PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE (VCT) UNTUK MEMBENTUK KESADARAN MORAL SISWA TERHADAP NILAI - NILAI PANCASILA DALAM PELAJARAN PPKN DI SMA ASSHIDDIQIYAH

Authors

  • Latansa Sabati Institut Pendidikan Indonesia
  • Prima Melati Institut Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i03.56392

Keywords:

environmental awareness, tapa malenggang, dance

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Value Clarification Technique (VCT) learning model in shaping students' moral awareness toward Pancasila values in Pancasila and Citizenship Education (PPKn) subjects at SMA Asshiddiqiyah. Along with the challenges of moral degradation in the modern era, instilling Pancasila values requires a contextual approach that goes beyond mere memorization. The method used in this study is a literature review by collecting, reducing, and analyzing data from various scientific journals, books, and curriculum documents relevant to the effectiveness of the VCT model. The results of the literature review indicate that the VCT model is highly effective in stimulating students' reflective abilities. Through the stages of choosing freely, prizing, and acting, VCT helps SMA Asshiddiqiyah students internalize the noble values of Pancasila independently. This model transforms the indoctrination process into a meaningful value dialogue, allowing students to identify, assess, and solve real-life moral dilemmas. The moral awareness formed is not due to coercion, but based on a deep personal understanding of the importance of Pancasila ethics. In conclusion, integrating the VCT model in PPKn learning significantly contributes to strengthening character and shaping students' moral awareness aligned with the Pancasila student profile. Wide implementation is recommended.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anam, K. (2021). Reduksi intoleransi melalui model pembelajaran klarifikasi nilai di tingkat sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 11(2), 145–158. https://doi.org/10.17509/jpkn.v11i2.33124

Arifin, Z. (2024). Validasi instrumen pedagogis berbasis afektif dalam penguatan karakter bangsa. Jurnal Teori dan Landasan Pendidikan, 21(1), 89–102. https://doi.org/10.21831/jtlp.v21i1.54321

Fadilah, N. (2023). Menjembatani kognitif dan psikomotorik: Realisasi nyata nilai Pancasila melalui metode bertindak. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 20(3), 312–325. https://doi.org/10.21831/jc.v20i3.44189

Fitriani, A. (2023). Motivasi intrinsik dan pembentukan kompas moral internal pada generasi Z. Jurnal Psikologi Perkembangan dan Pendidikan, 15(2), 201–214. https://doi.org/10.20473/jppp.v15i2.41290

Gunawan, I. (2025). Kreativitas guru dalam merumuskan stimulus konflik moral pada pembelajaran PPKn abad 21. Jurnal Pedagogi Kontemporer, 6(1), 45–59. https://doi.org/10.31004/jpk.v6i1.61204

Hadi, S. (2022). Efek afirmasi publik terhadap penguatan komitmen integritas moral siswa SMA. Jurnal Akuntabilitas Pendidikan, 10(1), 76–88. https://doi.org/10.21831/jap.v10i1.33910

Hidayat, R. (2025). Iklim kelas demokratis di sekolah berbasis agama: Tantangan dan peluang. Jurnal Pendidikan Islam, 14(1), 112–126. https://doi.org/10.14421/jpi.v14i1.6521

Kurniawan, D. (2021). Transformasi metode konvensional ke model afektif Value Clarification Technique (VCT) pada mata pelajaran sosial. Jurnal Inovasi Pembelajaran, 7(2), 189–202. https://doi.org/10.22219/jip.v7i2.12945

Kusuma, A. (2022). Internalisasi sila ketiga melalui model VCT untuk mereduksi konflik antar-pelajar. Jurnal Sosiologi Pendidikan, 9(3), 241–254. https://doi.org/10.17509/jsp.v9i3.39811

Lestari, P. (2022). Studi kepustakaan: Strategi implementasi kurikulum merdeka pada mata pelajaran PPKn. Jurnal Review Pendidikan, 5(4), 512–525. https://doi.org/10.31004/jrp.v5(4).19932

Ramli, M. (2024). Korelasi nalar moral terhadap kemampuan resolusi konflik sosial siswa sekolah menengah atas. Jurnal Penanalaran Ilmiah, 8(2), 120–133. https://doi.org/10.26858/jpi.v8i2.6144

Santoso, B. (2021). Kemandirian menentukan pilihan nilai sebagai fondasi karakter peserta didik. Jurnal Karakter Bangsa, 3(1), 22–35. https://doi.org/10.21831/jkb.v3i1.21980

Saputra, W. (2022). Mengubah apatisme remaja menjadi empati sosial melalui stimulasi konflik moral kontekstual. Jurnal Riset Psikologi Sosial, 13(3), 278–291. https://doi.org/10.7454/jrps.v13i3.3411

Sari, M. (2024). Redesain pembelajaran PPKn tradisional menuju paradigma interaktif kurikulum merdeka. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 12(1), 44–57. https://doi.org/10.23887/jpku.v12i1.48231

Sidiq, F. (2021). Evaluasi komparatif efisiensi model VCT terhadap metode ceramah dalam ranah afektif siswa. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 9(2), 156–169. https://doi.org/10.21009/jep.v9i2.21345

Utami, T. (2021). Pembiasaan tindakan moral (moral action) secara konsisten pada lingkungan formal. Jurnal Moralitas dan Kebangsaan, 5(2), 87–99. https://doi.org/10.31004/jmk.v5i2.1287

Wibowo, A. (2022). Kontrol internal kesadaran moral dalam menangkal radikalisme dan intoleransi di sekolah. Jurnal Keamanan Nasional dan Ideologi, 4(2), 143–156. https://doi.org/10.33005/jkni.v4i2.2981

Downloads

Published

2026-07-08