ANALISIS KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA MATERI BILANGAN DESIMAL PADA SISWA KELAS 5 SDN 1 TRENCENG KABUPATEN TULUNGAGUNG
DOI:
https://doi.org/10.23969/jp.v11i03.58874Keywords:
Decimal Numbers, Descriptive Qualitative Research, Elementary School, Learning Difficulties, MathematicsAbstract
Mathematics is often perceived as a difficult, abstract, and intimidating subject by elementary school students, particularly on decimal number material which requires accurate understanding of place value, arithmetic operations, and fraction-to-decimal conversion. Preliminary observations in the fifth grade of SDN 1 Trenceng, Tulungagung Regency, revealed that many students still struggled to understand the concept of place value, differentiate between tenths and hundredths, and convert fractions into decimal form. This study aims to describe and analyze the mathematics learning difficulties experienced by fifth-grade students of SDN 1 Trenceng on decimal number material, covering difficulties in understanding concepts, applying principles, and solving problems based on Cooney's theory. This research employed a descriptive qualitative approach involving 18 fifth-grade students as subjects. Data were collected through a ten-item essay test, observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing, with data validity examined through technique triangulation. The results showed that students' mathematics learning difficulties fell into the very high category at 44%, comprising difficulty understanding concepts (48.6%, high category), difficulty applying principles (51.3%, high category), and difficulty solving problems (35.25%, very high category) as the most dominant indicator. These findings indicate that students' difficulties stem from weak foundational conceptual understanding, highlighting the need for more responsive learning strategies, particularly in strengthening place value concepts and contextual word problem solving.
Keywords: Decimal Numbers, Descriptive Qualitative Research, Elementary School, Learning Difficulties, Mathematics
ABSTRAK
Matematika sering dianggap sebagai pelajaran yang sulit, abstrak, dan menakutkan oleh siswa sekolah dasar, khususnya pada materi bilangan desimal yang menuntut pemahaman nilai tempat, operasi hitung, serta konversi pecahan-desimal secara tepat. Hasil observasi awal di kelas V SDN 1 Trenceng Kabupaten Tulungagung menunjukkan masih banyak siswa yang keliru dalam memahami konsep nilai tempat, membedakan nilai persepuluh dan perseratus, serta mengubah pecahan menjadi bentuk desimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kesulitan belajar matematika pada materi bilangan desimal yang dialami siswa kelas V SDN 1 Trenceng, mencakup kesulitan memahami konsep, menerapkan prinsip, dan menyelesaikan masalah berdasarkan teori Cooney. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 18 siswa kelas V. Data dikumpulkan melalui tes uraian sebanyak 10 butir soal, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles and Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan kesulitan belajar matematika siswa berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase 44%, terdiri atas kesulitan memahami konsep (48,6%, kategori tinggi), kesulitan menerapkan prinsip (51,3%, kategori tinggi), dan kesulitan menyelesaikan masalah (35,25%, kategori sangat tinggi) sebagai indikator paling dominan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kesulitan siswa bersumber dari lemahnya pemahaman konseptual dasar, sehingga diperlukan penguatan pembelajaran yang lebih responsif terhadap kebutuhan siswa, khususnya pada konsep nilai tempat dan penyelesaian soal cerita kontekstual.
Kata Kunci: Bilangan Desimal, Kesulitan Belajar, Matematika, Penelitian Kualitatif Deskriptif, Sekolah Dasar
Downloads
References
Afriyansyah, E. A., Ilma, R., & Putri, I. (n.d.). Konsep Nilai Tempa Pada Operasi Penjumlahan Bilangan Desimal Di Kelas V Sekolah Dasar.
Aisy, N. M. R., Mulyono, & Walid. (2022). Analysis of students difficulties in mathematics problem-solving ability on number pattern material. Jurnal Pijar Mipa, 17(6), 706–711. https://doi.org/10.29303/jpm.v17i6.4149
Amelia, N. N. (2024). Analisis kesulitan belajar matematika peserta didik dalam menyelesaikan soal cerita di Kelas VB SDN Karang Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten Tahun 2023. 449, 207-213.
Andriani, T., Supratman, & Lestari, P. (2023). Analisis Kesulitan Belajar Menurut Cooney pada Materi Bentuk Aljabar ditinjau dari Kecemasan Matematis Peserta Didik. Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education, 8(1), 62–71. https://doi.org/10.23969/symmetry.v8i1.7621
Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Maghfiroh, D., & Wahyuningsih, R. (2024). Elementary Education Issues Elementary School Students ’ Ability to Solve Mathematical Story. Jenius: Journal of Education Policy and Elementary Education Issues, 5(2), 106–120.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nengsih, G. A., & Pujiastuti, H. (2021). Analisis Kesulitan dalam Menyelesaikan Soal Materi Operasi Bilangan Cacah Siswa Sekolah Dasar. JKPM (Jurnal Kajian Pendidikan Matematika), 6(2), 293. https://doi.org/10.30998/jkpm.v6i2.9941
Nurhaswinda, Juliani, F., Novita, B., Rahmadani, F. F., Mubarak, H. D., Zulfazni, N., & Raisa, A. (2026). Analisis Kesulitan Belajar Siswa Dalam Mengonversi Pecahan, Desimal, dan Persen pada Mata Pelajaran Matematika di SD. Cendekia Pendidikan, 18(3).
Nurjannah. (2019). Diagnostik kesulitan belajar matematika siswa sekolah dasar pada materi operasi hitung bilangan bulat negatif. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika, 2.
Robiatun Muharomah, D., Azizah, S., Amroh, A., & Andriyani, Y. (2023). Analisis Kesulitan Dalam Pemahaman Soal Cerita Matematika dengan Pendekatan Student Center Learning (SCL) dan Metode Pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Cendekia: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 17(1), 152–164. https://doi.org/10.30957/cendekia.v17i1.843
Sugiarti, L., & Karyati, K. (2021). An Analysis of the Difficulty in Solving Algebra of the Students of Junior High School in Bantul Regency. https://doi.org/10.4108/eai.3-6-2021.2310733
Sugiyono. (2017). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta
Wahyuni, S., Julia, Ismayanti, & Saputra, E. (2023). Analysis of High School Students’ Difficulties in the Material of Two Variable Linear Equation Systems. EL-Hadhary: Jurnal Penelitian Pendidikan Multidisiplin, 1(01), 39–51. https://doi.org/10.61693/elhadhary.vol101.2023.39-51
Wiryana, R., & Alim, J. A. (2023). Problems of Learning Mathematics in Elementari Schools. Jurnal Kiprah Pendidikan, 2(3), 271–277.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.