MENINGKATKAN KETERAMPILAN KERJASAMA DAN INTERAKSI SOSIAL ANAK MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL CUK-CUK BIMBI PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK PERTIWI RANTING MARTAPURA

Authors

  • isnaniah Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Uswatun Nisa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Muhammad yusuf Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Noor Baiti Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i03.61339

Keywords:

cooperation, social interaction, cuk-cuk bimbi traditional game

Abstract

Cooperation and social interaction are essential aspects of early childhood social development that should be fostered through developmentally appropriate learning activities. This study aimed to improve the cooperation and social interaction skills of Group B kindergarten children through the implementation of the traditional game Cuk-Cuk Bimbi at TK Pertiwi Ranting Martapura. The study employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection. The participants were 15 children aged 5–6 years. Data were collected through observation and analyzed using descriptive quantitative analysis. The findings revealed that the implementation of the traditional game Cuk-Cuk Bimbi gradually improved children's cooperation and social interaction skills across each cycle. The percentage of children achieving the Developing as Expected (BSH) and Very Well Developed (BSB) categories increased from 33.3% in Cycle I Meeting 1 to 53.3% in Cycle I Meeting 2, then to 86.6% in Cycle II Meeting 1, and finally reached 100% in Cycle II Meeting 2. These findings indicate that the traditional game Cuk-Cuk Bimbi, supported by teacher scaffolding, is effective in improving young children's cooperation and social interaction through interactive, enjoyable, and child-centered learning activities.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adi, B. S., Sudaryanti, & Muthmainah. (2020). Implementasi permainan tradisional dalam pembelajaran anak usia dini sebagai pembentuk karakter bangsa. Jurnal Pendidikan Anak, 9(1), 33–41. https://doi.org/10.21831/jpa.v9i1.31375

Andrianie, P. S., & Yuniati, R. (2016). Efektivitas permainan tradisional untuk meningkatkan keterampilan sosial pada anak usia dini. Jurnal Psikohumanika, 8(1), 63–77. https://doi.org/10.31001/j.psi.v8i1.459

Aqobah, Q. J., Ali, M., Decheline, G., & Raharja, A. T. (2020). Penanaman perilaku kerjasama anak usia dini melalui permainan tradisional. Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus), 5(2), 134–142. http://dx.doi.org/10.30870/e-plus.v5i2.9253

Arifin, K., dkk. (2023). Perkembangan anak usia dini. Seroja: Jurnal Pendidikan, 2(5), 340–349. https://doi.org/10.572349/seroja.v2i5.1523

Ariyanti, T. (2016). Pentingnya pendidikan anak usia dini bagi tumbuh kembang anak. Dinamika: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(1), 50–58. https://doi.org/10.30595/dinamika.v8i1.943

Baiti. N, (2020). "Desain Pengelolaan Lingkungan Bermain dalam Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak," Generasi Emas: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini 3, no. 2 : 98-106 https://doi.org/10.25299/jge.2020.vol3(2).5599

Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice-Hall.

Hughes, F. P. (1999). Children, play, and development. Allyn & Bacon.

Hurlock, E. B. (1978). Perkembangan anak (Meitasari Tjandrasa, Penerj.). Erlangga.

Khairunnisa. (2022). Pembelajaran bahasa melalui permainan tradisional Banjar Cuk-Cuk Bimbi dan Ampar-Ampar Pisang. Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 1(1), 316–326.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. Kemendikbud.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. (2025). Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2025 tentang Standar Kompetensi Lulusan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Kemendikdasmen.

Kurniati, E. (2016). Permainan tradisional dan perannya dalam mengembangkan keterampilan sosial anak. Kencana.

Latifah, (2024). "Permainan Tradisional dalam Meningkatkan Motorik Kasar Anak Usia Dini," PrimEarly: Jurnal Kajian Pendidikan Dasar dan Anak Usia Dini 8, no. 2. hlm 58-61 https://doi.org/10.37567/primearly.v8i2.3814

Mulyani, N. (2016). Super asyik permainan tradisional anak Indonesia. Diva Press.

Ngaisah, C., Cahyati, N., dkk. (2023). Permainan tradisional kelereng dan perannya dalam mengembangkan keterampilan sosial anak. Jurnal Ilmiah Potensia, 8(1), 103–113. https://doi.org/10.33369/jip.8.1.103-113

Nur, H. (2013). Membangun karakter anak melalui permainan anak tradisional. Jurnal Pendidikan Karakter, 3(1), 89–92. https://doi.org/10.21831/jpk.v0i1.1290

Nurhayati, S., Pratama, M. M., & Wahyuni, I. W. (2020). Perkembangan interaksi sosial dalam meningkatkan kemampuan sosial emosional melalui permainan congklak pada anak usia 5–6 tahun. Jurnal Buah Hati, 7(2), 125–136. https://doi.org/10.46244/buahhati.v7i2.1146

Parten, M. B. (1932). Social participation among preschool children. The Journal of Abnormal and Social Psychology, 27(3), 243–269. https://doi.org/10.1037/h0074524

Piaget, J. (1962). Play, dreams and imitation in childhood. W. W. Norton & Company.

Rahayu, D., Hamid, S. I., & Sutini, A. (2016). Peningkatan keterampilan sosial anak usia dini melalui permainan tradisional. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 86–92. https://doi.org/10.17509/cd.v7i2.10527

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Sujiono, Y. N. (2013). Konsep dasar pendidikan anak usia dini. Indeks.

Tedjasaputra, M. S. (2001). Bermain, mainan, dan permainan untuk pendidikan anak usia dini. Grasindo.

Umami, D. W., Zulkarnaen, M., Baiti, N., & Syakura, M. A. (2024). Pengaruh Pola Asuh Orang Tua dan Jumlah Saudara Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak pada TK di Kelurahan Sungai Andai Banjarmasin Utara. JIEEC (Journal of Islamic Education for Early Childhood), 6(1), 109-119. https://doi.org/10.30587/jieec.v6i1.11724

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.

Wahyu, A., & Rukiyati. (2022). Studi literatur: Permainan tradisional sebagai media alternatif stimulasi perkembangan anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 11(2), 130–138. https://doi.org/10.21831/jpa.v11i2.51524

Wijayanti, R. (2018). Permainan tradisional sebagai media pengembangan kemampuan sosial anak. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 51–56. https://doi.org/10.17509/cd.v5i1.10496

Downloads

Published

2026-07-15