AKIBAT HUKUM PUTUSAN PEMBUBARAN PARTAI POLITIK DAN EKSKLUSIVITAS HAK PEMOHON OLEH MAHKAMAH KONSTITUSI TERHADAP PUTUSAN MK NOMOR 53/PUU-IX/2011
DOI:
https://doi.org/10.23969/jp.v11i03.65151Keywords:
Constitutional Court, political party dissolution, legal standing, legal consequences, Constitutional Court Decision Number 53/PUU-IX/2011.Abstract
The dissolution of political parties is one of the Constitutional Court’s authorities to safeguard democracy, state ideology, and the integrity of the Republic of Indonesia. Constitutional Court Decision Number 53/PUU-IX/2011 affirms that the Government is the only party with legal standing to petition for the dissolution of a political party. This study aims to analyze the juridical implications of such exclusivity and the legal consequences arising from a dissolution decision. This research employs a normative legal method through statutory, case, and literature approaches. The results show that limiting legal standing is intended to maintain national stability, but it also restricts citizens’ participation in monitoring political parties. Furthermore, the dissolution of a political party results in the revocation of its legal entity status, termination of its activities, state acquisition of its assets, and restrictions on certain political rights of its officials. Therefore, strengthening legal mechanisms is necessary to ensure legal certainty and uphold constitutional democracy.
Downloads
References
Arinanto, S. (2003). Hak asasi manusia dalam transisi politik di Indonesia. Jakarta, Indonesia: Pusat Studi Hukum Tata Negara Universitas Indonesia.
Arinanto, S. (2012). Politik hukum kepartaian di Indonesia pasca-reformasi. Jakarta, Indonesia: UI Press.
Asshiddiqie, J. (2005). Kemerdekaan berserikat, pembubaran partai politik, dan Mahkamah Konstitusi. Jakarta, Indonesia: Konstitusi Press.
Asshiddiqie, J. (2006). Hukum acara peradilan konstitusi. Jakarta, Indonesia: Sinar Grafika.
Asshiddiqie, J. (2011). Hukum tata negara dan pilar-pilar demokrasi. Jakarta, Indonesia: Sinar Grafika.
Barnett, H. (2004). Constitutional & administrative law (5th ed.). London, England: Cavendish Publishing.
Fatmawati. (2011). Hak angket dan pembubaran partai politik dalam sistem ketatanegaraan. Jakarta, Indonesia: Rajawali Pers.
Garner, B. A. (Ed.). (1999). Black’s law dictionary (7th ed.). St. Paul, MN: West Group.
Harijanti, S. D. (2014). Sistem kepartaian dan dinamika hukum konstitusi. Bandung, Indonesia: Citra Aditya Bakti.
Harjono. (2008). Konstitusi sebagai rumah bersama. Jakarta, Indonesia: Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi.
Harun, R. (2017). Hukum tata negara: Dinamika konstitusi Indonesia. Jakarta, Indonesia: Sinar Grafika.
Harun, R. (2019). Menakar kewenangan eksekutorial peradilan konstitusi. Jakarta, Indonesia: Sinar Grafika.
Huda, N. (2010). Hukum partai politik dan pemilu di Indonesia. Jakarta, Indonesia: Fokusmedia.
Huda, N. (2015). Penataan regulasi partai politik di Indonesia. Yogyakarta, Indonesia: UII Press.
Indrayana, D. (2008). Negara antara ada dan tiada: Reformasi hukum ketatanegaraan. Jakarta, Indonesia: Kompas.
Isra, S. (2014). Peradilan konstitusi dan penegakan hukum demokratis. Jakarta, Indonesia: Rajawali Pers.
Kommers, D. P. (1989). The constitutional jurisprudence of the Federal Republic of Germany. Durham, NC: Duke University Press.
Mahfud MD, M. (2009). Konstitusi dan hukum dalam kontroversi isu. Jakarta, Indonesia: Rajawali Pers.
Manan, B. (2001). Kedaulatan rakyat, hak asasi manusia, dan hukum. Jakarta, Indonesia: Gaya Media Pratama.
Manan, B. (2006). Lembaga kepresidenan dan struktur eksekutif di Indonesia. Yogyakarta, Indonesia: FH UII Press.
Mertokusumo, S. (2004). Teori hukum dan penemuan hukum oleh hakim. Yogyakarta, Indonesia: Liberty.
Mochtar, Z. A. (2015). Lembaga negara independen di Indonesia. Jakarta, Indonesia: Rajawali Pers.
Mochtar, Z. A. (2015). Eksekusi putusan Mahkamah Konstitusi. *Jurnal Konstitusi, 12 (2), 312–333.
Natabaya, H. A. S. (2006). Sistem peraturan perundang-undangan di Indonesia. Jakarta, Indonesia: Konstitusi Press.
Palguna, I. D. G. (2018). Mahkamah Konstitusi: Dasar filosofis dan teoretis keberadaannya. Jakarta, Indonesia: Konstitusi Press.
Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 12 Tahun 2008 tentang Prosedur Beracara dalam Pembubaran Partai Politik.
Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 53/PUU-IX/2011.
Rahardjo, S. (2000). Ilmu hukum. Bandung, Indonesia: Citra Aditya Bakti.
Riewanto, A. (2016). Hukum partai politik dan hukum pemilu di Indonesia. Yogyakarta, Indonesia: Thafa Media.
Safa’at, M. A. (2011). Pembubaran partai politik di Indonesia: Analisis hukum dan politik. Jakarta, Indonesia: Konstitusi Press.
Siahaan, M. (2006). Hukum acara Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Jakarta, Indonesia: Konstitusi Press.
Symonides, J. (2000). Human rights: Concept and standards. Singapore: UNESCO Publishing.
Syahrizal, A. (2006). Peradilan konstitusi: Suatu studi tentang adjudikasi konstitusional sebagai mekanisme penyelesaian sengketa normatif. Jakarta, Indonesia: Pradnya Paramita.
Triningsih, A. (2020). Modul perkuliahan 13: Hukum acara pembubaran partai politik. Tangerang, Indonesia: Fakultas Hukum Universitas Esa Unggul.
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.