PEMANFAATAN MEDIA KOKOK AYAM MANIK DALAM MENSTIMULASI KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS ANAK USIA 5–6 TAHUN

Authors

  • Umi Yuhriyah Universitas Ngudi Waluyo
  • Nufitriani Kartika Dewi Universitas Ngudi Waluyo
  • Himmah Taulany Universitas Ngudi Waluyo
  • Syifa Fauziah Universitas Ngudi Waluyo

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i03.63989

Keywords:

early childhood education, Kokok Ayam Manik media, logical thinking skills, learning media, qualitative study

Abstract

ABSTRAK

Berpikir logis merupakan kemampuan kognitif penting yang perlu dirangsang sejak usia dini karena mendukung kemampuan anak dalam mengklasifikasikan objek, mengenali pola, menyusun urutan, dan memecahkan masalah sederhana. Namun, observasi awal di TK Nurul Ikhsan menunjukkan bahwa beberapa anak usia 5-6 tahun masih mengalami kesulitan dalam melakukan tugas-tugas kognitif tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media pembelajaran Kokok Ayam Manik dalam merangsang kemampuan berpikir logis anak, meneliti peran guru selama implementasinya, dan mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi penggunaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru Kelompok B, dan anak-anak usia 5-6 tahun yang dipilih melalui pengambilan sampel bertujuan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, termasuk reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kredibilitas data dipastikan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Kokok Ayam Manik efektif merangsang pemikiran logis anak melalui aktivitas yang melibatkan mencocokkan warna dan bentuk, mengklasifikasikan objek, menyusun pola, mengurutkan manik-manik, dan memecahkan masalah sederhana. Efektivitas media diperkuat oleh bimbingan, motivasi, dan dukungan guru selama kegiatan pembelajaran. Faktor pendukung meliputi kreativitas guru, media pembelajaran yang menarik, dan antusiasme anak, sedangkan perbedaan kemampuan anak, keterbatasan waktu belajar, dan kurangnya ketersediaan media menjadi kendala utama. Secara keseluruhan, media Kokok Ayam Manik merupakan media pembelajaran yang efektif, terjangkau, dan sesuai konteks untuk menumbuhkan kemampuan berpikir logis pada anak usia 5–6 tahun.

Kata kunci: pendidikan anak usia dini, media Kokok Ayam Manik, kemampuan berpikir logis, media pembelajaran, studi kualitatif

 

 

 

ABSTRAK

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya anak usia 5–6 tahun yang mengalami kesulitan dalam mengenali pola, mengelompokkan benda, menyusun urutan, dan memecahkan masalah sederhana sebagai indikator kemampuan berpikir logis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan media Kokok Ayam Manik dalam menstimulasi kemampuan berpikir logis anak, mendeskripsikan peran guru dalam pelaksanaannya, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penggunaannya di TK Nurul Ikhsan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelompok B, dan anak usia 5–6 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling . Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Kokok Ayam Manik mampu menstimulasi kemampuan berpikir logistik anak melalui kegiatan menyelaraskan warna dan bentuk, mengelompokkan benda, menyusun pola, mengurutkan manik-manik, serta memecahkan masalah sederhana. Keberhasilan pemanfaatan media didukung oleh peran guru melalui pemberian arahan, motivasi, dan scaffolding selama pembelajaran berlangsung. Faktor pendukung meliputi kreativitas guru, media yang menarik, dan antusiasme anak, sedangkan faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan anak, keterbatasan waktu belajar, dan jumlah media yang belum memadai. Media Kokok Ayam Manik dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif, ekonomis, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini.

 

Kata Kunci: pendidikan anak usia dini, media Kokok Ayam Manik, kemampuan berpikir logis, media pembelajaran, studi kasus

Downloads

Download data is not yet available.

References

DAFTAR PUSTAKA

Aliyah, S., & Rohmah, S. (2023). Peningkatan kemampuan berpikir logis melalui e-book di Taman Kanak-Kanak Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Cikajang tingkat usia 5–6 tahun. Anaking, 1(1), 1–9.

Arsyad, A. (2013). Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Habsy, B. A., Malora, R., Widyastutik, O., & Anggraeny, Y. (2023). Teori Jean Piaget vs Lev Vygotsky dalam perkembangan anak di kehidupan bermasyarakat. Jurnal Penelitian Guru, 2(2).

Hayatunnufus, A. (2023). Pengembangan Media Pop-Up Book Alam Semesta untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Logis Anak Usia Dini. UIN Raden Intan Lampung.

Ilhami, M. W., Nurfajriani, W. V., Mahendra, A., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2024). Penerapan metode studi kasus dalam penelitian kualitatif. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(9), 462–469.

Isro, L., & Fitri, R. (2023). Permainan papan kantong pola sebagai upaya peningkatan kemampuan berpikir logis anak usia dini. JoER, 4(2), 624–632.

Karimah, J., Prayogo, M. S., Adila, Y. N., & Syafa, L. (2025). Tahapan perkembangan kognitif Piaget dalam pembelajaran IPA: Analisis kesesuaian materi perubahan wujud benda pada buku teks IPA SD kelas IV. JUPERAN, 4(2).

Kemendikdasmen. (2024). Panduan Capaian Pembelajaran Fase Fondasi. Jakarta: BSKAP Kemendikdasmen.

Monika, S., Palupi, W., & Zuhro, N. S. (2023). Profil kemampuan berpikir logis anak usia 5–6 tahun. Kumara Cendekia, 11(1).

Novitasari, Y., Filtri, H., & Herdi. (2020). Media pembelajaran bernilai ekonomis berbasis recycle system untuk pendidikan anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 813–819. https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i2.296

Piaget, J. (2002). Tingkat Perkembangan Kognitif (Terjemahan). Jakarta: Gramedia Pustaka.

Putri, N., Nirmala, & Rochimah. (2025). Upaya meningkatkan kemampuan berpikir logis melalui media apron edukatif pada anak usia 5–6 tahun di TK Mutiara Bangsa Kabupaten Bekasi. Binapatria, 20(1), 6785–6800.

Rini. (2025). Teori bermain anak usia dini menurut para ahli. Tarbiyatul Athfal, 1(1), 11–19.

Safira, D., & Sitepu, J. M. (2025). Implementasi media papan balok untuk meningkatkan kemampuan logis-matematis pada anak usia dini di RA. Aulad, 8(1), 354–363. https://doi.org/10.31004/aulad.v8i1.1013

Saldana, J., Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Sanjaya, W. (2016). Media Komunikasi Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Susanto, Wulandari, & Darsinah. (2024). Optimalisasi pembelajaran anak usia sekolah dasar melalui pemahaman teori perkembangan kognitif Jean Piaget. Pendas, 9(4), 689–706.

Wijayanti, et al. (2023). Peran teknologi di era modernisasi sangat penting dalam kehidupan sehari-hari manusia. ABATA, 3(1), 29–38.

Yusuf, R. N., Siti, N., Aulia, T., Khoeri, A., Herdiyanti, G. S., & Nuraeni, E. D. (2023). Urgensi pendidikan anak usia dini bagi tumbuh kembang anak. JPE, 1(1), 37–44.

Downloads

Published

2026-08-06