PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN DEEP LEARNING DALAM PELAKSANAAN P5 PADA MATERI TEKS PROSEDUR KELAS XI AKUNTANSI DI SMK MA'ARIF NU 03 LARANGAN
DOI:
https://doi.org/10.23969/jp.v11i03.61492Keywords:
Deep Learning, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), hasil belajar, teks prosedur, Bahasa IndonesiaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode Deep Learning terhadap pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada materi teks prosedur siswa kelas XI Akuntansi SMK Ma'arif NU 03 Larangan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI Akuntansi Tahun Ajaran 2025/2026 yang ditentukan dengan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data menggunakan angket, lembar observasi, tes, dan dokumentasi. Instrumen diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data meliputi analisis deskriptif, uji normalitas, dan Independent Sample t-test berbantuan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Deep Learning berada pada kategori baik dengan rata-rata skor angket sebesar 114,62. Pelaksanaan P5 menunjukkan bahwa 15 siswa (44,12%) pada kategori baik, 13 siswa (38,24%) sangat baik, dan 6 siswa (17,64%) cukup. Selain itu, hasil post-test kelas eksperimen (82,97) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (70,84) dengan nilai signifikansi ,000 < ,05. Dengan demikian, metode Deep Learning efektif mendukung pelaksanaan P5 dan meningkatkan hasil belajar pada materi teks prosedur.
Downloads
References
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2023). Data statistik pendidikan menengah kejuruan. Kemendikbud.
Badan Pusat Statistik. (2022). Tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK. BPS Indonesia.
Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). (2021). Deep learning and student achievement: International comparative analysis. OECD.
Sari, R., & Nugroho, A. (2020). Implementasi Profil Pelajar Pancasila di SMK: Studi motivasi siswa. Jurnal Pendidikan Vokasi, 5(1), 78–92.
Zimmerman, B. J. (2002). Self-regulated learning and academic achievement: An overview. Educational Psychologist, 37(1), 1–12.
Fullan, M., Quinn, J., & McEachen, J. (2018). Deep learning: Engage the world, change the world. Thousand Oaks, CA: Corwin Press.
Hidayat, A., Rahmawati, D., & Prasetyo, B. (2022). Penerapan pembelajaran aktif dan kolaboratif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 29(2), 123–130.
Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). (2019). Future of education and skills 2030: OECD learning compass 2030. OECD Publishing.
Sari, N., & Nugroho, A. (2023). Peningkatan keterampilan menulis teks prosedur melalui model project-based learning berbasis media digital. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 11(1), 45–53.
Arifin, Z., & Retnawati, H. (2017). Pengembangan instrumen pengukur higher order thinking skills matematika siswa SMA kelas X. Pythagoras: Jurnal Pendidikan Matematika, 12(1), 47–58.
Sanjaya, W. (2022). Strategi pembelajaran berorientasi standar kompetensi. Jakarta: Kencana.
Soekamto. (n.d.). Metodologi pembelajaran. (Dikutip dalam Sanjaya, W., 2022).
Dewi. (2018). Metode pembelajaran sebagai kerangka kerja sistematis. [Sumber jurnal pendidikan].
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan pembelajaran deep learning. https://kurikulum.kemdikbud.go.id
Marton, F., & Säljö, R. (1976). On qualitative differences in learning: I—Outcome and process. British Journal of Educational Psychology, 46(1), 4–11.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
Piaget, J. (1954). The construction of reality in the child. Basic Books.
Ausubel, D. P. (1968). Educational psychology: A cognitive view. Holt, Rinehart and Winston.
Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice-Hall.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Komponen dan indikator pembelajaran deep learning. https://kurikulum.kemdikbud.go.id
Biggs, J. (1999). Teaching for quality learning at university. Open University Press.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Kurikulum Merdeka: Profil Pelajar Pancasila. https://kurikulum.kemdikbud.go.id
Zimmerman, B. J. (2002). Becoming a self-regulated learner: An overview. Theory Into Practice, 41(2), 64–70.
Sari, R., & Nugroho, A. (2020). Implementasi Profil Pelajar Pancasila di SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi, 5(1), 78–92.
Ghufron, Rini. (2014). Kreativitas dalam pemecahan masalah pendidikan. [Jurnal pendidikan].
Putri. (2022). Indikator berpikir kreatif siswa. [Sumber penelitian pendidikan].
Antika, T. L. (2022). Pengaruh bimbingan belajar orang tua dan motivasi belajar siswa terhadap tanggung jawab belajar. Brebes: Universitas Muhadi Setiabudi.
Kridalaksana. (2019). Definisi bahasa sebagai sistem lambang. Dalam H. U. Nisa. (2019). Pembelajaran Bahasa Indonesia.
