NILAI -NILAI EDU TEOLOGI DALAM PELAKSANAAN BELIS MASYARAKAT SUKU ABUI DI DESA MANETWATI

Authors

  • Roslineta Maima Universitas Tribuana Kalabahi
  • Agnes M. Kolly Universitas Tribuana Kalabahi
  • Delila Tanaem Universitas Tribuana Kalabahi

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i03.58337

Keywords:

Edu Teologi, Belis, Suku Abui

Abstract

ABSTRACT

This study was motivated by a shift in the meaning of the belis practice among the Abui people in Manetwati Village. Belis, which was originally understood as a symbol of respect, responsibility, and a bond of kinship, has gradually shifted in meaning to become more oriented toward material values and social status. This situation has given rise to various social problems, such as economic burdens, inter-family conflicts, and potential injustices that may conflict with Christian values. Therefore, this study aims to examine the practice of the belis tradition and to identify the theological-educational values embedded in its implementation among the Abui ethnic group in Manetwati Village. This study employs a qualitative approach with an exploratory research design. Data collection techniques included interviews and documentation involving traditional leaders, church leaders, and local residents. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the practice of belis among the Abui ethnic group in Manetwati Village continues to play a significant role as part of the traditional customs surrounding marriage. Belis is understood as a symbol of respect for women, men’s responsibility, and a bond strengthening family ties between both parties. Furthermore, the practice of belis was found to embody educational and theological values

Downloads

Download data is not yet available.

References

Almanda, Kezia, Oni Eki, Nur Lestari, Semuel Linggi Topayung, & Efiana Manilang. (2024). Integrasi nilai-nilai PAK (Pendidikan Agama Kristen) dalam kehidupan masyarakat beragama. 1(4)

Costa, S.D., Seran, C., Tampani, Y. K., & Bere, A. (2025). Kearifan lokal dalam tradisi belis pada suku Terolau-Lau: Kajian nilai-nilai budaya di Desa Kamanasa Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka. Jurnal Pendidikan Dirgantara, 2(4), 113–120. https://doi.org/10.61132/jupendir.v2i4.748

Dony, T.P., Fantang, I., Mehelina., Mapada, A.M., Maure, S.L., Laure, S.M. adat istiadat perkawinan suku Abui ( kampun Takpala). jurnal pengabdian pada masyarakat, 3(1), 104-111.doi: 10.37216/afada.v3il. 2086.

Dasrimin, H. (2024). Meredefinisi simbolisasi penghargaan martabat manusia dalam budaya belis masyarakat Maumere-NTT. Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya, 6(3), 453–462. https://doi.org/10.30998/vh.v6i3.8171

Deke, M. E., Bahari, Y., & Salim, I. (2020). Perubahan wujud dan makna belis dalam perkawinan adat Bajawa Boba. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 9(7), 1–9. https://doi.org/10.26418/jppk.v9i7.41411.

Dongoran, L., Sianturi, D., Simanjuntak, J. J. R., Purba, D. T., & Damanik, D. (2025). Fungsi budaya dalam mengoptimalkan dialog dan misi Kristiani. EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani, 9(1), 61–73. https://doi.org/10.33991/epigraphe.v9i1.551

Dewantara, K. H. (2013). Pemikiran, konsepsi, keteladanan, sikap merdeka: Pendidikan. Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.

Esther, R., Baleona, Y., Ivone, A., & Lumantow, S. (2025). Pendidikan Agama Kristen dewasa: Tantangan, strategi, dan implikasi bagi pengembangan spiritualitas dalam konteks sosial-budaya modern,jurnal agama Kristen 5(1), 38–56.

Harti, D.S., Beili, A., Selan, Y. (2023). kajian teologis terhadap budaya belis dalam perkawinan masyarakat Sumba. jurnal teologi pendidikan kristen, 4(1), 147-163. https://jurnal.sttissiu.ac.id.

Herlis, F., Neonbasu, G., & Medho, Y. F. (2025). Nilai (Paca) belis dalam budaya perkawinan masyarakat Manggarai di Kelurahan Golo Wangkung Kecamatan Congkar Kabupaten Manggarai Timur. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 4(4), 251–263. https://doi.org/10.55606/jurrish.v4i4.6514

Kowe, A., Endi, Y., Suherli, S., & Pao, S. (2024). Makna belis dalam perkawinan matrilineal masyarakat Ngada (Ditinjau berdasarkan Kitab Hukum Kanonik No. 1062). Jurnal Adat dan Budaya, 6(1), 1–12.

