ANALISIS OPTIMALISASI MOBILE VILLAGE LEARNING CLASS DALAM MENGATASI DISPARITAS IMPLEMENTASI KURIKULUM DI SD WILAYAH 3T

Authors

  • Putri Aisyah Universitas Negeri Padang
  • Siti Mutmainah Universitas Negeri Padang
  • Yasfi Novella Universitas Negeri Padang
  • Nafisa Alya Mastura Universitas Negeri Padang
  • Khairi Ilma Universitas Negeri Padang
  • Ath Thaariq Fikri Universitas Negeri Padang
  • Candra Universitas Negeri Padang
  • M. Habibi Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i2.57012

Keywords:

MOVICLASS, Mobile Learning, Curriculum Implementation, 3T Areas, Elementary Education.

Abstract

The disparity of curriculum implementation in elementary school located in frontier, outermost, and disadvangated (3T) areas remains a major challenge in achieving equitable education in Indonesia. Limited educational facilities, uneven teacher distribution, and difficult geographical access contribute to ineffective learning processes and suboptimal curriculum delivery. This study aims to analyze the role of Mobile Village Learning Class (MOVICLASS) as an innovative mobole learning system designed to support curriculum implementation in 3T elementary schools. The study employed a descriptive qualitative approach through a case study method bt examining educational phenomena in several 3T regions using literature studies, eduacational reports, and contectual analysis. The findings indicate that MOVICLASS flexible learning environment through mobile educational services, collaborative teaching systems, amd community-based learning activities. In addition, this innovation contributes to improving curriculum accessibility, strengthening learning effectiveness, and supporting equitable educational services for elementary school students in remote areas. Therefore, MOVICLASS in considered a relevant alternative strategy in supporting inclusive and sustainable education development in Indonesia's 3T religions.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, G., & Suryani, N. (2021). Educational inequality in remote areas: Challenges and solutions. International Journal of Instruction, 14(3), 123–138. https://doi.org/10.29333/iji.202

1.1437a

Ananda, R. (2025). Analisis Kesenjangan Layanan

Pendidikan Sekolah Dasar Antara Sekolah Perkotaan dan Daerah 3T di Indonesia. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2). https://doi.org/10.23969/jp.v10i2.

27468

Ananda, R. (2019). Problematika pendidikan di daerah tertinggal.

Jurnal Pendidikan dan

Kebudayaan, 4(1), 35–44. https://doi.org/10.21009/JET.182.08

Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan pembelajaran dan asesmen. Jakarta:

Kemendikbudristek.

Badan Standar Kurikulum dan

Asesmen Pendidikan. (2022b). Panduan pembelajaran dan asesmen pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan menengah. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,

Riset, dan Teknologi.

Darmawan, D. (2017). Inovasi pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Darmawan, D. (2017). Inovasi pendidikan: Pendekatan praktik teknologi multimedia dan pembelajaran online. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Dewi, R., & Kurniawan, H. (2021). Implementasi pembelajaran kontekstual di sekolah dasar daerah terpencil. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia,

6(1), 15–25.

https://doi.org/10.26737/jpdi.v6 i1.2456

Dinas Pendidikan Provinsi NTT. (2021). Laporan pendidikan daerah 3T. Kupang: Disdik NTT.

Dinas Pendidikan Provinsi NTT. (2021). Laporan tahunan pendidikan dasar di daerah 3T

Nusa Tenggara Timur. Kupang: Disdik NTT.

Fathurrohman, M. (2015). Modelmodel pembelajaran inovatif.

Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Fitriani, S., & Hidayat, T. (2020). Improving learning outcomes through contextual teaching in rural schools. Journal of Education Research, 12(4), 200–210. https://doi.org/10.1080/edu.20

20.12345

Hidayah, N., & Setiawan, A. (2022). Challenges of curriculum implementation in remote areas. Journal of Curriculum Studies, 10(1), 55–67.

https://doi.org/10.1080/jcs.202

2.56789

Husen, A., Rahmat, G., Chadidjah,

S., Bandung, U. M., Kidul, C., & Bandung, K. (2026). Analisis teori konstruktivisme terhadap pengembangan pemikiran kritis pada kurikulum deep learning. Jurnal Media Akademik (JMA), 4(2).

Iskandar, D., & Rahmawati, F. (2021). Community-based learning. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 11(2), 89–101. https://doi.org/10.24832/jpnk.v

11i2.456

Iskandar, D., & Rahmawati, F. (2021). Community-based learning in improving education quality in rural areas. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 11(2), 89– 101. https://doi.org/10.24832/jpnk.v

11i2.456

Kementerian Pendidikan dan

Kebudayaan. (2020). Laporan pendidikan dasar di Indonesia. Jakarta: Kemendikbud.

Kementerian Pendidikan dan

Kebudayaan. (2020a). Laporan pendidikan dasar. Jakarta:

Kemendikbud.

Krissandi, A. D. S., & Rusmawan. (2015). Kendala implementasi kurikulum. Jurnal Pendidikan Dasar, 6(2), 120–130.

