Analisis Pelaksanaan Program PIS-PK Terhadap Indikator Pengobatan Teratur Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kuala Tungkal II Tahun 2025

Authors

  • Ermawaty Karo-karo Prodi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia Maju
  • Nina Prodi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia Maju

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i03.60897

Abstract

The Healthy Indonesia Program with Family Approach (PIS-PK) is a national strategy to improve public health through family-based interventions. A crucial problem in this program is hypertension patients' adherence to regular treatment. In the working area of Puskesmas Kuala Tungkal II, the achievement of this indicator was only 38.77% in 2024, far from the 100% national target. This study aims to analyze the implementation of the PIS-PK Program on the regular treatment indicator for hypertension patients based on input, process, and output aspects. This study applied a qualitative approach with a phenomenological design. The informants included the head of the community health center, program managers, implementing doctors, and ten purposively selected hypertension patients. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document reviews. The results indicate that although health services are accessible, obstacles such as distance and transportation dependency persist. Posbindu PTM is available but not entirely active, and health education remains unstructured. Furthermore, the medication adherence monitoring system, physical activity promotion, and smoking cessation counseling have not functioned optimally due to limited manpower, funds, and facilities. In conclusion, the PIS-PK implementation is not yet optimal. Strengthening education, cadre training, and continuous monitoring are highly required to improve hypertension patients' medication adherence.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adisasmito, W., Nugroho, R., & Kristiani, Y. (2019). Kinerja Kader Posbindu PTM dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 7(1), 50–547. https://e-journal.unair.ac.id/JAKI

Adnyani, K., Sumada, I., & Wirata, G. (2023). Evaluasi Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK) Pada Indikator Hipertensi di Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Jurnal Pendidikan Tambusai (Atau J Pendidik Tambusai), 7(3), 21972–21978.

Andersen, R. (1995). Revisiting the Behavioral Model and Access to Medical Care: Does it Matter? Journal of Health and Social Behavior, 36(1), 1–10.

Azrul, A. (2010). Pengantar Administrasi Kesehatan. Binarupa Aksara.

Bosworth, H., Olsen, M., Grubber, J., Neary, A., Orr, M., & Powers, B. (2009). Two Self-Management Interventions To Improve Hypertension Control: A Randomized Trial. Annals of Internal Medicine, 151(10), 687–695.

Damayanti, R., Kurniasih, D., & Arifin, H. (2019). The Role of Health Cadres in Improving Community Participation in Non-Communicable Disease Control Programs. Jurnal Promkes, 7(1), 11–17.

Danim, S. (2023). Menjadi Peneliti Kualitatif. CV. Pustaka Setia.

Dewi, R., & Rachmawati, C. (2020). Pemberdayaan kader kesehatan melalui pelatihan diet DASH dalam pengelolaan hipertensi. Jurnal Promkes, 8(1), 64–72.

Emzir. (2023). Metodologi Penelitian Pendidikan Kuatitatif & Kualitatif. Rajawali Pers.

Fitriyani, L., Sulaeman, E., & Martini, S. (2020). Implementasi program aktivitas fisik di Puskesmas sebagai upaya promotif dan preventif penyakit tidak menular. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 30(2), 75–82.

Glanz, K. L., & Dkk. (2008). Health Behavior And Health Education (Theory, Research, and Practice) (4th ed.). John Wiley & Sons. INC.

Green, L., & Kreuter, M. (2005). Health Program Planning: An Educational and Ecological Approach (4th ed.). McGraw-Hill.

Hasibuan, F., Tarigan, H., & Pinem, S. (2019). Komunikasi interpersonal petugas kesehatan dalam meningkatkan kesadaran hipertensi. Jurnal Komunikasi Kesehatan, 7(3), 213–221.

Hasnawati, N., Syahrir, S., & Bukhari, A. (2021). Pengaruh edukasi terhadap pengetahuan dan perilaku diet rendah garam pada penderita hipertensi di Puskesmas Mamajang Makassar. Jurnal Gizi Dan Kesehatan Tropis (J Gizi Kesehat Trop), 9(1), 13–19.

