ANALISIS STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK DALAM MENGHADAPI SKANDAL: STUDI KASUS SETYA NOVANTO DALAM KASUS E-KTP

Authors

  • Ryanathan Prabartha Universitas Padjadjaran
  • Cecep Safa’atul Barkah Universitas Pasundan
  • Tetty Herawaty Universitas Pasundan
  • Lina Auliana Universitas Pasundan
  • Lucky Taufik Sutrisno Universitas Pasundan
  • Christin Dwi Putri Septian6 Universitas Pasundan

DOI:

https://doi.org/10.23969/paradigmapolistaat.v8i2.21786

Keywords:

strategi komunikasi politik, skandal e-KTP, teori perbaikan citra, teori atribusi, komunikasi krisis

Abstract

Keterlibatan Setya Novanto dalam skandal korupsi e-KTP telah menarik perhatian publik dan mendorong berbagai perubahan dalam wacana politik.Penelitian ini dilakukan untuk memahami strategi komunikasi politik dalam situasi krisis. Penelitian ini berusaha untuk mengkaji, melalui penggunaan Teori Perbaikan Citra dan Teori Atribusi, teknik komunikasi Setya Novanto terkait dengan kontroversi tersebut. Studi literatur digunakan sebagai pendekatan penelitian, dengan menggunakan publikasi ilmiah, berita, dan dokumen hukum terkait. Hasilnya, penggunaan taktik komunikasi oleh Setya Novanto, termasuk penyangkalan, pengalihan tanggung jawab, dan permintaan maaf, memiliki hasil yang beragam. Meskipun taktik seperti menyangkal tanggung jawab dan mengalihkan kesalahan dapat mengurangi tekanan untuk sementara waktu, taktik-taktik tersebut justru memperburuk keadaan dalam jangka panjang. Namun, permintaan maaf Novanto yang tulus menimbulkan kontroversi, yang melemahkan keampuhannya dalam memperbaiki citranya, bahkan jika itu dimaksudkan untuk membangun kembali hubungan.

Kecenderungan publik untuk percaya bahwa Novanto bertindak atas dasar kepentingan pribadinya, menurut temuan studi Teori Atribusi, menyebabkan keraguan akan keandalannya. Akhirnya, meskipun beberapa taktik komunikasi jangka pendek memang berhasil mengurangi dampak krisis, reputasi politik Novanto tidak pernah benar-benar pulih karena tindakan perusahaan yang tidak konsisten dan tidak jelas. Menurut penelitian ini, memulihkan kepercayaan publik setelah krisis membutuhkan keterbukaan, konsistensi, dan tindakan nyata. Dengan sedikit keberuntungan, penelitian ini akan menambah apa yang telah diketahui tentang komunikasi politik, khususnya yang berkaitan dengan krisis reputasi.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2025-12-30