Peran Masyarakat Lokal dalam Melanjutkan Ekonomi Kreatif di Desa Wisata Loyok

Authors

  • M Yusuf Insani Universitas Hamzanwadi
  • Yogi Birrul Walid Sugandi Universitas Hamzanwadi

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i03.64944

Keywords:

Peran masyarakat lokal, ekonomi kreatif, anyaman bambu, desa wisata, generasi muda

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran masyarakat lokal, khususnya generasi muda, dalam menjaga keberlanjutan ekonomi kreatif berbasis anyaman bambu di Desa Wisata Loyok, Lombok Timur. Selain itu, studi ini mengidentifikasi determinan pendukung dan penghambat ekosistem kreatif tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penentuan informan dilakukan melalui purposive sampling terhadap enam subjek representatif (pengrajin, guru/pengrajin, pemandu wisata, perangkat desa, dan tokoh masyarakat). Data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, dengan validitas diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian mengidentifikasi lima peran fundamental masyarakat: pelaku produksi, pelestari keterampilan, inovator produk, agen pemasaran, dan penjaga sustainabilitas. Ditemukan adanya segregasi peran antargenerasi; partisipasi pemuda masih terbatas pada pemasaran digital, sementara produksi inti dan pewarisan keahlian didominasi oleh pengrajin senior. Faktor pendukung utama mencakup pendampingan kelembagaan (Pemerintah Desa dan Pokdarwis), ketersediaan bahan, serta warisan keahlian. Sebaliknya, krisis regenerasi, fluktuasi bahan baku musiman, serta kesenjangan literasi digital menjadi faktor penghambat. Disimpulkan bahwa masa depan dan keberlanjutan ekonomi kreatif Desa Loyok sangat bergantung pada keberhasilan menjembatani kesenjangan peran lintas generasi tersebut.

 

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arcos-Pumarola, J., Paquin, A. G., & Sitges, M. H. (2023). The use of intangible heritage and creative industries as a tourism asset in the UNESCO creative cities network. Heliyon, 9(2). https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e13413

Chalmers, D., Fisch, C., Matthews, R., Quinn, W., & Recker, J. (2022). Beyond the bubble: Will NFTs and digital proof of ownership empower creative industry entrepreneurs? Journal of Business Venturing Insights, 17, e00309. https://doi.org/10.1016/j.jbvi.2022.e00309

Collins, H. (2025). Creative research: Research theory and practice for the creative industries. Routledge.

Comunian, R., & England, L. (2020). Creative and cultural work without filters: Covid-19 and exposed precarity in the creative economy. Cultural Trends, 29(2), 112–128. https://doi.org/10.1080/09548963.2020.1770577

Ćurčić, N., Mirković Svitlica, A., Brankov, J., Bjeljac, Ž., & Pavlović, S. (2021). The role of rural tourism in strengthening the sustainability of rural areas: The case of Zlakusa Village. Sustainability, 13(12), 6747. https://doi.org/10.3390/su13126747

De Bernard, M., Comunian, R., & Gross, J. (2022). Cultural and creative ecosystems: A review of theories and methods, towards a new research agenda. Cultural Trends, 31(4), 332–353. https://doi.org/10.1080/09548963.2021.2004073

Empiris, D. A. N. (2020). Kebijakan pengembangan pariwisata berkelanjutan: Kajian teoritis dan empiris. 1(1), 1–11.

Fadilla, A. R., & Wulandari, P. A. (2023). Literature review analisis data kualitatif: Tahap pengumpulan data. Mitita Jurnal Penelitian, 1(3), 44–50.

Fafurida, F., Purwaningsih, Y., Mulyanto, M., & Suryanto, S. (2023). Tourism village development: Measuring the effectiveness of the success of village development. Economies, 11(5), 133. https://doi.org/10.3390/economies11050133

Harahap, R. Z., Hasugian, H., & Dharma, B. (2023). Peran ekonomi kreatif melalui UMKM dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan di Kecamatan Bahorok. 8(1), 1–10.

Hutajulu, A. A. D. M. V. D. M. (2024). Strategi pengembangan desa wisata berkelanjutan di Kabupaten Magelang. 5(02), 221–236.