Kemenkes RI. (2017). Pedoman Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK). Kemenkes RI.

Kemenkes RI. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI).

Kristianto, H., Susilo, D., & Lestari, T. (2020). Intervensi promosi kesehatan tentang diet rendah garam melalui pendekatan lintas sektor di Surabaya. Media Gizi Indonesia, 15(2), 90–98.

Kusnanto, K. (2022). Analisis Implementasi Kebijakan Program Kesehatan Nasional di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP): Pendekatan Top-Down. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia : JKKI, 11(2), 89–98.

Lestari, W., Suryani, T., & Prabandari, Y. (2021). Perceptions and adherence in hypertension management: A qualitative study in Indonesian primary care. BMC Family Practice, 22(1), 173.

Muflikhah, A., & Yulianti, E. (2018). Hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan perilaku diet rendah garam pada pasien hipertensi. Jurnal Kesehatan Komunitas, 6(3), 147–153.

Mulyani, E., Nurmansyah, M., Jannah, A., & Mustika, R. (2020). Sistem Rujukan Berjenjang dalam Pelayanan Hipertensi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 9(2), 61–70.

Nasution, N., Hidayati, T., & Ramadhani, R. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi keterlibatan masyarakat dalam kegiatan olahraga massal di desa. Jurnal Kesehatan Komunitas, 7(3), 125–131.

Nindya, T., Fiati, R., & Irawati, A. (2019). Strategi diet rendah garam pada pasien hipertensi: edukasi berbasis praktik. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 16(1), 22–30.

Nurhayati, D., Sari, R., & Mahendradhata, Y. (2020). Efektivitas edukasi kesehatan melalui komunikasi langsung dalam meningkatkan kepatuhan pasien hipertensi. Jurnal Promkes, 8(2), 145–152.

Pender, N., Murdaugh, C., & Parsons, M. (2010). Health Promotion in Nursing Practice (6th ed.). Pearson.

Permana, A., Setiawan, A., & Yunita, I. (2022). Analisis Ketersediaan Layanan Konseling Berhenti Merokok di Puskesmas. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 17(2), 89–96.

Qowiyyum, E. (2020). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga ( PIS-PK ) untuk Meningkatkan Akses Pelayanan Kesehatan di Wilayah Puskesmas (Studi Kasus Puskesmas Pulo LOR, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang). Publika.

Rusdian, E., & Widiarini, R. (2020). Evaluasi Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga (Pis-Pk): Studi Kasus Di Tingkat Puskesmas Evaluation of the Healthy Indonesia Program With the Family Approach (Pis-Pk): a Case Study At Primary Health Service. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia : JKKI (Atau J Kebijak Kesehat Indones JKKI), 9(1), 1–8.

Saraswati, M., Hapsari, E., & Suwondo, A. (2020). Availability and Sustainability of Posbindu PTM Activities in Rural Areas. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 15(2), 123–130.

Sari, T., Purnamasari, D., & Wahyuni, C. (2019). Analisis motivasi masyarakat usia produktif dalam mengikuti kegiatan senam di wilayah kerja Puskesmas. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14, 13–20.

Susanti, A., Kurniawan, H., & Andayani, T. (2020). Peran Tenaga Kesehatan dalam Program Pengendalian Tembakau. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 9(3), 133–140.

Tungkal, P. (2024). Data PIS-PK Kuala Tungkal II.

Widyastuti, M., Anggraini, D., & Nugroho, P. (2021). Efektivitas Konseling Intensif untuk Berhenti Merokok di FKTP. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 16(1), 45–52.

Wulandari, R., Syahrul, & Lestari, F. (2020). Peran Kader Kesehatan dalam Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 15(2), 75–81.

Yuliana, S., Harsoyo, S., & Sari, N. (2021). Efektivitas Posbindu PTM dalam Deteksi Dini Hipertensi di Wilayah Perdesaan. Media Gizi Indonesia, 16(1), 45–50.

Downloads

Published

2026-06-19