PENONAKTIFAN 11 JUTA PESERTA PBI BPJS KESEHATAN BERDASARKAN UU NO. 40 TAHUN 2004 TENTANG SJSN PASAL 17 AYAT (4) DAN UU NO. 24 TAHUN 2011 TENTANG BPJS PASAL 11 HURUF C

Authors

  • Mutiara Hayulina Hidayah Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia
  • Silsabilah Laila Ilmaghnum Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia
  • Puji Rahmawati Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia
  • Irfan Ali Baihaqi Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i03.60574

Keywords:

Participant Deactivation, PBI BPJS Kesehatan, SJSN Law, BPJS Law, Legal Certainty, Penonaktifan Peserta, PBI BPJS Kesehatan, UU SJSN, UU BPJS, Kepastian Hukum

Abstract

This study aims to analyze the legality, legal certainty, and implications of the simultaneous deactivation policy affecting approximately 11 million Health Contribution Assistance Recipients (PBI) of BPJS Kesehatan in early February 2026 based on the Decree of the Minister of Social Affairs Number 3/HUK/2026. This research employs a normative juridical approach examined through three analytical frameworks: the theory of statutory analysis, the theory of public welfare, and the public policy theory. The analysis focuses on the compliance of this administrative action with Article 17 Paragraph (4) of Law Number 40 of 2004 concerning the National Social Security System (SJSN) and Article 11 Letter c of Law Number 24 of 2011 concerning BPJS. The findings indicate that legally, the data updating and deactivation policy for participants who no longer meet the economic criteria can be justified as an implementation of BPJS's supervisory function to ensure targeted state budget efficiency. However, the execution of mass deactivation without adequate socialization, valid data accuracy, and a clear transition mechanism potentially violates citizens' constitutional rights to health security and social welfare. Therefore, the government and BPJS Kesehatan are obligated to provide re-verification procedures, easily accessible complaint mechanisms, and transparent participant reactivation systems to guarantee social justice and legal certainty for vulnerable groups.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 150.

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 116.

Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2012 tentang Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan.

Peraturan Menteri Sosial Nomor 21 Tahun 2019 tentang Persyaratan dan Tata Cara Perubahan Data Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan.

Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 3/HUK/2026 tentang Penetapan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Tahun 2026.

Asshiddiqie, Jimly. Hukum Tata Negara dan Pilar-Pilar Demokrasi. Jakarta: Sinar Grafika, 2011.

Dye, Thomas R. Understanding Public Policy. 14th ed. New Jersey: Pearson, 2013.

Hadjon, Philipus M. Perlindungan Hukum Bagi Rakyat di Indonesia. Surabaya: Bina Ilmu, 1987.

Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum. Edisi Revisi. Jakarta: Kencana, 2019.

Ridwan HR. Hukum Administrasi Negara. Jakarta: Rajawali Pers, 2016.

Soekanto, Soerjono. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum. Depok: Rajawali Pers, 2014.

Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar. Depok: Rajawali Pers, 2017.

Soekanto, Soerjono dan Sri Mamudji. Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: Rajawali Pers, 2015.

Sri Mulyani, et al. Kajian Ekonomi dan Keuangan: Jaminan Sosial Nasional. Jakarta: Kementerian Keuangan RI, 2020.

Alhumaira, Nanda dan Samrenaldy. "Analisis Hukum Kebijakan Penonaktifan BPJS Kesehatan bagi Kepesertaan PBI." Jurnal Hukum dan Sosial, Vol. 2 No. 1 (2026): 1–20.

Kaban, Cyndi Regina. "Analisis Yuridis Terhadap Pelindungan Konsumen BPJS Kesehatan dalam Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Simalingkar Medan." Jurnal Ilmu Hukum, Vol. 7 No. 2 (2024): 40–60.

Lisa, Merdian, Wahyu Rialdo, dan Rahmi Erwin. "Perlindungan Hukum Peserta PBI BPJS Nonaktif dalam Pemenuhan Hak Pelayanan Kesehatan." Human Care Journal, Vol. 1 No. 1 (2026): 1–18.

Nurhayati, Yati dan Ifrani. "Kedudukan Hukum Kebijakan Jaminan Sosial dalam Perspektif Hak Asasi Manusia." Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, Vol. 28 No. 2 (2021): 315–335.

Prasetyo, Hendri dan Widodo Sutomo. "Implementasi Prinsip Keadilan Sosial dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional." Jurnal Hukum dan Pembangunan, Vol. 52 No. 1 (2022): 45–62.

Siregar, Aida Fitriani. "Perlindungan Hukum terhadap Peserta Jaminan Kesehatan Nasional yang Tidak Puas terhadap Pelayanan BPJS Kesehatan." Soumatera Law Review, Vol. 2 No. 1 (2019): 1–19.

Nanda Alhumaira dan Samrenaldy, “Analisis Hukum Kebijakan Penonaktifan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan) Bagi Kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI),” Jurnal Ilmiah Cendekia Nusantara, Vol. 3, No. 1 (2026), hlm. 305–306.

Solechan, “Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Sebagai Pelayanan Publik,” Administrative Law & Governance Journal, Vol. 2, No. 4 (2019), hlm. 686–687.

Sumber Lain

BPJS Kesehatan. Siaran Pers: Pemutakhiran Data Peserta PBI JK. Jakarta: BPJS Kesehatan, Februari 2026.

Kementerian Sosial RI. Pedoman Teknis Pendataan dan Penetapan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan. Jakarta: Kemensos, 2025.

Downloads

Published

2026-07-21