PENGUATAN KARAKTER KREATIF REMAJA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SANGGAR BUNGA PADI DESA PEMATANG BIARA KECAMATANPANTAI LABU

Authors

  • Lorenda Universitas Negeri Medan
  • Jubaidah Hasibuan Universitas Negeri Medan
  • Mahfuzi Irwan Universitas Negeri Medan
  • Yusnadi Universitas Negeri Medan
  • Rosdiana Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i03.62087

Keywords:

non-formal education, creative character, adolescents, local wisdom, Sanggar Bunga Padi.

Abstract

This study aims to analyze the strengthening of adolescents' creative character based on local wisdom at Sanggar Bunga Padi in Pematang Biara Village, Pantai Labu District. The research was motivated by various character-related issues among adolescents, including drug abuse, theft, declining discipline, and decreasing awareness of local culture. Sanggar Bunga Padi serves as a non-formal educational institution that utilizes arts and cultural activities as a medium for fostering adolescents' creative character through the internalization of local wisdom values. This study employed a qualitative approach using a case study design. The research participants consisted of one studio manager, one instructor, and two adolescent members selected through purposive sampling. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis followed the Miles and Huberman interactive model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The trustworthiness of the data was ensured through triangulation, prolonged engagement, and persistent observation. The findings revealed that the strengthening of adolescents' creative character at Sanggar Bunga Padi was implemented through Thomas Lickona's three components of character education: moral knowing, moral feeling, and moral action. In the moral knowing component, adolescents developed an understanding of discipline, responsibility, cooperation, creativity, and local cultural values. In the moral feeling component, they demonstrated increased self-confidence, empathy, appreciation of local culture, and motivation to create. In the moral action component, these values were reflected in disciplined behavior, responsibility, teamwork, the courage to express creative ideas, and active participation in artistic and cultural activities. Therefore, Sanggar Bunga Padi plays an effective role as a non-formal educational institution in strengthening adolescents' creative character through the internalization of local wisdom.

Keywords: non-formal education, creative character, adolescents, local wisdom, Sanggar Bunga Padi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Buku :

Agustiani, H. (2009). Psikologi perkembangan: Pendekatan ekologi kaitannya dengan konsep diri dan penyesuaian diri pada remaja. PT Refika Aditama.

Desmita. (2015). Psikologi perkembangan. PT Remaja Rosdakarya.

Kemendikbud. (2017). Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Lickona, T. (2012). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.

Mönks, F. J., Knoers, A. M. P., & Haditono, S. R. (2001). Psikologi perkembangan: Pengantar dalam berbagai pendekatannya. Gadjah Mada University Press.

Setiadi, M. (2021). Perkembangan karakter remaja di era digital. Rajawali Pers.

Sudjana. (2001). Pendidikan nonformal: Wawasan, sejarah perkembangan, falsafah & teori pendukung serta asas. Falah Production.

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kombinasi (Mixed methods). Alfabeta.

Sutarti, T. (2018). Pendidikan karakter untuk usia remaja. CV. Aksara Media Pratama.

Artikel in Press :

Oktaria, P. P. (2023). Peran Sanggar Budaya Bandakh Makhga dalam nilai-nilai pendidikan karakter (Studi pada masyarakat Tiyuh Sukadanaham Kota Bandar Lampung) [Skripsi, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung].

Sari, S. I. (2023). Pengembangan kreativitas melalui seni tari berbasis kearifan lokal pada anak usia dini di Sanggar Kartika Budaya Ambulu Jember [Skripsi, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember].

Sulfemi, W. B. (2018). Modul manajemen pendidikan nonformal. STKIP Muhammadiyah Bogor.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Wahidin, U. (n.d.). Pendidikan karakter bagi remaja.

Jurnal :

Anggriani, N. D., Sari, P. Y. P. K., Indriani, P. D., & Sulisno. (2024). Eksistensi Sanggar Seni Citra Luhur Budaya Banua dalam perkembangan seni tari di Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu. Tumanikan, 1(2), 35-39.

Aprilyautami, Padang, R. R., Rahma, S., Nabila, S., Saribu, T. W. D., & Andini, Z. D. (2025). Sanggar tari sebagai wadah pembentukan karakter: Analisis dinamika kelompok pada Sanggar Siswo Langgeng Budoyo. QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia, 4(1), 743-751.

Az-Zauri, M. Z., Asfarina, I., & Faizin, M. (2026). Integrasi teori observasi Bandura dan pendidikan nilai Lickona dalam pembentukan karakter peserta didik. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar.

Darwanti, A., Fauziati, E., Fathoni, A., & Minsih. (2025). Perspektif moral knowing Thomas Lickona pada pembentukan karakter disiplin siswa di sekolah dasar. Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan, 8(3), 1-11. https://doi.org/10.37329/cetta.v8i3.3996

Elyunusi, M. J., Rusijono, R., & Izzati, U. A. (2022). Character education of students in Pondok Modern Darussalam (PMD) Gontor in Thomas Lickona theory perspective. Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme, 4(2).