Kurniawan, T., & Dewi, A. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka di wilayah 3T:

Peluang dan Tantangan. Jurnal Kurikulum dan Pembelajaran,

8(1), 20–34.

https://doi.org/10.25008/jkp.v8i

1.34

Kusuma, A., & Sari, D. (2023). The role of mobile education services in bridging educational gaps. International Journal of Education Development, 45(2), 145–158.

https://doi.org/10.1016/j.ijedud ev.2023.102345

Lahagu, S. E., Kustiawan, B., &

Adhicandra, I. (2024).

Manajemen pendidikan. PT Sonpedia.

Lahagu, S.E., Kustiawan, B. and

Adhicandra, I. (2024)

Manajemen Pendidikan: Teori & Referensi Komprehensif untuk Pengembangan dan Kemajuan Pendidikan di

Indonesia. PT. Sonpedia

Publishing Indonesia.

Maulana, A., & Fitri, R. (2020). Analisis kesenjangan pendidikan di Indonesia berdasarkan hasil PISA. Jurnal Pendidikan Indonesia, 9(1), 45–56.

Maulana, R., & Fitri, D. (2020). Analisis capaian belajar siswa SD di daerah 3T dan non-3T. Jurnal Psikologi Pendidikan,

10(3), 88–102.

https://doi.org/10.31540/jpp.v1

0i3.3

OECD. (2019). PISA 2018 results (Volume I): What students know and can

do.https://doi.org/10.1787/5f07 c754-en

OECD. (2019). PISA 2018 results. https://doi.org/10.1787/5f07c75

4-en

Prasetyo, A., & Zulfikar, T. (2021). Tantangan guru di daerah 3T. Jurnal Ilmu Pendidikan, 15(1), 78–90. https://doi.org/10.31227/jip.v15 i1.23

Prasetyo, A., & Zulfikar, T. (2021). Tantangan pengiriman guru ke daerah 3T: Studi kasus program SM-3T. Jurnal Ilmu Pendidikan,15(1), 78–90. https://doi.org/10.31227/jip.v15 i1.23

Prastowo, A. (2017). Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) tematik terpadu. Jakarta: Kencana.

Prastowo, A. (2017). RPP tematik terpadu. Jakarta: Kencana.

Pratiwi, D., & Lestari, S. (2022). Educational access and equity in 3T regions of Indonesia. Jurnal Ilmu Pendidikan, 28(3), 210–222.

https://doi.org/10.17977/jip.v28 i3.56789

Rahman, A., & Yusuf, M. (2021).

Teacher distribution. Journal of Education Policy, 9(1), 33–45. https://doi.org/10.1080/jep.202

1.33445

Rahman, A., & Yusuf, M. (2021). Teacher distribution challenges in rural education. Journal of Education Policy, 9(1), 33–45. https://doi.org/10.1080/jep.202

1.33445

Rusman. (2017). Belajar dan pembelajaran. Jakarta:

Kencana.

Rusman. (2017). Belajar dan

pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan.

Jakarta: Kencana.

Ruskandi, K., Pratama, E.Y. and Asri, D.J.N. (2021) Transformasi

Arah Tujuan Pendidikan di Era

Society 5.0. CV. Caraka

Khatulistiwa.

Ruskandi, K., Pratama, E. Y., & Asri, D. J. N. (2021). Transformasi pendidikan society 5.0. CV Caraka.

Sanjaya, W. (2016). Strategi pembelajaran. Jakarta: Kencana.

Sanjaya, W. (2016). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan.

Jakarta: Kencana.

Sari, M. E., & Handayani, L. (2021). Ketimpangan pendidikan. Jurnal Pembangunan

Pendidikan, 9(2), 134–147.

Sari, M. E., & Handayani, L. (2021).

Ketimpangan sarana

Pendidikan dasar antara daerah urban dan rural. Jurnal Pembangunan Pendidikan,

9(2), 134–147.

Setyosari, P. (2016). Metode penelitian pendidikan. Jakarta: Kencana.

Setyosari, P. (2016). Metode penelitian pendidikan dan pengembangan. Jakarta: Kencana.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan (pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

UNESCO. (2021). Education in a postCOVID world: Nine ideas for public action. Paris: UNESCO Publishing.

UNESCO. (2021). Education in a postCOVID world: Nine ideas for public action.

https://unesdoc.unesco.org/ark

:/48223/pf0000379707

UNESCO. (2021). Education in a post-

COVID world.

https://unesdoc.unesco.org/ark :/48223/pf0000379707

Utomo, A., & Hidayat, A. (2020). Peran teknologi dalam mempersempit kesenjangan layanan pendidikan di daerah 3T. Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, 6(3), 98–112.

Utomo, A., & Hidayat, A. (2020). Teknologi pendidikan di 3T. Jurnal Inovasi Teknologi

Pendidikan, 6(3), 98–112.

Wulandari, S., & Hasan, M. (2022). Supervisi pendidikan. Jurnal Administrasi Pendidikan, 13(2), 67–80.

Wulandari, S., & Hasan, M. (2022). Supervisi kepala sekolah dalam peningkatan mutu Pendidikan dasar di daerah terpencil. Jurnal Administrasi Pendidikan, 13(2), 67–80.

Zulfa, D. R., & Nuraini, F. (2023). Kebijakan pendidikan afirmatif bagi daerah 3T: Analisis keberlanjutan program. Jurnal Analisis Kebijakan Pendidikan, 7(1), 41–55.

Downloads

Published

2026-06-26