ANALISIS LITERASI DIGITAL IBU PKK DALAM MENYIKAPI BERITA HOAKS DI MEDIA SOSIAL: PERSPEKTIF PENDIDIKAN ORANG DEWASA
DOI:
https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.54630Keywords:
literasi digital, berita hoaks, media sosial, ibu PKK, pendidikan orang dewasa.Abstract
Perkembangan media sosial mempermudah masyarakat dalam memperoleh dan menyebarkan informasi, tetapi juga meningkatkan penyebaran berita hoaks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literasi digital ibu PKK dalam menyikapi berita hoaks di media sosial dari perspektif pendidikan orang dewasa. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang dengan melibatkan 13 orang ibu PKK sebagai informan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh informan aktif menggunakan media sosial, terutama WhatsApp, Facebook, dan TikTok, serta pernah menerima berita hoaks terkait kesehatan, bantuan pemerintah, dan isu sosial. Sebagian besar informan telah berupaya memverifikasi informasi melalui mesin pencari, media massa, maupun sumber resmi sebelum menyebarkannya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengalaman dalam menerima dan memeriksa informasi di media sosial menjadi bagian dari proses pembelajaran orang dewasa yang mendorong terbentuknya sikap kritis terhadap informasi. Penelitian ini memberikan kontribusi pada penguatan literasi digital masyarakat dewasa sebagai bagian dari pembelajaran sepanjang hayat dalam mencegah penyebaran hoaks. Oleh karena itu, diperlukan program literasi digital yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Downloads
References
Amaly, A., & Armiah. (2021). Literasi digital masyarakat dalam menghadapi informasi hoaks di media sosial. Jurnal Komunikasi dan Pendidikan, 9(2), 115–126.
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2019). Mengenal dan Mengantisipasi Hoaks di Era Digital. Jakarta: Kominfo.
Knowles, M. S., Holton, E. F., III, & Swanson, R. A. (2015). The Adult Learner: The Definitive Classic in Adult Education and Human Resource Development (8th ed.). New York: Routledge.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Mujianto, & Nurhadi. (2022). Literasi digital masyarakat dalam menghadapi penyebaran hoaks di media sosial. Jurnal Pendidikan Masyarakat, 7(1), 45–56.
Nasrullah, R. (2017). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Prabowo, A., Andayani, S., & Hanafi, M. (2023). Literasi digital sebagai kompetensi masyarakat dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, 10(1), 35–47.
UNESCO. (2023). Digital Literacy and Lifelong Learning: Empowering Learners in the Digital Era. Paris: UNESCO.
Wardle, C., & Derakhshan, H. (2017). Information Disorder: Toward an Interdisciplinary Framework for Research and Policy Making. Strasbourg: Council of Europe.
Zubiaga, A., Aker, A., Bontcheva, K., Liakata, M., & Procter, R. (2017). Detection and resolution of rumours in social media: A survey. ACM Computing Surveys, 51(2), 1–36.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.