Analisis risiko bahaya pada proyek penggantian pipa bawah laut dengan metode HIRADC dan FTA
DOI:
https://doi.org/10.23969/kjitm1120252318810-22Keywords:
Penggantian Pipa bawah laut, Manajemen Risiko K3 Proyek, HIRADC, Risk Matrik, Mitigasi Risiko..Abstract
Bekerja di sektor Minyak dan Gas bumi adalah tugas yang memiliki risiko kecelakaan yang sangat tinggi. Data yang didapatkan dari konsolidasi Sub Holding selama semester 1 tahun 2023, terdapat 359 kecelakaan (incident) yang terdiri atas 251 Near Miss (hampir terjadi kerugian), 77 First Aid, 20 Medical Treatment, 9 Restricted Work Case dan 2 Lost Time Incident. Dari jumlah Incident tersebut, aktivitas proyek menyumbang lebih dari 50% kejadian secara total. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan suatu manajemen untuk meminimalisir risiko yang akan terjadi mulai dari faktor manusia hingga proses operasional dengan menggunakan metode HIRADC. Salah satu aktifitas proyek yang saat ini sedang berjalan dan memiliki risiko tinggi adalah proyek penggantian pipa alir bawah laut antara anjungan produksi Migas lepas pantai yang didapatkan hasil perhitungan tingkat nilai risiko menggunakan metode HIRADC diperoleh hasil awal sebanyak empat pekerjaan masuk pada tingkat risiko ekstrim (extreme risk) dengan nilai persentase sebesar 44,4%, tiga pekerjaan masuk pada tingkat risiko tinggi (high risk) dengan nilai persentase sebesar 33,3%, dua pekerjaan masuk pada tingkat risiko sedang (moderate risk) dengan nilai persentase sebesar 22,2%, dan tidak terdapat pekerjaan yang masuk pada tingkat risiko rendah (low risk). Setelah dilakukan analisa dengan metode HIRADC didapatkan penurunan nilai risiko akhir sebanyak nol pekerjaan masuk pada tingkat risiko ekstrim (extreme risk), tiga pekerjaan masuk pada tingkat risiko tinggi (high risk) dengan nilai persentase sebesar 33,3%, empat pekerjaan masuk pada tingkat risiko sedang (moderate risk) dengan nilai persentase sebesar 44,4% dan dua pekerjaan masuk pada tingkat risiko rendah (low risk) dengan nilai persentase sebesar 22,2%. Upaya pengendalian yang dilakukan diantaranya seperti membangun scaffolding untuk bekerja diketinggian, penempatan khusus untuk bahan-bahan berbahaya, pembersihan area kerja dari sumber bahaya, pemeriksaan peralatan, pematuhan terhadap prosedur, pengawasan pekerjaan dan tata tertib tegas terkait penggunaan APD.Downloads
References
[1] S. Ramli, Sistem manajemen keselamatan & kesehatan kerja OHSAS 18001, Dian Rakyat, Jakarta, 2010. https://lib.fkm.ui.ac.id/detail.jsp?id=73908.
[2] G. Soputan, B. Sompie, R. Mandagi, Manajemen Risiko Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) (Study Kasus Pada Pembangunan Gedung Sma Eben Haezar), J. Ilm. Media Eng. 4 (2014) 229–238. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jime/article/view/7135.
[3] W. Susihono, F.A. Rini, Penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan Identifikasi potensi bahaya kerja: Studi kasus di PT LTX Kota Cilegon- Banten, SPEKTRUM Ind. 11 (2013) 209. https://doi.org/10.12928/si.v11i2.1663.
[4] M.Y. Ina, L. Langga, Proyek Anggaran Sebagai Alat Pengendalian Biaya Pada Kantor Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Iv Provinsi Nusa Tenggara Timur, Analisis 11 (2021) 239–250. https://doi.org/10.37478/als.v11i2.1263.
[5] S.E. Bitty, L.A. Hendratta, A.H. Thambas, G. Malingkas, Manajemen risiko pada sistem penyediaan air minum (SPAM) perpipaan dengan metode failure mode and effect analysis dan fault tree analysis di Kabupaten Minahasa Utara, Paduraksa 13 (2024) 138–147. https://ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/paduraksa/article/download/10108/6232/54597.
[6] N. Ummi, A. Umyati, R. Rahmawati, Analisis Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Menggunakan Metode Analisis Semi Kuantitatif AS/NZS 4360:1999 Dan PUSLITBANG Teknologi Mineral dan BatuBara Pada PT XYZ, J. Ind. Serv. 4 (2018) 14–20. https://doi.org/10.36055/jiss.v4i1.4083.
[7] Vesely, Fault Tree Handbook (NUREG-0492), U.S. Nucl. Regul. Com. (1981) 209. https://www.nrc.gov/docs/ML1007/ML100780465.pdf.
[8] D.S. Purnama, Analisa Penerapan Metode HIRARC Dan HAZOPS Dalam Kegiatan Identifikasi Potensi Bahaya dan Resiko pada Proses Unloading Unit Di PT. Toyota Astra Motor, J. PASTI 3 (2015) 103–111. https://journal.unhas.ac.id/index.php/jrtk/article/view/697/497.
[9] B.V. Bagas Prakosa, R. Rochmoeljati, Analisa Pencegahan Reject Pada Produksi Roll Karet dengan Fault Tree Analysis (FTA) dengan Rekomendasi Perbaikan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) di PT. Ustegra (Usaha Tehnik Grafika), Juminten 2 (2021) 25–37. https://doi.org/10.33005/juminten.v2i5.297.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Saidiman Mochamad , Jumara Agus

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
KOLECER Jurnal Ilmiah Teknik Mesin by Program Studi Teknik Mesin UNPAS is licensed under CC BY-NC 4.0