Pendidikan Indonesia Dalam Perspektif Filsafat Progresivisme. Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 12(2), 155–164.

Fajri, S., & Trisuryanti, T. (2021). Gagasan Sistem Among Ki Hajar Dewantara Dalam Membangun Pendidikan Di Indonesia Sejak 1922 Sampai Dengan 2021. Tarikhuna: Journal of History and History Education, 3(1), 19–27.

Fatwa Anbiya, B., Syarif Nurdin, E., & Syamsu Rizal, A. (2020). Filsafat Progresivisme dan Implikasinya terhadap Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai General Education di Indonesia. Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN Dan Sosial Budaya, 4(1), 301-3`11.

Feri Fajar Ento. (2020). Desain Gaya Mengajar Konstruktif Melalui Kontemplasi Filsafat Pendidikan Rekonstruksionisme. Antusias: Jurnal Teologi Dan Pelayanan, 6(2), 129–131.

Fitri, S., & Lubis, E. (2022). Analisis kesulitas belajar siswa dalam perspektif filsafat pendidikan. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam Dan Humaniora, 6(2), 353–364.

Hadi, N. F., & Khojir. (2021). Analysis of the Relationship between “ merdeka belajar” and the Progressivism Philosophy. Almufi Journal of Measurement, Assessment, and Evaluation Education, 1(2), 106–114.

Kartiningrum, E. D. (2015). Panduan Penyusunan Studi Literatur. Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Majapahit, Mojokerto, 1–9.

Khasanah, A. (2015). Pemasaran Jasa Pendidikan Sebagai Strategi Peningkatan Mutu Di Sd Alam Baturraden. El-Tarbawi, 8(2), 161–176.

Kurniangsih, A., Darsiharjo, D., & Maryani, E. (2016). Penggunaan Metode Pembelajaran Outdoor Study Terhadap Pemahaman Konsep Pelestarian Lingkungan Hidup Peserta Didik Di Mtsn Singaparna. Jurnal Geografi Gea, 15(1), 9–16.

Kurniawan, M. I. (2015). Mendidik Untuk Membentuk Karakter Siswa Sekolah Dasar: Studi Analisis Tugas Guru Dalam Mendidik Siswa Berkarakter Pribadi Yang Baik. Pedagogia : Jurnal Pendidikan, 4(2), 121–126.

Marisa, M. (2021). Inovasi Kurikulum “Merdeka Belajar” di Era Society 5.0. Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidiikan Dan Humaniora), 5(1), 72.

Moh, O., & Chaer, T. (2011). Dekonstruksi Pendidikan Karakter Dan Idealisme Pendidik. Dekonstruksi Pendidikan Karakter Dan Idealisme Pendidik, 5(2), 310–324.

Nofri Hendri. (2017). Merdeka Belajar; Antara Retorika Dan Aplikasi. Seminar Nasional: Jambore Konseling 3, 00(00), XX–XX.

Papilaya, J. O., & Huliselan, N. (2016). Identifikasi Gaya Belajar Mahasiswa. Jurnal Psikologi Undip, 15(1), 56.

Rini, G. &. (2012). Gaya Belajar Kajian Teoretik. In Pustaka Pelajar.

Saadah, A. F. (2022). Penguatan Pendidikan Karakter Di “Tamsisku”(Perspektif Filsafat Pendidikan Progresivisme). Jurnal Eduscience, 9(2), 482–492.

Salu, V. R. (2017). Filsafat Pendidikan Progresivisme dan Implikasinya dalam Pendidikan. Jurnal Imajinasi, 11(1), 29–42. http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/imajinasi

Sari, Y. (2022). Pandangan Filsafat Progresivisme terhadap Konsep “Merdeka Belajar.” Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 4(6), 1707–1715.

Soedardi, R. A. (2019). Teori Progresivisme John Dewey Dan Pendidikan Partisipatif Dalam Pendidikan. At-Tarbawi: Jurnal Kajian Kependidikan Islam, 4(2), 104.

Sopacua, J., & Fadli, M. R. (2022). Konsep Pendidikan Merdeka Belajar Perspektif Filsafat Progresivisme (The Emancipated Learning Concept of Education in Progressivism Philosophy Perspective). Potret Pemikiran, 26(1), 1.

Sugiarta, I. M., Mardana, I. B. P., & Adiarta, A. (2019). FILSAFAT PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA (TOKOH TIMUR). Jurnal Filsafat Indonesia, 2(3), 124–136.

Sugiyono. (2012). Memahami Penelitian Kualitatif. In Memahami Penelitian Kualitatif.

Syofyan, H. (2018). Analisis Gaya Belajar dan Motivasi Berprestasi terhadap Hasil Belajar. Jurnal Eduscience, 3(2), 76–85.

Downloads

Published

2022-12-28

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 > >>