REPRESENTASI KEPERCAYAAN DALAM PESAN SCAM WHATSAPP BERKEDOK LAYANAN PERBANKAN (AWK TEUN A. VAN DIJK)

Authors

  • Darwin Effendi Universitas PGRI Palembang
  • Rika Sulistia Universitas PGRI Palembang
  • Winsi Aprilia Universitas PGRI Palembang
  • Aisya Dina Setiawati Universitas PGRI Palembang
  • Sesilia Ceca Olivia Universitas PGRI Palembang
  • Robiah Universitas PGRI Palembang
  • Riska Universitas PGRI Palembang
  • Rahma Puspita Sari Universitas PGRI Palembang
  • Faza Utami Universitas PGRI Palembang
  • Tiara Hati Universitas PGRI Palembang
  • Salsabilah Universitas PGRI Palembang

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i03.54916

Keywords:

Critical Discourse Analysis, Van Dijk, trust, banking fraud, WhatsApp

Abstract

This study examines how victims’ trust is established and manipulated in WhatsApp scam messages disguised as banking services, using Van Dijk’s Critical Discourse Analysis (CDA) across the dimensions of text, social cognition, and social context. Data consisting of 16 screenshots of real conversations with scammers impersonating UOB Bank, BCA, and Permata Intan were analyzed qualitatively. Four fraud schemes were identified suspicious credit card transactions, QRIS requests, transaction confirmations, and prize draws constructed through a systematic introduction-body-conclusion structure, specific technical details, assumptions of authority (official logos, customer names), and causal coherence with a threatening tone. The success of the fraud relies on the victim’s mental schema that banks can urgently contact customers via WhatsApp without verification, reinforced by the asymmetrical power relationship between the perpetrator as an institution and the victim as an individual customer. These findings underscore the need for message verification through official channels and the strengthening of the public’s digital security literacy.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ariyanto, Z. R., & Rahmawati, L. E. (2025). The form and meaning of language motifs in phishing crimes: A forensic linguistic study. LITE: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 21(1), 270–289. Doi:10.33633/lite.v21i1.11463

Badan Siber dan Sandi Negara [BSSN]. (2023). Lanskap Keamanan Siber Indonesia 2023. Jakarta: BSSN. Diakses dari https://www.bssn.go.id/wp-content/uploads/2024/03/Lanskap-Keamanan-Siber-Indonesia-2023.pdf

Hidayah, N., & Amran. (2023). Tinjauan yuridis tindak pidana penipuan social engineering pada nasabah perbankan melalui aplikasi chat WhatsApp. Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial, 1(1), 116–127. Diakses dari https://pchukumsosial.org/

Mujianto, H., Hendrawan, H., & Sadiyah, H. (2023). Analisis wacana kritis pemberitaan kasus penipuan di media online Kompas.com. Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian, 9(1), 1016–1030. Doi:10.52434/JK.V9I1.2464

Ni Wayan Dian Ari Widyawati, I Wayan Pastika, & Made Sri Satyawati. (2026). Analisis Wacana Kritis pada Iklan Layanan Masyarakat BCA “Modus Penipuan Makin Agak Laen, Kasih Tau yang Laen!”. Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 11(3), 1597–1605. Doi:10.36709/bastra.v11i3.2566

Otoritas Jasa Keuangan [OJK]. (2024). Sektor jasa keuangan yang kuat dan stabil untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan [Siaran pers]. Diakses dari https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/Sektor-Jasa-Keuangan-yang-Kuat-dan-Stabil-untuk-Mendukung-Pertumbuhan-Ekonomi-yang-Berkelanjutan.aspx

Sugiyono. (2026). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Downloads

Published

2026-07-17