EFEKTIVITAS PENGELOLAAN FUNGSI PASAR TERHADAP AKTIVITAS PERDAGANGAN DI PASAR TRADISIONAL DWIKORA, KELURAHAN SUKADAME, KECAMATAN SIANTAR UTARA, KOTA PEMATANGSIANTAR

Authors

  • Putri Roito Lumbantobing Universitas Negeri Medan
  • Muhammad Ridha Syafii Damanik Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i03.60570

Keywords:

market management effectiveness; trading activity; traditional market; economic geography

Abstract

Traditional markets are a critical node in the urban spatial system, functioning as centers of goods distribution, social interaction, and local economic activity, so that the effectiveness of their management is closely related to the sustainability of trading activity. This study aims to (1) analyze the effect of market function management effectiveness on trading activity at Dwikora Traditional Market, Pematangsiantar City, and (2) identify the supporting and inhibiting factors of that effectiveness. A quantitative method was used with a population of 1,974 active traders and a sample of 95 respondents determined using the Slovin formula and simple random sampling. Data were collected through a Likert-scale questionnaire, interviews, observation, and documentation, then analyzed using validity and reliability tests, factor analysis, categorical analysis, simple linear regression, t-test, F-test, and the coefficient of determination. The results show that market management effectiveness falls into the effective category (mean = 2.733) and trading activity into the high category (mean = 2.916). The regression analysis yields Y = 1.229 + 0.617X with R = 0.703, R Square = 0.495, and t-test and F-test significance of 0.000 (p < 0.05), indicating that market management effectiveness has a positive and significant effect on trading activity and explains 49.5% of its variation. Supporting factors include commodity completeness, affordable prices, available toilets, routine waste collection, and trader supervision, while inhibiting factors include poor drainage, disorganized parking, uneven cleanliness, inconsistent stall arrangement, and limited maintenance budgets. This study recommends strengthening market governance and improving infrastructure so that trading activity can develop more optimally and sustainably.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aliyah, I. (2017). Pemahaman konseptual pasar tradisional di perkotaan. Cakra Wisata, 18(2).

Aliyah, I., Setioko, B., & Pradoto, W. (2017). Spatial variety and distribution of traditional markets in Surakarta as potential factors in improving spatial-based management. Geoplanning: Journal of Geomatics and Planning, 4(1), 63–74. https://doi.org/10.14710/geoplanning.4.1.63-74

BPS Kota Pematangsiantar. (2025). Kecamatan Siantar Utara dalam angka 2025. Badan Pusat Statistik Kota Pematangsiantar.

Brata, I. B. (2016). Pasar tradisional di tengah arus budaya global. Jurnal Ilmu Manajemen, 6(1), 1–12.

Ciadi, Y. M., & Putra, B. A. (2025). Understanding shoppers' decision-making process in traditional markets in Indonesia. Journal of Regional and City Planning, 36(1), 59–73. https://doi.org/10.5614/jpwk.2025.36.1.4

Erfiyana, R., Iskandar, D., & Hermana, D. (2023). Pengaruh pelaksanaan kebijakan revitalisasi pasar tradisional terhadap manajemen pasar dalam mewujudkan efektivitas pendapatan pedagang di Pasar Limbangan Kabupaten Garut. Jurnal Ilmu Administrasi.

Ginting, R. L. E. B., & Hanani, R. (2024). Implementasi kebijakan pengelolaan pasar tradisional di Pasar Tavip Kota Binjai Sumatera Utara. Journal of Public Policy and Management Review, 13(3), 315–340.

Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2019). Multivariate data analysis (8th ed.). Cengage Learning.

Kementerian Kesehatan RI. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2020 tentang Pasar Sehat. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 803.

Kementerian Perdagangan RI. (2021). Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2021 tentang Pedoman Pembangunan dan Pengelolaan Sarana Perdagangan. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 277.

Muin, A. (2023). Metode penelitian kuantitatif. Literasi Nusantara.

