Pengembangan alat sangrai biji kopi sistem rotary drum berbasis gas burner untuk peningkatan efisiensi produksi
DOI:
https://doi.org/10.23969/ksjme.v2i1.44257Keywords:
alat sangrai kopi; rotary drum; gas burner; kapasitas produksi; kadar air; perancangan mesinAbstract
Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, merupakan salah satu sentra produksi kopi yang proses penyangraiannya masih dilakukan secara manual sehingga kurang efisien dan tidak seragam dalam mutu hasil. Penelitian ini bertujuan merancang dan menganalisis kinerja alat sangrai biji kopi berbasis gas burner dengan kapasitas 5 kg per siklus untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas proses produksi. Metode perancangan menggunakan pendekatan sistematis Pahl dan Beitz yang meliputi tahap perencanaan konsep, perancangan detail, pembuatan, dan pengujian kinerja. Dimensi drum sangrai yang dirancang memiliki diameter 35,5 cm dan panjang 48 cm dengan volume efektif yang mampu menampung ±5 kg biji kopi berdasarkan rata-rata massa jenis 706,15 gram/liter. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dalam waktu penyangraian 90 menit terjadi penurunan massa rata-rata dari 5.000 gram menjadi 4.583,2 gram atau sebesar 9,09% akibat reduksi kadar air selama proses termal. Sistem transmisi menggunakan motor listrik yang dikombinasikan dengan gearbox, pulley, dan rantai untuk menghasilkan putaran drum yang stabil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat yang dirancang mampu meningkatkan konsistensi proses sangrai dan kapasitas produksi dibandingkan metode manual
Downloads
References
[1] S. A. Buffo dan C. Cardelli-Freire, “Coffee flavour: An overview,” Flavour and Fragrance Journal, vol. 19, no. 2, pp. 99–104, 2016.
[2] T. G. Bicho, L. Leitão, J. C. Ramalho, dan A. E. Leitão, “Impact of roasting time on the sensory profile of Arabica and Robusta coffee,” Food Research International, vol. 89, pp. 714–720, 2016.
[3] J. Baggenstoss, L. Poisson, R. Kaegi, R. Perren, dan F. Escher, “Coffee roasting and aroma formation: Application of different time–temperature conditions,” Jour-nal of Agricultural and Food Chemistry, vol. 56, no. 14, pp. 5836–5846, 2018.
[4] A. Farah, Coffee: Production, Quality and Chemistry, 2nd ed. Cambridge, U.K.: Royal Society of Chemistry, 2019.
[5] J. C. Ramalho dan I. P. Pais, “Physiological and biochemical responses of coffee to roasting process,” Scientia Agricola, vol. 75, no. 1, pp. 1–10, 2018.
[6] J. G. Webster dan H. Eren, Measurement, Instrumentation, and Sensors Hand-book, 2nd ed. Boca Raton, FL, USA: CRC Press, 2017.
[7] R. C. Hibbeler, Engineering Mechanics: Dynamics, 14th ed. Boston, MA, USA: Pearson, 2016.
[8] R. G. Budynas dan J. K. Nisbett, Shigley’s Mechanical Engineering Design, 10th ed. New York, NY, USA: McGraw-Hill Education, 2018.
[9] R. K. Rajput, Engineering Thermodynamics, 4th ed. New Delhi, India: Laxmi Publications, 2017.
[10] International Coffee Organization, “Coffee Development Report 2022: The Future of Coffee,” London, U.K., 2022
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Kunarto, Riza Muhida, Muhammad Riza, Indra Surya, Bambang Pratowo, Zein Muhamad, Mulyana, Eko Eryando

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
KOLECER Jurnal Ilmiah Teknik Mesin by Program Studi Teknik Mesin UNPAS is licensed under CC BY-NC 4.0


