MISMATCH BACKGROUND PENDIDIKAN GURU PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP MUTU PEMBELAJARAN DI SEKOLAH SMP NEGERI 24 MEDAN
DOI:
https://doi.org/10.23969/jp.v11i03.58239Keywords:
Mismatch Background, Pancasila Education, Quality Of LearningAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki fenomena ketidaksesuaian latar belakang pendidikan di kalangan guru Pendidikan Pancasila dan pengaruhnya terhadap kualitas pembelajaran di SMP Negeri 24 Medan. Isu ini penting karena bertentangan dengan Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang mewajibkan linearitas pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan wakil kepala sekolah, guru mata pelajaran, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua guru Pendidikan Pancasila di sekolah tersebut memiliki latar belakang non-linier (ketidaksesuaian), yang berasal dari jurusan Pendidikan Sejarah, Hukum, dan Pendidikan Bahasa Inggris. Ketidaksesuaian ini menyiratkan penurunan kualitas pembelajaran pada tiga aspek. Dalam perencanaan, guru mengalami ketergantungan administratif, mengandalkan rencana pembelajaran yang diwariskan dari guru sebelumnya. Dalam pelaksanaannya, pengetahuan yang terbatas menyebabkan pengajaran menjadi kaku, tekstual, dan konvensional, sehingga menimbulkan kesulitan dalam mewujudkan konsep filosofis, ideologi, dan yuridis, meskipun guru senior membangun ketahanan melalui media interaktif. Dalam evaluasi, ditemukan bias sistemik dalam supervisi akademik; Para guru dari disiplin ilmu yang berbeda memilih untuk hanya menampilkan kinerja pengajaran di bidang studi utama mereka (Bahasa Inggris), sehingga hambatan aktual di kelas tidak dievaluasi. Secara teoritis, dampaknya terbagi menjadi dua tipologi: ketidaksesuaian disiplin ilmu yang berdekatan (Hukum/Sejarah) yang mempertahankan konsep kognitif yang tumpang tindih, dan ketidaksesuaian disiplin ilmu yang berjauhan (Bahasa Inggris) yang secara komprehensif mengurangi efikasi diri, volume suara pengajaran, dan interaksi di kelas.
Downloads
References
Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Bogdan, R. C., & Taylor, S. J. (dalam Kusumastuti, A., & Ahmad, M.). (2019). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Howay, A. (2020). Pemenuhan Mutu Standar Proses. CPMP Papua.
Kaelan. (2012). Metodologi penelitian kualitatif bidang filsafat. Yogyakarta: Paradigma.
Morissan. (2019). Metode penelitian sosial: Pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Jakarta: Kencana.
Nurdin, S., & Adriantoni. (2019). Profesi keguruan. Depok: PT Rajagrafindo Persada.
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Surokim, Julijanti, Y. R., C. S. M., & Camelia, T. H. R. S. A. F. R. A. (2016). Riset komunikasi: Strategi praktis bagi peneliti pemula. Pusat Kajian Komunikasi Publik.
Wahyudi, A., Hodriani, Siregar, F., Jamaludin, Yunita, S., Siagian, L., et al. (2021). Rambu-rambu menulis ilmiah pendidikan pancasila dan kewarganegaraan (proposal dan skripsi). Publishing Format.
Wau, Y. (2023). Profesi kependidikan. Medan: Unimed Press.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
Yunita, S., Jamaludin, & Feriyansyah. (2022). Inovasi Pembelajaran PKn Menyongsong Profil Calon Guru Masa Depan. CV. Format Publishing.
Jurnal
Aiyub, A., et al. (2023). Implementasi pembelajaran Pendidikan pancasila berbasis nilai dalam membentuk karakter siswa. Jurnal Pendidikan Indonesia.
Apdika, M., et al. (2025). Pengaruh ketidaksesuaian latar belakang pendidikan guru terhadap mutu pembelajaran di sekolah. Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran, 8(1), 45–56.
Arifin, M. (2020). Profesionalisme dalam dunia kerja: Sebuah tinjauan teoritis. Jurnal Humaniora, 12(1), 55–63.