Nurhayati, S. F. (2014). Pengelolaan pasar tradisional berbasis musyawarah untuk mufakat. Benefit: Jurnal Manajemen dan Bisnis, 18(1), 49–56.

Pasciana, R., Harlis, F. P., & Safira, L. N. (2023). Implementasi kebijakan pengelolaan pasar di UPTD Pasar Cikajang Kabupaten Garut. Jurnal Administrasi Publik, 23–43.

Pemerintah Kota Pematangsiantar. (2014). Peraturan Daerah Kota Pematangsiantar Nomor 5 Tahun 2014 tentang Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya.

Permatasari, K. N., & Setiawina, N. D. (2024). Efektivitas dan dampak revitalisasi pasar tradisional terhadap pendapatan pedagang dan jumlah kunjungan. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, 13(4), 707–717.

Rahantoknam, S., Tondobala, L., & Tarore, R. C. (2015). Pemanfaatan ruang para pedagang di Pasar Tradisional Bahu, Manado dan pengaruhnya terhadap kondisi aksesibilitas kawasan. Spasial, 2(3), 131–141.

Rasmita, R., Aminudin, A., & Roeliana, L. (2021). Evaluasi kebijakan pengelolaan Pasar Panorama di Kota Bengkulu. Jurnal Dinamika Manajemen dan Kebijakan Publik (DMKP), 1(1), 25–31.

Rio, B., Ulimaz, M., & Diyah, E. (2020). Strategi pengembangan Pasar Waru di Kabupaten Penajam Paser Utara berdasarkan faktor kenyamanan berbelanja. Jurnal Ruang, 6(2), 112–120.

Rohman, A., & Larasati, D. C. (2023). Revitalisasi pasar rakyat sebagai upaya menjaga eksistensi pasar tradisional. Anterior Jurnal.

Rustiana. (2022). Implementasi kebijakan penataan dan pembinaan pasar tradisional di Kecamatan Samarang Kabupaten Garut (Studi Pasar Wisata Samarang). Jurnal Ilmu Pemerintahan.

Sadilah, E., Ariani, C., Herawati, I., Moertjipto, & Sukari. (2011). Eksistensi pasar tradisional: Relasi dan jaringan pasar tradisional di Kota Semarang, Jawa Tengah. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Saputra, T., Sofiani, N., & Frinaldi, A. (2023). Literatur review: Analisa kebijakan pengelolaan pasar tradisional publik. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 8(2), 491–497.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sulaona, R. S. B. K., Ballo, F. W., & Tiwu, M. I. H. (2024). Pengaruh aksesibilitas dan fasilitas pasar terhadap pendapatan pedagang di Pasar Pada Lewoleba. Kajian Ekonomi dan Akuntansi Terapan, 1(2), 186–199. https://doi.org/10.61132/keat.v1i2.194

Sulman, Indriyati, E., Ethelbert, & Molan. (2024). Evaluation of market governance towards a fair, efficient, and sustainable market: Case study of Oeba Market, Kupang City.

Unud. (2025). Dampak program revitalisasi pasar terhadap peningkatan pendapatan pedagang di Pasar Petang Kabupaten Badung. Universitas Udayana.

Utomo, B., Abdullah, S., & Ardiansyah, I. (2023). Implementasi pasar tradisional sehat di Kabupaten Banyumas dan dampak Pandemi Covid-19. Keslingmas, 42(2), 95–105. https://doi.org/10.31983/keslingmas.v42i2.9594

Widodo, S., Ladyani, F., Asrianto, L. O., Rusdi, R., Khairunnisa, Lestari, S. M. P., Wijayanti, D. R., Devriany, A., Hidayat, A., Dalfian, Nurcahyati, S., Sjahriani, T., Armi, Nurul Widya, & Rogayah. (2023). Buku ajar metode penelitian. CV Science Techno Direct.

Downloads

Published

2026-07-28