Peran Singapura Dalam Mengatasi Krisis 1997-1998: Analisis Interdependensi Ekonomi dan Regionalisme ASEAN

Authors

  • Ivandra Solihin Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Minarni Angelica Sianipar Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta
  • Khansa Nayla Oetama Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta
  • Cindy Nydia Pulino Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta
  • Siti Khumaira Susetyo Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta
  • Indah Shifanindra Nurani Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.23969/transborders.v10i2.42712

Keywords:

ASEAN, CMI, Economic Interdepedence, Singapure, Regionalism

Abstract

Interdependensi ekonomi di ASEAN tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, namun juga memiliki efek penularan dimana krisis ekonomi di suatu negara dapat menyebar ke negara lain. Artikel ini membahas bagaimana ledakan pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada tahun awal 1990-an dapat berujung pada krisis ekonomi tahun di ASEAN. Penelitian ini menemukan bahwa dibandingkan dengan Thailand, Filipina, Malaysia, dan Indonesia, Singapura mampu bertahan dari krisis Asia. Namun, interdependensi ekonomi di ASEAN menyebabkan Singapura mengambil peran aktif dalam melakukan kerja sama dengan negara anggota lainnya untuk menghadapi krisis ekonomi ini. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dan teori interdependensi kompleks untuk melihat interdependensi ekonomi pada Singapura dan negara anggota lainnya dalam menghadapi krisis ekonomi 1997-1998 di ASEAN. Penelitian ini menemukan bahwa Singapura memiliki peran yang aktif dalam mendorong mekanisme koordinasi kebijakan ekonomi dan pembentukan CMI (Chiang Mai Initiative) pada ASEAN+3 untuk mengantisipasi krisis ekonomi di masa depan. Partisipasi aktif dalam CMI telah menjadikan Singapura di posisi yang strategis, yakni menjadi jembatan antara ASEAN dan kekuatan ekonomi di Asia Timur.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-06-30