Kamuri, J. P., & Toumeluk, G. M. (2021). Tinjauan etis-teologis terhadap tradisi belis di Pulau Sumba berdasarkan konsep mahar dalam Alkitab: Ethical and theological analysis to the belis tradition in Sumba based on biblical concept of dowry. Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat, 8(1), 7–30. https://doi.org/10.33550/sd.v8i1.191

Legi, R. E., Tolego, Y. B., Lumantow, A. I. S., & Rumetor, J. J. (2025). Pendidikan agama Kristen dewasa: Tantangan, strategi, dan implikasi bagi pengembangan spiritualitas dalam konteks sosial-budaya modern. Jurnal Teologi Injili, 5(1), 38–56. https://doi.org/10.55626/jti.v5i1.165

Kurnia, H. (2022). Nilai-nilai karakter budaya Belis dalam perkawinan adat masyarakat Desa Benteng Tado Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur. Satwika: Kajian Ilmu Budaya Dan Perubahan Sosial.6(2):311-22.

Karlau, S. A. (2022). Penciptaan manusia sebagai representatif Allah untuk mewujudkan mandat budaya berdasarkan Kejadian 1:26–28. Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi, 5(1), 1–18. https://doi.org/10.47457/phr.v5i1.265

Lahagu, M. P., Waruwu, L., & Tarigan, I. S. (2025). Analisis teologis terhadap tingginya mahar pernikahan di lingkungan adat Fondrakӧ Nӧri Talunoyo pada masyarakat Nias di Desa Lolomboli Nias Barat. Global Research and Innovation Journal, 1(3), 933–947. https://journaledutech.com/index.php/great/article/view/636

Laure, M. S., Maure, L. S., Mapada, M. A., Lebo, M. R., Fantang, I., & Dony, P. M. T. (2025). Adat istiadat perkawinan Suku Abui (Kampung Takpala). AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3(1), 104–111. https://doi.org/10.37216/afada.v3i1.2086

Leta, F. C. G., & Jatiningsih, O. (2019). Fungsi belis pada masyarakat Desa Kurulimbu Kecamatan Ndona Timur Kabupaten Ende Flores Nusa Tenggara Timur. Kajian Moral dan Kewarganegaraan, 7(2), 1–15. https://doi.org/10.26740/kmkn.v7n2.p%25p

Laudasi, F. A. C., Manafe, Y. D., & Liliweri, Y. K. N. (2020). Transaksional budaya belis: Kajian fenomenologi di Desa Gunung, Kabupaten Manggarai Timur. Jurnal Communio: Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi, 9(2), 1641–1650. https://doi.org/10.35508/jikom.v9i2.2493

Monteiro, Y. H., Manuk, M. B., Mite, P. K. M., & Jewadut, J. L. (2025). Refleksi kritis teologi feminis terhadap instrumentalisasi makna belis pada masyarakat Sikka Krowe. JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik, 25(2), 293–307. https://doi.org/10.34150/jpak.v25i2.792

Marcel. (2025). Pelaksanaan belis tidak hanya memiliki dimensi ekonomi, tetapi juga dimensi sosial dan kultural. Proses ini mempertemukan dua kelompok kekerabatan dan membentuk jaringan relasi sosial yang baru. Oleh karena itu, pelaksanaan belis harus dipahami sebagai... Lumen Veritatis: Jurnal Filsafat dan Teologi, 16(1), 29–45. https://doi.org/10.30822/lumenveritatis.v16i1.3929

Neonane, T., & Topayung, S. L. (2024). Pendidikan agama Kristen dan perannya dalam memfasilitasi kerjasama antar budaya di Indonesia. Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Teologi, 2(4), 1185–1196.

Neno, M., Barek Balenen, A. L., Jemadu, S. E., & Lian, Y. P. (2024). Penerapan akuntansi belis dalam adat perkawinan masyarakat Flores Timur (Adonara) Nusa Tenggara Timur. Jurnal Spektrum Ekonomi, 7(12), 381–390.

