DETENSI DALAM SISTEM PENEGAKAN HUKUM KEIMIGRASIAN: TITIK KETEGANGAN DAN UPAYA MENYEIMBANGKAN KEAMANAN NEGARA DENGAN PRINSIP HAK ASASI MANUSIA

Authors

  • Islamul Fadhillah Politeknik Imgrasi dan Pemasyarakatan Indonesia
  • Imma Yedida Ardi Politeknik Imgrasi dan Pemasyarakatan Indonesia
  • Tony Mirwanto Politeknik Imgrasi dan Pemasyarakatan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i3.66532

Keywords:

Immigration Detention; Law Enforcement Human Rights Tension; Alternatives to Detention; Human Security; Indonesian Immigration Policy

Abstract

Immigration detention is an important instrument in Indonesia's immigration law enforcement, yet its implementation frequently generates tension between the state's law-enforcement interests and its obligation to respect human rights, particularly for vulnerable groups such as women, children, asylum seekers, and refugees. This article examines the forms this tension takes and the measures available to achieve a just balance between state security and human rights principles in Indonesia's immigration detention policy. The study applies a normative-legal approach, examining Law Number 6 of 2011 on Immigration, Indonesian detention case studies, and relevant national academic literature, compared against selected international human rights standards. The findings show that tension arises at three levels, normative, institutional, and operational, reflected in various detention case studies at Immigration Detention Houses (Rudenim). In response, this article formulates several measures, including affirming detention as an ultimum remedium, legislative reform, strengthening Rudenim capacity, establishing independent oversight, and adopting a Human Security paradigm in Indonesia's immigration policy.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad, Ridho Sadilah, dan Nabitatus Sa'adah. “Disparitas Penegakan Hukum Keimigrasian Indonesia (Prinsip Hukum Administrasi Negara).” Juris Humanity: Jurnal Riset dan Kajian Hukum Hak Asasi Manusia 2, no. 1 (2023): 47–64.

Afriandi, Fadli, dan Yusnarida Eka Nizmi. “Kepentingan Indonesia Belum Meratifikasi Konvensi 1951 dan Protokol 1967 mengenai Pengungsi Internasional dan Pencari Suaka.” Transnasional: Jurnal Ilmu Hubungan Internasional 10, no. 1 (2018).

Ashifa, T.S., L. Fauziah, M.B.R. NurFauzi, dan H.Y. Anggraeni. “Perlindungan Hukum Kaum Rohingya dalam Perspektif Hukum Hak Asasi Manusia dan Hukum Internasional.” Jurnal Hukum Progresif 7, no. 6 (2024).

Abdullah, Mahfud, Nellyana Roesa, Rosmawati, Sophia Listriani, dan Mohd Zaidi Daud. “Non-Refoulement through Local Wisdom: Indonesia's International Legal Compliance as a Non-Ratifying State in Handling Rohingya Refugees in Aceh.” Uti Possidetis: Journal of International Law 7, no. 2 (2026).

Bulandaryanti, A.A. “Pemenuhan Hak Pendidikan Anak Pengungsi di Indonesia dalam Perspektif Hukum Internasional dan Penerapannya di Indonesia.” Lex Crimen 12, no. 1 (2023): 1–12.

Idham, Riyadi. “Analisis Penanganan Deteni Saat Pandemi di Ruang Detensi Imigrasi (Studi Kasus Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Selatan).” Protection: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan 2, no. 2 (2020): 1–13.

Mayang, Dinda, Panca Wani, dan Warisul Ambia. “Strategi Pengawasan Keimigrasian serta Peran Hukum Keimigrasian dalam Menghadapi Ancaman Kedaulatan Negara di Indonesia.” Jurnal Sains Riset 11, no. 1 (2021): 44–56.

Maharani, Winandra. “Pengawasan Keimigrasian Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru terhadap Pengungsi dan Pencari Suaka di Kota Pekanbaru Tahun 2017-2019.” Qawanin: Jurnal Ilmu Hukum 1, no. 1 (2020).

Musdahlipa. “Perlindungan Hak Asasi Manusia yang Diberikan oleh Rumah Detensi Imigrasi Kota Balikpapan kepada Pengungsi.” LEX SUPREMA: Jurnal Ilmu Hukum 3, no. 2 (2021).

Nurbaya, Indar Rohma, dan M. Syaprin Zahidi. “Implementasi Pemenuhan Hak Asasi Manusia dalam Penerapan Deportasi Orang Asing di Wilayah Kerja Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Pamekasan.” Jurnal Hukum Sasana 9, no. 1 (2023): 69–80.

Primadasa, Cipta, M.P. Kurnia, dan R. Erawaty. “Problematika Penanganan Pengungsi di Indonesia dari Perspektif Hukum Pengungsi Internasional.” Jurnal Risalah Hukum 17, no. 1 (2021).

Primawardani, Yuliana, dan Arief Rianto Kurniawan. “Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri oleh Petugas Rumah Detensi Imigrasi di Provinsi Sulawesi Selatan.” Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum 12, no. 2 (2018): 179–197.

Simamora, A.A., dan S. Pranata. “Peran Rumah Detensi Imigrasi dalam Perlindungan Hak Asasi Manusia Pencari Suaka.” Journal of Law and Border Protection 2, no. 2 (2020): 1–13.

Simamora, Veronika Karolina. “Peran Rumah Detensi Imigrasi dalam Pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM) Deteni: Studi Penelitian di Rumah Detensi Imigrasi Medan.” Locus: Jurnal Penelitian (2024).

Yurisdichristiawan, Deogoza, Lukman Hakim, dan Zulkarnain. “Perlindungan Hukum Negara Republik Indonesia bagi Pengungsi.” ACADEMOS: Jurnal Hukum dan Tatanan Sosial 4, no. 2 (2025): 14–26.

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 50 Tahun 2016 tentang Rumah Detensi dan Ruang Detensi Imigrasi.

International Covenant on Civil and Political Rights, 999 U.N.T.S. 171 (1966).

Committee on the Rights of the Child. General Comment No. 6: Treatment of Unaccompanied and Separated Children Outside their Country of Origin, U.N. Doc. CRC/GC/2005/6 (2005).

Majelis Umum PBB. Body of Principles for the Protection of All Persons under Any Form of Detention or Imprisonment, G.A. Res. 43/173 (1988).

Human Rights Committee. A. v. Australia, Communication No. 560/1993, U.N. Doc. CCPR/C/59/D/560/1993 (1997).

United Nations High Commissioner for Refugees. Guidelines on the Applicable Criteria and Standards relating to the Detention of Asylum-Seekers and Alternatives to Detention. Geneva: UNHCR, 2012.

United Nations Development Programme. Human Development Report 1994: New Dimensions of Human Security. New York: Oxford University Press, 1994.

Alexy, Robert. A Theory of Constitutional Rights. Diterjemahkan oleh Julian Rivers. Oxford: Oxford University Press, 2002.

Downloads

Published

2026-10-07