Inskeep, E. (1991). Tourism planning: An integrated and sustainable development approach. Van Nostrand Reinhold.

Junaid, I., Dewi, W. O., Said, A., & Hanafi, H. (2022). Pengembangan desa wisata berkelanjutan: Studi kasus di Desa Paccekke, Kabupaten Barru, Indonesia. Journal of Regional and Rural Development Planning, 6(3), 287–301.

Lee, H. K. (2022). Rethinking creativity: Creative industries, AI and everyday creativity. Media, Culture & Society, 44(3), 601–612. https://doi.org/10.1177/01634437221077009

Nazir, M. (2017). Metode penelitian. Ghalia Indonesia.

Nildafilyandini, N., Wedhrani, N. N. N. T., Islam, L. G. I., Dianti, N., & Wijayanti, I. (2024). Peran stakeholder untuk mengembangkan desa wisata melalui industri kerajinan di Desa Loyok, Kecamatan Sikur. Nawasena: Jurnal Ilmiah Pariwisata, 3(2), 11–23.

Okvitawanli, A. (2022). [Rujukan mengenai inovasi ekonomi dan nilai tambah produk lokal pada desa wisata.

Polukhina, A., Sheresheva, M., Efremova, M., Suranova, O., Agalakova, O., & Antonov-Ovseenko, A. (2021). The concept of sustainable rural tourism development in the face of COVID-19 crisis: Evidence from Russia. Journal of Risk and Financial Management, 14(1), 38. https://doi.org/10.3390/jrfm14010038

Putri Wahyuningsih, D. (2021). [Rujukan mengenai peran ekonomi kreatif dalam penciptaan lapangan kerja — lengkapi detail jurnal].

Rismayanti, L. P., & Yanti, N. N. S. A. (2025). Pengembangan ekonomi kreatif lokal UMKM melalui inovasi kerajinan strapping band di Desa Duman. Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo, 11(2), 334–349.

Rochmat Aldy Purnomo. (n.d.). Ekonomi kreatif: Pilar pembangunan Indonesia. Ziyad Visi Media.

Saleha, B. L., Sjah, T., & Siddik, M. (2022). Analisis strategi pemasaran kerajinan tangan berbahan dasar bambu di Desa Loyok Kecamatan Sikur. Jurnal Agrimansion, 23(2), 77–87. https://doi.org/10.29303/agrimansion.v23i2.1014

Salsabila, S. U. (2025). [Rujukan mengenai sinergi pariwisata dan ekonomi kreatif — lengkapi detail jurnal].

Siagian, V., Rahmadana, M. F., Basmar, E., Purba, P. B., Nainggolan, L. E., Nugraha, N. A., … Purba, B. (2020). Ekonomi dan bisnis Indonesia. Yayasan Kita Menulis.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Sulistyo, A., Yudiandri, T. E., & Rahmawati, D. (2025). Rural tourism development through the role of village government: Study of Purbayan Tourist Village, Indonesia. Journal of Rural Tourism.

Tira, H., Larasati, M. A., AJ, A., Khuzaima, N. D., Rahman, F., Filardhi, M. K., … Anggraini, B. P. B. (2025). Revitalisasi potensi anyaman bambu Desa Loyok sebagai sentral produk desa wisata. Jurnal Bakti Nusa, 6(1), 15–20.

Utami, D. D., Dhewanto, W., & Lestari, Y. D. (2023). Rural tourism entrepreneurship success factors for sustainable tourism village: Evidence from Indonesia. Cogent Business & Management, 10(1). https://doi.org/10.1080/23311975.2023.2180845

Wesnawa, I. G. A. (2022). Pengembangan pariwisata perdesaan Bali: Integrasi potensi, kearifan lokal dan masyarakat. 11(1). https://doi.org/10.23887/jish.v11i1.44184

Wibowo, M. S., & Belia, L. A. (2023). Partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. 6(1), 25–32. https://doi.org/10.23887/jmpp.v6i1.58108

Wulandari, I. (2025). [Rujukan mengenai keberlanjutan ekonomi kreatif desa wisata.

Downloads

Published

2026-08-13