ANALISIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP PELAKU EKSIBISIONISME BERDASARKAN HUKUM PIDANA INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.23969/jp.v11i03.56504Keywords:
exhibitionism, criminal law, criminal liability, decency crime, sexual violence.Abstract
Exhibitionism is the conduct of intentionally exposing sexual organs to another person without consent to obtain sexual gratification or to create a sexualized situation. In Indonesian criminal law, this conduct intersects with offences against decency, pornography, electronic information, and sexual violence. This normative legal research uses statutory and conceptual approaches to examine the qualification of exhibitionism and the criminal liability of its perpetrators. The analysis shows that exhibitionism may be charged under Article 281 of the former Criminal Code for acts committed before 2 January 2026, Article 406 of the National Criminal Code, the Pornography Law, the ITE Law, and the Sexual Violence Crime Law, depending on the mode of conduct. Criminal liability remains subject to intent, unlawfulness, capacity, and mental condition.
Downloads
References
American Psychiatric Association. (2022). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed., text rev.). Washington, DC: American Psychiatric Association Publishing.
Arief, B. N. (2017). Bunga rampai kebijakan hukum pidana. Jakarta: Kencana. Chazawi, A. (2016). Tindak pidana pornografi. Jakarta: Sinar Grafika.
Hamzah, A. (2018). Asas-asas hukum pidana. Jakarta: Rineka Cipta.
Lamintang, P. A. F. (2019). Dasar-dasar hukum pidana Indonesia. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum. Jakarta: Kencana. Moeljatno. (2015). Asas-asas hukum pidana. Jakarta: Rineka Cipta.
Prodjodikoro, W. (2017). Asas-asas hukum pidana di Indonesia. Bandung: Refika Aditama.
Saleh, R. (2016). Perbuatan pidana dan pertanggungjawaban pidana. Jakarta: Aksara Baru.
Santoso, T. (2020). Hukum pidana: Suatu pengantar. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Jurnal
Fitriani, R. (2019). Pertanggungjawaban pidana pelaku penyimpangan seksual. Lex Crimen, 8(4), 45-56.
Pinasang, F. G. (2023). Pelecehan seksual nonfisik sebagai suatu tindak pidana kekerasan seksual menurut Pasal 5 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Lex Privatum, 11(2).
Rahmawati, D. (2022). Perlindungan hukum terhadap korban kejahatan seksual digital. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 52(1), 91-110.
Peraturan Perundang-undangan
Indonesia. (1946). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.
Indonesia. (2008). Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 181, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4928.
Indonesia. (2022). Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 120, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6792.
Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6842.
Indonesia. (2024). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6905.
Indonesia. (2026). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2026 Nomor 1.
Sumber Online
Brown, G. R. (2025). Exhibitionistic disorder. Merck Manual Professional Edition. Retrieved from https://www.merckmanuals.com/professional/psychiatric-disorders/paraphilias-and-paraphilic-disorders/exhibitionistic-disorder, accessed 11 May 2026.
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2026). Menguji delik kesusilaan dalam KUHP. Retrieved from https://www.mkri.id/berita/menguji-delik-kesusilaan-dalam-kuhp-24538, accessed 11 May 2026.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.