Nisa, H. U. (2019). Pembelajaran Bahasa Indonesia.
Silvia. (2019). Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi UUD 1945. Dalam H. U. Nisa. (2019). Pembelajaran Bahasa Indonesia.
Sholeh. (2019). Fungsi Bahasa Indonesia dalam kehidupan berbangsa. Dalam H. U. Nisa. (2019). Pembelajaran Bahasa Indonesia.
Susanto. (2019). Tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia. Dalam H. U. Nisa. (2019). Pembelajaran Bahasa Indonesia.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Data implementasi P5 di SMK. Kemendikbudristek.
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Solikul H., M., dkk. (2025). Pengaruh implementasi deep learning terhadap peningkatan kemampuan kognitif siswa dalam Kurikulum Merdeka di SMA Yogyakarta. Jurnal Pendidikan.
Dinda W., dkk. (2025). Efek penerapan pembelajaran mendalam terhadap pengembangan karakter disiplin dan berpikir kritis pada siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar
Susanti, A., dkk. (2023). Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka untuk siswa sekolah dasar. Jurnal Kurikulum.
Camilla, P. (2024). Pengaruh Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII SMP Negeri 4 Ungaran. Jurnal Pendidikan Menengah.
Wulandari, A., dkk. (2024). Pemanfaatan Profil Pelajar Pancasila untuk membantu siswa dalam menelaah teks prosedur Bahasa Indonesia. Jurnal Bahasa Indonesia.
Julkifli, J. (2025). Pengaruh PBL berbasis deep learning terhadap penguatan karakter Profil Pelajar Pancasila dimensi kritis dan mandiri. Jurnal Pendidikan Dasar.
Prasetyo, Y., dkk. (2023). Pengembangan bahan ajar interaktif berbasis penguatan Profil Pelajar Pancasila bagi guru Sekolah Penggerak di Kabupaten Brebes. Jurnal Pengembangan Pendidikan.
Facione, P. A. (2015). Critical thinking: What it is and why it counts. Insight Assessment.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook. Sage.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke-7). Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2023). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2024). Metode penelitian kuantitatif dengan SPSS. Bandung: Alfabeta.
Emzir. (2014). Metodologi penelitian pendidikan kuantitatif. Jakarta: Pustaka Setia.
Gay, L. R. (2014). Educational research: Competencies for analysis and applications. (Dikutip dalam Emzir, 2014).
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2025). Panduan pembelajaran deep learning dan Profil Pelajar Pancasila. https://kurikulum.kemdikbud.go.id
Kemendikdasmen. (2025). Capaian pembelajaran fase F kelas XI. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Djaali. (2020). Metodologi penelitian pendidikan. Jakarta: Sinar Grafika.
Arikunto, S. (2020). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Widoyoko, S. E. P. (2025). Teknik penyusunan instrumen penelitian (Edisi revisi). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Nurgiyantoro, B. (2022). Penilaian pembelajaran bahasa berbasis kompetensi. Yogyakarta: BPFE.
Randall, & MMM. (2014). Hybrid approach in deep learning methodology. [Jurnal pendidikan].
Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (Eds.). (2001). A taxonomy for learning, teaching, and assessing: A revision of Bloom’s taxonomy of educational objectives. Longman.
Amiruddin. (2022). Pengantar evaluasi pendidikan. [Penerbit tidak disebutkan].
Ssongko. (2014). Statistik penelitian pendidikan. [Penerbit tidak disebutkan].
Arikunto, S. (2013). Dasar-dasar evaluasi pendidikan (Edisi ke-2). Jakarta: Bumi Aksara.
Santoso, S. (2015). Buku pintar SPSS versi 22. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Raharjo, S. (2014). Panduan analisis data dengan SPSS. [Penerbit tidak disebutkan].
Purnawijaya, & Siwalankerto. (2019). Analisis regresi dalam penelitian pendidikan. [Jurnal atau buku pendidikan].
Jiang, R. (2022). Understanding, investigating, and promoting deep learning in language education: A survey on Chinese college students’ deep learning in the online EFL teaching context. Frontiers in Psychology, 13, 955565.
Nurhayati, N., Mustaqimah, N., Usman, N. F., & Munawwarah. (2024). Analisis pemahaman calon guru IPA dalam menyusun modul ajar (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) pada Kurikulum Merdeka. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 9(2), 1135–1140.
Prasetyo, A., & Widodo, S. (2024). Pengaruh metode pembelajaran Deep Learning terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa.
Sølvik, R. M., & Glenna, A. E. H. (2022). Teachers’ potential to promote students’ deeper learning in whole-class teaching: An observation study in Norwegian classrooms. Journal of Educational Change, 23(3), 343–369.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.