REGULASI EMOSI REMAJA GENERASI Z: PROBLEMATIKA DAN SRTATEGI BIMBINGAN KONSELING BERBASIS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
DOI:
https://doi.org/10.23969/jp.v11i03.58260Keywords:
: regulasi emosi, remaja, bimbingan dan konseling, Pendidikan Agama Islam, kesehatan mental.Abstract
Emotion regulation is a crucial skill for adolescents to manage emotions adaptively while navigating various developmental demands. However, many adolescents struggle to regulate their emotions due to factors such as alexithymia, the use of maladaptive regulation strategies, unsupportive parenting styles, and pressures from social environments and digital media. These conditions can increase the risk of mental health issues—ranging from anxiety and depression to the emergence of risky behaviors. This article aims to examine the challenges of emotion regulation among adolescents, identify the influencing internal and external factors, and analyze the role of guidance and counseling—specifically that based on Islamic Religious Education (PAI)—as a strategy for fostering healthy emotion regulation skills. The study employs a literature review method, analyzing relevant books and scholarly articles. The findings indicate that adolescent emotion regulation is influenced by external factors (family, school, peers, and social media) and internal factors (age, gender, cognitive development, religiosity, and educational level). Guidance and counseling services that adopt preventive and developmental approaches—integrated with PAI-based strategies such as instilling values of patience (sabr), gratitude (shukr), and reliance on God (tawakkul); spiritual practices like prayer and dhikr; and Islamic counseling emphasizing counsel and role modeling—have proven effective in strengthening psychological resilience and enhancing students' emotion regulation capabilities. Successful implementation of these strategies requires sustained collaboration among guidance and counseling teachers, Islamic Religious Education teachers, and parents to support the emotional and spiritual development of adolescents.
Downloads
References
Abdullah, & Wibowo. (2022). Nilai-nilai religiusitas dan strategi koping adaptif siswa SMP. Jurnal Psikologi Pendidikan Islam.
American Psychological Association. (2020). Stress in America 2020: A national mental health crisis. APA.
Armayani, A., & Daulay, N. (2025). Integrasi nilai-nilai Islam dalam layanan bimbingan dan konseling untuk memperkuat karakter peserta didik. Jurnal Kamaya.
Arsini, Y., Fatalisa, N., Nasution, H. F., & Syahriani, L. (2023). Fungsi dan peranan konselor dalam manajemen bimbingan dan konseling. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 5(5), 102–106.
Basit, A. (2017). Konseling Islam. Jakarta: Kencana.
Benita, M., Roth, G., & Deci, E. L. (2017). When are mastery goals more adaptive? It depends on experiences of autonomy support and autonomy frustration. Personality and Individual Differences, 108, 149–154.
Berg, M., Frankling, C., & Jonsson, U. (2014). Emotion regulation techniques and interpersonal conflict. Journal of Social Psychology.
Bronfenbrenner, U. (1979). The Ecology of Human Development: Experiments by Nature and Design. Harvard University Press.
Carles, C., et al. (2023). Implementasi bimbingan dan konseling Islami dalam pembentukan karakter peserta didik. Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 7(2).
Casey, B. J., Getz, S., & Galvan, A. (2008). The adolescent brain. Developmental Review, 28(1), 62–77.
Cohen, S., & Wills, T. A. (1985). Stress, social support, and the buffering hypothesis. Psychological Bulletin, 98(2), 310–357.
Corey, G. (2016). Theory and Practice of Counseling and Psychotherapy (10th ed.). Cengage Learning.
Criss, M. M., Morris, A. S., Ponce-Garcia, E., Cui, L., & Silk, J. S. (2016). Pathways to adaptive emotion regulation among adolescents from low-income families. Family Relations, 65(3), 517–529.
Durlak, J. A., Weissberg, R. P., Dymnicki, A. B., Taylor, R. D., & Schellinger, K. B. (2011). The impact of enhancing students' social and emotional learning. Child Development, 82(1), 405–432.
