RESPON INDONESIA TERHADAP INTERVENSI NEGARA VANUATU MENGENAI ISU PAPUA DI SIDANG TAHUNAN PBB TAHUN 2016-2020

Authors

  • Dewi Safitri Universitas Muhammadiyah Malang
  • M. Syaprin Zahidi

DOI:

https://doi.org/10.23969/paradigmapolistaat.v8i2.6766

Keywords:

Intervensi, Vanuatu, Indonesia, Papua, Respon Indonesia

Abstract

Negara Vanuatu merupakan salah satu negara yang terletak di kawasan pasifik, dan negara ini merupakan Negara yang sangat gencar dalam melakukan Intervensi terhadap Negara Indonesia. Hal yang melatar belakangi intervensi ini yaitu karena negara ini memiliki keyakinan Melanesia Connection, dalam artian bahwa seluruh etnis Melanesia di seluruh dunia merupakan saudara. Dan papua juga termasuk dalam etnis Melanesia yang menurut mereka mengalami yang Namanya kekerasan dan perampasan Hak Asasi Manusia (HAM) oleh pemerintah Indonesia. Pada tulisan kali ini penulis menggunakan teori Intervensi Internal yang dikemukakan oleh J.G Starke, menurut J.G Starke Intervensi Internal ini merupakan sebuah bentuk intervensi yang dilakukan oleh negara lain dengan tujuan untuk mencampuri urusan Internal negara lain. Pada tulisan kali ini penulis menggunakan Metode Penelitian Library Research atau yang juga dikenal dengan nama Penelitian Kepustakaan. Library Research didefinisikan sebagai sebuah pengumpulan data dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan penelitian. Dan dari penelitian ini disimpulkan bahwa pemerintah Indonesia memberikan respon yang tegas terhadap intervensi yang dilakukan oleh Negara Vanuatu, yang mana Indonesia menilai bahwa Intervensi yang dilakukan tersebut merupakan salah satu upaya Negara Vanuatu untuk mengalihkan isu-isu yang terjadi di dalam negaranya dengan membahas isu-isu tanah papua di kancah internasional. Selain itu Intervensi yang dilakukan oleh Negara Vanuatu merupakan bentuk Intervensi yang melanggar perjanjian Piagam PBB yang melarang negara-negara anggota PBB untuk melakukan Intervensi Internal negara-negara anggota PBB yang lainnya.

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2025-12-30