Batubara, A., Kabatiah, M., & Rachman, F. (2023). Inovasi Aplikasi MEMPAN ( Membumikan Pancasila ) Berbasis Website Sebagai Ruang Edukasi dan Aktualisasi Pancasila. 7(1), 785–795.
Batubara, A., & Tobing, D. L. (2025). Pemanfaatan Google Lens sebagai media pembelajaran PPKN yang efektif: Studi kualitatif pada siswa SMP Negeri 35 Medan tahun ajaran 2024/2025. Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora, 5(3), 905-916.
Batubara, A., Nababan, R., & Rachman, F. (2024). Development of a website-based Pancasila student profile detection application using the forward chaining method as an alternative to civic education learning assessment. Proceedings of ICIESC.
Dharma, S. (2021). Membangun kesadaran global warga negara: Studi kebijakan publik di era pandemi Covid-19. Jurnal Perspektif, 10(1), 248–254.
Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika, 21, 33–54.
Fahriana, A. S. (2025). Analisis kompetensi profesional guru dalam implementasi kurikulum merdeka pada mata pelajaran Pendidikan pancasila. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 15(1), 112–125
Fahruddin, Z. (2022). Dampak guru berlatar belakang pendidikan berbeda dalam keberhasilan belajar siswa. Tarqiyatuna, 1(1), 17–23.
Jamaludin, Siallagan, A. P., Sitohang, A. T., Hutapea, D. J., Marpaung, R., Tobing, S. R. M., & Simbolon, T. G. L. (2023). Problematika Guru dalam Melaksanakan Pembelajaran PPKn Berdasarkan Kurikulum Merdeka Di SMAN 7 Medan. Jurnal Profesi Keguruan, 9(2), 195-207.
Kabatiah, M., Batubara, A., & Rachman, F. (2024). Pedagogical Competence of Civic Education Teacher in 21st Century: A Systematic Literature Review. Jurnal Kewarganegaraan.
Kristof-Brown, A. L., Zimmerman, R. D., & Johnson, E. C. (2005). Consequences of individuals' fit at work. Personnel Psychology, 58(2), 281–342.
Lubis, R., & Siregar, M. (2020). Kualifikasi akademik guru dan kaitannya dengan prestasi belajar siswa SMP di Medan. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(3), 305–318.
Mardiana, S. (2022). Kebijakan peningkatan profesionalisme guru dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad 21. Jurnal Civics, 19(2), 210–223.
Masbirorotni, G. S. (2025). Pentingnya linearitas latar belakang pendidikan guru. Jurnal Niara.
Nasution, D., & Siregar, H. (2022). Distribusi guru dan mismatch background. Jurnal Ilmu Pendidikan Indonesia, 9(3), 201–210.
Rachman, F., & Kabatiah, M. (2021). Profilisasi pendidikan kewarganegaraan dalam kurikulum Indonesia. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(5), 3000-3008.
Sagala, Syaiful. (2013). Konsep dan Makna Pembelajaran Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Bandung: Alfabeta.
Saian, G. D. A. (2023). Pengaruh latar belakang pendidikan guru terhadap selfefficacy. Attractive: Innovative Education Journal, 5(1), 237–243.
Siagian, L. (2022). The influence of teachers personality competency on students moral attitude. Jurnal Pendidikan Indonesia, 11(4), 727–734.
Siagian, L., & Sinaga, S. R. L. (2024). Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru PPKn Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas VIII SMPN 37 Medan. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 14(1).
Sutrisno, E., & Yuliana, H. (2023). Pengaruh mismatch background guru terhadap efektivitas pembelajaran Pendidikan pancasila. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Indonesia, 4(1), 44–58.
Taylor & Francis Group. (2025). Interdisciplinary learning and pedagogical content knowledge in sustainability education – implications for STEAM education. International Journal of Geographical and Environmental Education, advance online publication.
W. Edwards Deming. (1986). Out of the crisis. Massachusetts: Massachusetts Institute of Technology Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.