Eisenberg, N., Cumberland, A., & Spinrad, T. L. (1998). Parental socialization of emotion. Psychological Inquiry, 9(4), 241–273.
Fadhilah, N., Rahman, A., & Hidayat, T. (2022). Implementasi konseling Islami dalam pembentukan karakter peserta didik di sekolah. Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 4(2), 115–128.
Fitriani, F., Kamaruzzaman, K., & Sulistiawan, H. (2023). Analisis implementasi layanan bimbingan dan konseling dalam Kurikulum Merdeka Belajar di SMP. BIKONS: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 3(3), 1–14.
Garnefski, N., & Kraaij, V. (2006). Cognitive Emotion Regulation Questionnaire. Personality and Individual Differences, 41(6), 1045–1053.
Gross, J. J. (2015). Emotion regulation: Current status and future prospects. Psychological Inquiry, 26(1), 1–26.
Gross, J. J., & Jazaieri, H. (2014). Emotion, emotion regulation, and psychopathology. Clinical Psychological Science, 2(4), 387–401.
Handayani, & Supriyanto. (2022). Perbedaan pola regulasi emosi berdasarkan jenis kelamin pada remaja. Jurnal Kesehatan Mental Remaja.
Harahap, M. A., & Siregar, R. (2023). Keteladanan guru dalam pembentukan karakter religius peserta didik. Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 45–58.
Hartanto, & Permatasari. (2023). Trajektori perkembangan regulasi emosi siswa SMP. Jurnal Psikologi Terapan.
Hermawan, & Nugraha. (2021). Faktor internal dan eksternal regulasi emosi siswa SMP. Jurnal Psikologi Perkembangan.
Hermawan, & Rahman. (2024). Pola umum regulasi emosi pada siswa SMP. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran.
Hidayat. (2023). Praktik spiritual sebagai mekanisme regulasi emosi remaja. Jurnal Psikologi Islami.
Kabat-Zinn, J. (2015). Full Catastrophe Living. Bantam Books.
Keles, B., McCrae, N., & Grealish, A. (2020). The influence of social media on depression. International Journal of Adolescence and Youth, 25(1), 79–93.
Kusuma. (2021). Gambaran regulasi emosi siswa SMP usia 13–15 tahun. Jurnal Psikologi Perkembangan.
Kusuma, & Rahmawati. (2023). Internalisasi ajaran agama dan regulasi emosi remaja. Jurnal Kesehatan Mental dan Spiritualitas.
Kusuma, & Safitri. (2023). Program intervensi berbasis sekolah dan regulasi emosi siswa SMP. Jurnal Psikologi Terapan.
Livingstone, S., & Helsper, E. (2020). Parental mediation and children's digital literacy. Journal of Children and Media.
Lubis, N. (2020). Konseling Islami. Jakarta: Kencana.
Marino, C., Gini, G., Vieno, A., & Spada, M. M. (2018). Problematic Facebook use. Journal of Affective Disorders, 226, 274–281.
Maudita, P., & Haryanto, B. (2023). Peran Guru PAI dalam Program Bimbingan dan Konseling Perkembangan. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(1), 109–117.
McEwen, C., & Flouri, E. (2009). Fathers' parenting. European Child & Adolescent Psychiatry, 18(2), 108–116.
Mikolajczak, M., Petrides, K. V., Coumans, N., & Luminet, O. (2009). Trait emotional intelligence. International Journal of Clinical and Health Psychology, 9(3), 455–477.
Morris, A. S., Silk, J. S., Steinberg, L., Myers, S. S., & Robinson, L. R. (2007). The role of the family context. Social Development, 16(2), 361–388.
Neff, K. D. (2011). Self-Compassion. William Morrow.
Nolen-Hoeksema, S. (2000). The role of rumination. Journal of Abnormal Psychology, 109(3), 504–511.
