Pemahaman Mahasiswa tentang Kekerasan Seksual Verbal di Institusi Pendidikan Tinggi
DOI:
https://doi.org/10.23969/jp.v11i03.58498Keywords:
kekerasan seksual verbal, mahasiswa, patriarki, kekerasan berbasis gender, perguruan tinggiAbstract
Studi ini meneliti pemahaman mahasiswa tentang kekerasan seksual verbal di lingkungan pendidikan tinggi. Kekerasan seksual verbal sering dinormalisasi sebagai bentuk humor atau interaksi sosial biasa di antara mahasiswa, sehingga pengakuan terhadap sifatnya sebagai kekerasan berbasis gender masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana mahasiswa mendefinisikan kekerasan seksual verbal, mengidentifikasi batasan antara humor dan kekerasan seksual verbal, dan mengeksplorasi faktor-faktor yang berkontribusi pada normalisasi perilaku tersebut di lingkungan akademik. Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan mahasiswa dari berbagai fakultas di universitas-universitas di Kota Surakarta dan dilengkapi oleh informan ahli dari kalangan akademisi dan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK). Temuan menunjukkan bahwa mahasiswa umumnya memahami kekerasan seksual verbal sebagai ucapan, lelucon, atau komentar yang melampaui batasan pribadi dan menyebabkan kerugian psikologis pada korban. Namun, kekerasan seksual verbal terus dinormalisasi karena budaya patriarki, rendahnya tingkat sensitivitas gender, dan praktik menyalahkan korban. Studi ini menyimpulkan bahwa penguatan kesadaran gender dan penerapan program pendidikan pencegahan sangat penting untuk menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan berbasis gender.
Downloads
References
Aryuni, M., Fitriana, Y., & Lintin, GBR (2023). Pencegahan Kekerasan Seksual di Kampus; Meningkatkan Pengetahuan Mahasiswa tentang Pencegahan Kekerasan Seksual. Indonesia Budaya, 4 (September), 1661–1672.
Bahardur, I. (2023). Perlawanan PerempuanTerhadapPolitik Seksual dalam Novel LalitaKarya Ayu. Madah: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 13(2), 223–236.
Fadillah, AN (2021). Catcalling sebagai perilaku secara seksual verbal. Jurnal Belo, 7(2), 145–155. https://jatiswara.unram.ac.id/index.php/js/article/view/425
Hibrizi, AR, Sutomo, AR, Indriani, C., Nabila, RS, Barutu, YP, & Abdillah, R. (2025). Intervensi Sosial Catcalling Sebagai Bentuk Pelecehan Seksual. Sosial Dan Bisnis, 3(1), 13–29.
Khafsoh, NA, & Suhairi, S. (2021). Pemahaman Mahasiswa Terhadap Bentuk, Proses, Dan Pandangan Penanganan Kekerasan Seksual Di Kampus. Marwah: Jurnal Perempuan, Agama Dan Jender, 20(1), 61. https://doi.org/10.24014/marwah.v20i1.10487
Khotimah, K., & Demartoto, A. (2019). Pemaknaan Realitas Kekerasan Seksual, Praktik Patriarki, Dan Feminisme Dalam Film Hush. Jurnal Pembangunan dan Perubahan Sosial, 2(1), 2614–5766.
Kusuma Diah Tantri, Martini Martini, & Nova Scorviana. (2024). Persepsi Mahasiswa tentang Humor Seksis sebagai Bentuk Kekerasan Seksual secara Verbal. TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial Dan Humaniora, 2(3), 51–62. https://doi.org/10.47861/tuturan.v2i3.1050
Lestari, PP, Abidin, Z., & Abidin, FA (2022). Bentuk Kekerasan dalam Berpacaran (KDP) dan Dampak Psikologisnya pada Wanita Dewasa Awal sebagai Korban Kekerasan. Martabat: Jurnal Perempuan Dan Anak, 6(1), 65–84. https://doi.org/10.21274/martabat.2022.6.01.65-84
Mahaly, S., & Abd Rahman, SN (2021). Identifikasi Kekerasan Verbal Dan Nonverbal Pada Remaja. Coution: Jurnal Konseling dan Pendidikan, 2(2), 30–38. https://doi.org/10.47453/coution.v2i2.375
Makin, ORM (2023). Karakteristik Kekerasan Seksual Di Lingkungan Perguruan Tinggi. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dan Keislaman, 3(3), 391–396. https://doi.org/10.55883/jipkis.v3i3.98
Manurung, SBB, & Suherman, A. (2024). Perlindungan Hukum Bagi Korban Pelecehan Seksual Cat Calling Pada Perempuan Di Lingkungan Kampus Universitas Bengkulu. Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik, 2(1), 294–304.
Maulinda, TE, Asbari, M., & Selviana, S. (2024). Membangun Kampus Merdeka : Mencegah dan Mengatasi Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi. 03(01), 78–84.
Pitaloka, EPTR, & Putri, AK (2021). Makna Kekerasan Simbolik dalam Pelecehan Seksual Verbal (Catcalling). Jurnal Pembangunan dan Perubahan Sosial, 4(1), 91–114.
Rahadi Akmal, Ary Widodo Putra, IAI (2026). Dinamika Pelecehan Seksual Verbal di Media Sosial : Analisis Standar Ganda pada Kekerasan Gender Berbasis Online. ULIL ALBAB : Jurnal IlmiahMultidisiplin, 5(5), 602–615.
Rahayu, SD, & Legowo, M. (2022). Perlawanan Perempuan Menghadapi Pelecehan Verbal. Jurnal Analisa Sosiologi, 11(3), 464–480. https://doi.org/10.20961/jas.v11i3.59176
Ranggayoni, R., Yusra, Y., Safitri, M., & Erlidawati, E. (2025). Sosialisasi Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan Seksual Di Perguruan Tinggi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 3(8), 4202–4210. https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i8.3248
Rusyidi, B., Bintari, A., & Wibowo, H. (2019). Pengalaman Dan Pengetahuan Tentang Pelecehan Seksual: Studi Awal Di Kalangan Mahasiswa Perguruan Tinggi (Pengalaman dan Pengetahuan tentang Pelecehan Seksual: Studi Awal di Kalangan Mahasiswa Indonesia). Bagikan : Jurnal Pekerjaan Sosial, 9(1), 75. https://doi.org/10.24198/share.v9i1.21685
Wahyuni, S., Nurbayani, S., Kesumaningsih, I., & Hargono, D. (2022). Korban Dan/Atau Pelaku: Atribusi Korban Menyalahkan pada Korban Kekerasan Seksual Berbasis Gender di Lingkungan Kampus. Jurnal Ilmu Sosial Brawijaya, 2(01), 1–17. https://doi.org/10.21776/ub.bjss.2022.002.01.1
Yasmine, AF, & Gusnita, C. (2024). Fenomena Jokes Seksis Mahasiswa Sebagai Bentuk Normalisasi Pelecehan Seksual Secara Verbal. Penelitian Ranah : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Multidisiplin, 6(4), 528–536. https://doi.org/10.38035/rrj.v6i4.846
Zahro Qila, S., Nur Rahmadina, R., & Azizah, F. (2021). Catcalling sebagai Bentuk Pelecehan Seksual Traumatis. Jurnal Mahasiswa Komunikasi Cantrik, 1(2), 95–106. https://doi.org/10.20885/cantrik.vol1.iss2.art3
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.