Persepsi Mahasiswa Kelas 4-D Prodi PGSD Universitas Nusa Cendana Terhadap Pelaksanaan Perkuliahan Jarak Jauh selama Kebijakan Work From Home
DOI:
https://doi.org/10.23969/jp.v11i03.59422Keywords:
persepsi mahasiswa, pembelajaran jarak jauh, Work From Home, strategi pembelajaran, studi kasus kualitatifAbstract
Kebijakan Work From Home (WFH) yang ditetapkan pemerintah Indonesia mulai April 2026 sebagai respons terhadap gejolak ekonomi global mendorong penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di lingkungan perguruan tinggi, termasuk di Universitas Nusa Cendana. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi mahasiswa Kelas 4-D Prodi PGSD terhadap pelaksanaan PJJ, mengidentifikasi
kendala yang dihadapi, dan menganalisis strategi pembelajaran dosen dalam mendorong keaktifan mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi terhadap 15 mahasiswa yang dipilih dengan teknik purposive sampling, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman (1994) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa bersifat beragam: mayoritas (10 dari 15) menilai PJJ kurang efektif, terutama untuk aspek praktik keguruan, meskipun 9 mahasiswa mengakui nilai positif berupa fleksibilitas waktu dan tempat. Kendala paling dominan adalah ketidakstabilan jaringan internet (14 dari 15), diikuti kondisi lingkungan belajar di rumah yang kurang kondusif (9 dari 15), dan berkurangnya kualitas interaksi akademik (5 dari 15). Strategi dosen berupa ceramah daring, presentasi kelompok, dan tanya jawab dinilai belum cukup mendorong keaktifan seluruh mahasiswa secara merata. Seluruh informan menyatakan preferensi terhadap pembelajaran tatap muka dan menyarankan penerapan model blended learning sebagai pendekatan yang lebih optimal.
Downloads
References
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications. https://www.ucg.ac.me/skladiste/ blog_609332/objava_105202/fajlo vi/Creswell.pdf
Fadhilatunisa, D., Ananda, R., & Nurhasanah, N. (2020). Blended learning sebagai model pembelajaran pada masa pandemi COVID-19. Jurnal Pendidikan, 5(2), 112–120. https://doi.org/10.31004/basicedu
.v5i4.1137
Kuntarto, E. (2017). Keefektifan model pembelajaran daring dalam perkuliahan bahasa Indonesia di perguruan tinggi. Indonesian Language Education and Literature, 3(1), 99–110. http://www.syekhnurjati.ac.id/jurn al/index.php/jeill/article/view/1820
Latip, A. (2020). Peran literasi teknologi informasi dan komunikasi pada pembelajaran jarak jauh di masa pandemi COVID-19. EduTeach: Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran, 1(2), 108–116. https://doi.org/10.37859/eduteach
.v1i2.1956
Majid, A. (2013). Strategi pembelajaran. PT Remaja Rosdakarya. https://www.rosda.id/strategi-pembelajaran/
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). SAGE Publications. https://www.metodos.work/wp-content/uploads/2024/01/Qualitati ve-Data-Analysis.pdf
Nata, A. (2014). Perspektif Islam tentang strategi pembelajaran. Kencana. https://share.google/I7U6QjMloJ mBgA0Nz
Puspitorini, F. (2020). Strategi pembelajaran di perguruan tinggi pada masa pandemi COVID-19. Jurnal Kajian Ilmiah, 20(1), 99–108.
https://doi.org/10.31599/jki.v1i1.2 74
Salsabila, U. H., Lestari, W. M., Habibah, R., & Andaresta, O. (2020). Pemanfaatan teknologi. https://doi.org/10.31004/basicedu.v 6i1.2022
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.