Nugroho, & Puspitasari. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi pengaturan emosi siswa SMP. Jurnal Psikologi Pendidikan.
Nurhayati, dkk. (2021). Keterlibatan kegiatan keagamaan dan ketahanan emosional siswa. Jurnal Bimbingan Konseling dan Religiusitas.
Perdana, A. H., & Daulay, A. A. (2023). Efektivitas bimbingan konseling Islam. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan (JIIP), 6(5), 2902–2909.
Pratama, & Wijayanti. (2019). Perbedaan kemampuan regulasi emosi siswa kelas 7 dan 8. Jurnal Psikologi Pendidikan.
Pratiwi, & Susilowati. (2019). Perbedaan ekspresi emosi. Jurnal Psikologi Remaja.
Prayitno, & Amti, E. (2018). Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.
Puspitasari, & Rahman. (2024). Regulasi emosi antar tingkat kelas. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran.
Rahman, & Hidayati. (2019). Religiusitas dan kemampuan mengendalikan emosi. Jurnal Psikologi Islam dan Spiritualitas.
Rahmat, & Kusumawati. (2020). Kesadaran emosional. Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia.
Rahmawati, dkk. (2020). Variasi kemampuan regulasi emosi. Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia.
Rahmawati, & Kusuma. (2022). Tingkat kelas dan perkembangan strategi regulasi emosi. Jurnal Kesehatan Mental Remaja.
Rakhmawati, E. (2023). Bimbingan dan Konseling dalam Perspektif Pendidikan: Aktualisasi Peran Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Indonesia. La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam, 15(2), 162–183.
Reivich, K., & Shatté, A. (2002). The Resilience Factor. Broadway Books.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2018). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar 2018. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Rofiq, A., & Sutopo. (2023). Tafakur dan dzikir dalam mencapai ketenangan hidup. Conseils: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 3(1).
Roberton, T., Daffern, M., & Bucks, R. S. (2012). Emotion regulation and aggression. Aggression and Violent Behavior, 17(1), 72–82.
Safitri, D., Hariyuni, A., Telaumbanua, I. I., & Nisa, S. (2023). Peran Bimbingan Konseling Islam dalam Meningkatkan Produktivitas Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 5(1), 3652–3659.
Safitri, R., et al. (2023). Penguatan karakter religius melalui layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 5(4).
Santoso, & Mahmudah. (2024). Integrasi nilai-nilai agama. Jurnal Pendidikan Agama dan Psikologi.
Santrock, J. W. (2019). Adolescence (17th ed.). McGraw-Hill Education.
Silvers, J. A., et al. (2012). Age-related differences in emotional reactivity. Emotion, 12(6), 1235–1247.
Sulistyowati, dkk. (2020). Strategi regulasi emosi siswa kelas 9. Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia.
Sulistyowati, & Rahman. (2022). Pola regulasi emosi siswa SMP. Jurnal Psikologi Terapan.
Sutrisno, & Fatimah. (2020). Praktik ibadah dan kemampuan mengelola emosi. Jurnal Studi Islam dan Psikologi.
Sutrisno, & Hidayati. (2019). Fase kritis pembentukan regulasi emosi. Jurnal Psikologi Perkembangan.
Tahir, A., & Husna, A. (2023). Konsep terapi dalam Islam. La Tenriruwa: Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam, 2(1), 27–40.
We Are Social. (2023). Digital 2023: Indonesia. We Are Social & Hootsuite.
Widodo, dkk. (2022). Fluktuasi emosi dan mekanisme koping. Jurnal Kesehatan Mental Remaja.
Widodo, & Safitri. (2023). Kesadaran emosional dan strategi koping siswa kelas 9. Jurnal Psikologi Terapan.
Yaqin, M. A., & Setyawan, D. A. (2023). Peran Guru Bimbingan Konseling Islam dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa. Counseling For All: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 4(1).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.