Neonnub, F. I., & Habsari, N. T. (2018). Belis: Tradisi perkawinan masyarakat Insana Kabupaten Timor Tengah Utara (Kajian historis dan budaya tahun 2000–2017). AGASTYA: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya, 8(1), 107–126. https://doi.org/10.25273/ajsp.v8i01.2035

Nono, F. (2022). Belis: Sebuah tradisi perkawinan suku Dawan (Suatu studi komparatif atas hukum perkawinan Gereja Katolik). Jurnal Teologi dan Pelayanan Kerusso, 7(1), 39–50. https://doi.org/10.33856/kerusso.v7i1.182

Peka, L. L., Sabu, O., & Meluk, O. (2025). Tradisi belis dalam adat perkawinan masyarakat Desa Waiholo di Kecamatan Kodi Utara Kabupaten Sumba Barat Daya. Jurnal Sport & Science 45, 7(1), 432–440.

Neonane, T., & Topayung, S. L. (2024). Pendidikan agama Kristen dan perannya dalam memfasilitas kerjasama antar budaya di Indonesia. Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi, 2(4), 17–32. https://doi.org/10.59581/jpat-widyakarya.v2i4.4122

Priyono, J., Pangngaroan, A., & Sarungallo, R. R. (2024). Makna kesetiaan dalam perjanjian Allah: Analisis kontekstual Kitab Hosea. Jurnal Ilmiah Tafsir Alkitab, 1(2), 167–180. https://doi.org/10.69668/juita.v1i2.21

Marcel. (2025). Pelaksanaan belis tidak hanya memiliki dimensi ekonomi, tetapi juga dimensi sosial dan kultural. Proses ini mempertemukan dua kelompok kekerabatan dan membentuk jaringan relasi sosial yang baru. Oleh karena itu, pelaksanaan belis harus dipahami sebagai... Lumen Veritatis: Jurnal Filsafat dan Teologi, 16(1), 29–45. https://doi.org/10.30822/lumenveritatis.v16i1.3929

Priyono, J., Pangngaroan, A., & Sarungallo, R. (2025). Makna kesetiaan dalam perjanjian Allah: Analisis kontekstual Kitab Hosea. Jurnal Ilmiah Tafsir Alkitab, 1(2), 167–180.

Situmorang, K. (2021). Pertemuan antara teologi, filsafat dan ilmu pengetahuan. Jurnal Teologi Rahmat, 7(1), 1–17. https://journal.sttrem.ac.id/index.php/jtr/article/view/43

Singgih, E. G. (2000). Berpikir tentang iman: Beberapa perspektif teologi kontekstual. Kanisius

Sihombing, L. A. (2022). Keadilan Allah sebagai dasar kehidupan manusia menurut perspektif teologi Kristen. Jurnal Teologi Berita Hidup, 4(2), 331–344. https://doi.org/10.38189/jtbh.v4i2.145

Stanislaus, S. (2017). Perkawinan dalam Kitab Suci Perjanjian Lama. LOGOS: Jurnal Filsafat-Teologi, 14(2). https://doi.org/10.54367/logos.v14i2.337

Sianipar, R. (2021). Makna kerja dan tanggung jawab dalam perspektif teologi Perjanjian Lama. Jurnal Teologi Berita Hidup, 3(2), 199–213.

Timo, E. B. (2021). Mengembangkan teologi kontekstual yang transformatif dalam kehidupan masyarakat. Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 7(2), 1–15.

Ubaidillah, & Katubi. (2023). Ritual dan narasi tradisi Lego-Lego Suku Abui: Dinamika perubahan dan kesinambungan ritus sakral di era wisata budaya. Masyarakat Indonesia, 49(1). https://doi.org/10.14203/jmi.v49i1.1283

Wicaksono, A. (2021). Makna perkawinan dalam perspektif Alkitab dan implikasinya bagi kehidupan keluarga Kristen. Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 7(1), 1–15.

Yusuf, N. W., Julyyanti, Y., & Banani, N. B. (2022). Belis in the marriage of the Dawan community in East Nusa Tenggara. Al-Maiyyah: Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan, 15(1), 70–82. https://doi.org/10.35905/al-maiyyah.v15i1.77

Downloads

Published

2026-07-07