ANALISIS HAMBATAN GURU BAHASA INDONESIA SMP NEGERI 10 KAUR DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM MERDEKA
DOI:
https://doi.org/10.23969/jp.v11i03.56537Keywords:
teacher obstacles, Indonesian language learning, Merdeka CurriculumAbstract
This study aims to describe the obstacles faced by Indonesian language teachers at SMP Negeri 10 Kaur in implementing the Merdeka Curriculum. This research employed a qualitative descriptive approach. The subjects of the study were Indonesian language teachers at SMP Negeri 10 Kaur. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The results showed that teachers experienced several obstacles in implementing the Merdeka Curriculum, including limited understanding of curriculum concepts, difficulties in preparing teaching modules, limited learning facilities and infrastructure, varying student characteristics, and limited participation in training activities. These obstacles affect the effectiveness of learning implementation. Therefore, support from schools and related institutions is needed to improve teachers' competence in implementing the Merdeka Curriculum.
Downloads
References
Alimuddin. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Jurnal Pendidikan Indonesia, 4(2), 112–120.
Fauzi, A. (2022). Pembelajaran berdiferensiasi dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia, 2(3), 45–53.
Hadiansah, D., & Sulastri, S. (2022). Problematika implementasi Kurikulum Merdeka pada satuan pendidikan dasar. Jurnal Cakrawala Pendas, 8(4), 1359–1368.
Kemendikbudristek. (2022). Panduan pembelajaran dan asesmen pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Makarim, N. A. (2023). Transformasi pendidikan melalui Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Mulyasa, E. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka. Jakarta: Bumi Aksara.
Rahayu, R., Rosita, R., Rahayuningsih, Y. S., Hernawan, A. H., & Prihantini, P. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di sekolah penggerak. Jurnal Basicedu, 6(4), 6313–6319.
Rusnaini, R., Raharjo, R., Suryaningsih, A., & Noventari, W. (2021). Intensifikasi Profil Pelajar Pancasila dan implikasinya terhadap ketahanan pribadi siswa. Jurnal Ketahanan Nasional, 27(2), 230–249.
Sanjaya, W., & Pratama, D. (2024). Tantangan implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Nusantara, 5(1), 67–76.
Sari, D., Putri, N., & Handayani, R. (2022). Analisis kesulitan guru dalam penyusunan modul ajar Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan Guru, 3(2), 98–106.
Sufyadi, S., dkk. (2021). Panduan pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Tomlinson, C. A. (2014). The differentiated classroom: Responding to the needs of all learners (2nd ed.). ASCD.
Wulandari, S., & Wijayanti, A. (2023). Kesenjangan digital dalam implementasi Kurikulum Merdeka di daerah. Jurnal Teknologi Pendidikan, 25(1), 78–89.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.