PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KARAWITAN PADA SISWA SDN SUMUR WELUT III/440 SURABAYA

Authors

  • Rizqita Faradiba Faisal Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Apri Irianto Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i03.63734

Keywords:

character education, local wisdom, karawitan extracurricular activity, character values, elementary school

Abstract

Character education is a strategic effort to shape a virtuous younger generation amid globalization, which threatens the survival of local wisdom values. This study aims to analyze the implementation of the karawitan (traditional gamelan music) extracurricular activity as a means of local-wisdom-based character education and to identify the character values developed among students at SDN Sumur Welut III Surabaya. The study draws on Thomas Lickona's theory of character education, encompassing moral knowing, moral feeling, and moral action, combined with theories of local wisdom and karawitan as a medium for character formation. A qualitative approach with a descriptive, case-study design was employed. Data were collected through interviews, participatory observation, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the karawitan extracurricular activity was implemented systematically and fostered values of religiosity, discipline, responsibility, cooperation, tolerance, and cultural pride through habituation in every practice session. However, the program still faces limited practice time and the absence of a structured character curriculum and evaluation instrument. It is concluded that the karawitan extracurricular activity is effective as a medium for local-wisdom-based character education, although its management requires more systematic strengthening.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akbar, Y. M., Burhanuddin, A., & Purnamasari, M. I. (2024). Analisis implementasi pendekatan saintifik pada program karawitan di Sekolah Dasar Negeri 2 Jetak. 1–9.

Alfianto, D., Yuliatun, & Musyadad, F. (2025). Analisis dampak ekstrakurikuler seni karawitan terhadap karakter peserta didik kelas V SD Negeri Clapar. 87–102.

Asri, O. R., Purbasari, I., & Rondli, W. S. (2025). Penguatan sikap disiplin melalui penerapan ekstrakulikuler karawitan siswa kelas V di SDN 1 Gulang. Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS, 16(1), 35–53.

Ayu, R., Fatmawati, D., & Kaltsum, H. U. (2022). Peran kegiatan ekstrakurikuler seni karawitan dalam mengembangkan karakter disiplin dan cinta tanah air siswa. Jurnal Basicedu, 6(3), 4768–4775.

Buana, Y. T., & Arisona, R. D. (2022). Internalisasi nilai-nilai kearifan lokal budaya karawitan sebagai upaya peningkatan sikap toleransi siswa MTs PGRI Gajah Sambit Ponorogo. JIIPSI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia, 2(2), 151–171. https://doi.org/10.21154/jiipsi.v2i2.1015

Damariswara, R., Wiguna, F. A., Khunaifi, A. A., Zaman, W. I., & Nurwenda, D. D. (2021). Penyuluhan pendidikan karakter adaptasi Thomas Lickona. Dedikasi Nusantara: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pendidikan Dasar, 1(1), 25–32. https://doi.org/10.29407/dedikasi.v1i1.16057

Faiz, A. (2020). Jurnal Inovasi Pembelajaran (JINoP), 1(1), 68–77. https://doi.org/10.22219/jinop.v1i1.2441

Fauzan, Z. (2024). Penanaman nilai karakter kreatif dan cinta tanah air melalui kegiatan ekstrakurikuler karawitan di SDN Srandil, Jambon, Ponorogo [Disertasi doktoral, IAIN Ponorogo].

Kemendiknas. (2011). Pelaksanaan pendidikan karakter. Jurnal Pelaksanaan Pendidikan Karakter, 1–70.

Maruti, E. S., Maskurin, M. A., Wisuda, G. S., Sari, N. E., & Sari, E. (2023). Kegiatan ekstrakurikuler karawitan: Dapatkah meningkatkan sikap cinta budaya pada siswa sekolah dasar. Paedagoria: Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan, 14(2), 153–160.

Miles, M. B., & Huberman, M. (1992). Analisis data kualitatif. Penerbit Universitas Indonesia.

Mustoip, S. (2018). Implementasi pendidikan karakter.

Permendikbud No. 62. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Menengah. 53(9), 1689–1699.

Prabowo, C., Arisyanto, P., & Damayani, A. T. (2019). Fungsi ekstrakurikuler karawitan di Sekolah Dasar Negeri Sendangguwo 01 Semarang. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 3(4), 553. https://doi.org/10.23887/jisd.v3i4.22313

Saputri, N., & Sa'adah, N. (2021). Pengembangan minat dan bakat peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler. TAUJIHAT: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 2(2), 125–141. https://doi.org/10.21093/tj.v2i2.4268

Setyawan, A. D., & Pangestuti, G. (2020). Implementasi pendidikan karakter melalui ekstrakurikuler karawitan di SD N 2 Balong. Trihayu: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an, 6(3). https://doi.org/10.30738/trihayu.v6i3.8152

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sukardi. (2003). Metodologi penelitian pendidikan: Kompetensi dan praktiknya. Bumi Aksara.

Ubaidah, S. (2014). Manajemen ekstrakurikuler dalam meningkatkan mutu sekolah. Al-Fikrah: Jurnal Kependidikan Islam IAIN Sulthan Thaha Saifuddin, 5, 56738.

Downloads

Published

2026-08-20