Farihi, A., Verawaty, E. V., Fitriyah, & Saputra, M. R. (2022). Pentingnya pendidikan karakter di kalangan remaja. Jurnal Mahasiswa Karakter Bangsa (JMKB), 2(1).

Hafizallah, Y. (2024). The relevance of Thomas Lickona's character education concept and its implication for Islamic education in schools. Indonesian Journal of Character Education Studies, 1(1).

Haftafilia, M. I., Suhaeb, F. W., & Darmanyanti, D. P. (2025). Peranan Sanggar Seni Wanua Masengereng terhadap pelestarian budaya lokal tari dan musik di Kabupaten Wajo. Pinisi Journal of Sociology Education Review, 5(1), 354-362.

Hidayat, S., Bachtiar, B. M., & Ardian, R. (2025). Memperkuat identitas nasional melalui generasi muda dalam melestarikan budaya lokal di Sanggar Astagiri Kabupaten Kuningan. JUPANK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan), 5(2).

Hidayati, N., & Wuryandani, W. (2020). Penanaman nilai karakter melalui pembelajaran kolaboratif di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Karakter.

Jannah, L. H. M., Az-Zahra, J. F., & Padmaningrum, D. (2025). Revitalisasi nilai karakter melalui pagelaran tari Sanggar Kinanthi Desa Kaliwedi, Kabupaten Sragen. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN), 6(2), 1766-1772.

Lindita, T., Supriyanto, & Syarifuddin. (2021). Peran Sanggar Pesona Nusantara dalam melestarikan kesenian di Kabupaten Lahat. Jurnal Seni Tari, 10(2), 141-148.

Maudia, M., Gunawan, A. S., Safithri, N. K., & Hindun. (2025). Internalization of students' moral values through the hidden curriculum: Lickona's perspective. Global Expert: Jurnal Bahasa dan Sastra, 13(2), 37-41.

Maulana, M. I. (2022). Teachers' enactments of character education: A case study in Indonesian schools. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(2).

Munawarsyah, M., & Fakhrurridha, H. (2024). Character education for teenagers in the era of Society 5.0: Thomas Lickona's perspective. EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran.

Nasution, A. A., Lubis, A. P., & Zulnaidi. (2022). Sanggar sebagai alat menumbuhkan karakter berbudaya generasi muda. TALENTA Conference Series: Local Wisdom, Social, and Arts (LWSA), 5(2), 125-130.

Nugroho, L. F., Djono, & Sariyatun. (2016). Peranan Sanggar Seni Santi Budaya dalam pelestarian budaya tradisional dan sebagai wahana pendidikan seni budaya kelas VIII SMPN 4 Sukoharjo tahun pelajaran 2015/2016. Jurnal CANDI, 14(2).

Rahmat Nur, Widaty, C., Reski, P., Azis, F., & Nursalam. (2023). Moral knowing, feeling, behavior dalam integrasi pendidikan karakter di Sekolah SMPN 24 Kota Banjarmasin. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 9(2).

Safitri, S., Juliani., Hikmah, N., Ginting, K. B., & Prabudi, M. I. (2025). Peran sanggar tari sebagai ruang tumbuh kreativitas dan semangat belajar kesenian anak-anak di Sanggar Melati Suci Binjai. Mesada: Journal of Innovative Research, 2(2), 726-736.

Sandi, A. M., Hadiwinarto, & Mishbahuddin, A. (2020). Pengaruh bimbingan kelompok berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan nilai-nilai karakter melalui seni tari di Sanggar Seni Cikak Kota Bengkulu. CONSILIA: Jurnal Ilmiah BK, 3(1), 1-10.

Susanti, S. E. (2022). Pendidikan karakter dalam membangun kecerdasan moral bagi anak usia dini perspektif Thomas Lickona. TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora, 3(1).

Susilowati, A., Fauziati, E., Rahmawati, F. P., & Rahmawati, L. E. (2023). Religious character education in term of moral knowing: A case study at an elementary school in Surakarta. Jurnal Prima Edukasia, 11(2).

Yasin. (2022). Konsep pendidikan karakter dalam pemikiran Thomas Lickona. YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya.

Yoselina, P., Afrianestia, T. N., Sari, M., Putri, R. D., Sistani, F., & Alghony, M. F. (2025). Sanggar Puti Bungo Awan sebagai penjaga budaya di tengah lesunya generasi muda. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 26496-26502.

Zulkarnaen, M. (2022). Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di era milenial. Al-Ma'arief: Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya, 4(1).

Downloads

Published

2026-08-03