Pandangan tokoh agama terhadap pernikahan yang berdasarkan weton (studi kasus di desa cukir)
DOI:
https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.52978Keywords:
Religious leaders, marriage, weton, Islamic family law, Javanese tradition.Abstract
Marriage in Islam is a sacred bond (mitsaqan ghalidzan) aimed at establishing a harmonious family characterized by sakinah, mawaddah, and rahmah. However, among Javanese communities, the tradition of calculating weton remains a consideration in determining marital compatibility. This tradition is still practiced by the people of Cukir Village, Diwek District, Jombang Regency, leading to diverse perspectives among religious leaders. This study aims to examine the views of religious leaders regarding marriages based on weton calculations and to explore their role in managing differing opinions within the community. The research employed a qualitative approach using field research methods. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and were analyzed using the interactive analysis model developed by Miles and Huberman. The findings reveal that religious leaders' perspectives can be categorized into three groups: those who reject the practice of weton as contrary to Islamic creed, those who accept it as a cultural tradition under certain limitations, and those who adopt a moderate stance by viewing weton as a tradition that should not be regarded as an absolute determinant. Religious leaders play a significant role as spiritual guides, social mediators, and guardians of harmony between Islamic teachings and local traditions.
Downloads
References
Ahmad, Safari. “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Perhitungan Weton Dalam Pernikahan Di Desa Surayya Mandiri Kecamatan Mandah Kecamatan Indragiri Hilir,” 2024, 10.
Ashari, Beni. “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Tradisi Pengunaan Weton Dalam Pernikahan. (Studi Pada Masyarakat Desa Suci Kecamatan Panti Kabupaten Jember).” Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga 1, no. 1 (2021): 92–99. https://ejournal.uas.ac.id/index.php/Mabahits/article/view/566/396.
Cukir, Jl, Gg Ii, and Jumlah Pen. “Desa Cukir Fingerprint Sekretaris Desa Contacts Info Media Map Wilayah Desa,” n.d.
Diana, Isna. “Tradisi Perhitungan Weton Dalam Pernikahan Masyarakat Jawa Perspektif Urf (Studi Kasus Desa Cabean Kunti Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali),” 2023, 1–127. eprints.iain-surakarta.ac.id.
Firdaus, Isnaini Nur Nabila, and Nizar Zulmi. “Kultur Pernikahan Jawa Dalam Hitungan Weton Perspektif Hukum Islam.” Jasna 3, no. 1 (2023): 93–104.
Hadi, Aji S, Anwar Sa’dullah, and Dzulfikar Rodafi. “Persepsi Terhadap Kesepadanan Weton Dalam Pernikahan Di Dusun Tabon Desa Bades Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang.” Jurnal Ilmiah Hukum Keluarga Islam 6, no. 2 (2024): 223–31.
Hartono, Hartono, Achmad Fahruddin, and Titi Prihatin. “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Tradisi Perhitungan Weton Sebagai Acuan Dalam Pernikahan (Studi Kasus Masyarakat Jawa Di Desa Singa Gembara).” Al-Usroh : Jurnal Hukum Keluarga Islam 3, no. 01 (2025): 29–38. https://doi.org/10.55799/alusroh.v3i01.706.
HS, Trio Meinarsono, and Abdain. “Tradisi Perhitungan Weton Sebagai Penentuan Hari Pernikahan Pada Masyarakat Suku Jawa Di Desa Wonorejo Kabupaten Luwu Timur.” Al-Manhaj: Journal of Indonesian Islamic Family Law 5, no. 2 (2023): 148–66. https://doi.org/10.19105/al-manhaj.v5i2.10343.
Ii, B A B, and A Deskripsi Pustaka. “BAB II Landasan Teori,” 2009, 10–46.
Jumanuba, M.Wildan, and Ahmad Ubaidi Hasbillah. “Tinjauan Tradisi Buwuhan Pernikahan Dalam Perspektif Hukum Islam (Di Desa Bendet Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang).” Jurnal Sains Student Research 2, no. 4 (2024): 279–89. https://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jssr/article/view/2000.
Khaerani, Tantri. “PERSPEKTIF HUKUM ISLAM ( Studi Pada Masyarakat Jawa Di Desa 23 Karangrejo Metro Utara ) PERSPEKTIF HUKUM ISLAM ( Studi Pada Masyarakat Jawa Di Desa 23 Karangrejo Metro Utara ),” 2023.
Muhammad khusni alfian. “Studi Pendapat Tokoh Agama Terhadap Praktik Penggunaan Hitungan
Weton Dalam Pencocokan Persiapan Pernikahan Bagi Pasangan Calon Pengantin (Studi Kasus Di Desa Doro Kec. Doro Kab. Pekalongan) Diajukan,” 2022, 36.
Munir, Akmal Abdul. “Pemikiran Sayyid Sabiq Mengenai Hikmat Al-Tasyri’ Hukum Perkawinan Dalam Kitab Fiqh Al-Sunnah.” Hukum Islam 21, no. 2 (2022): 320. https://doi.org/10.24014/jhi.v21i2.16524.
Shodiqin, Mohammad, and Muhammad Jazil Rifqi. “Harmoni Dalam Keragaman Weton: Tradisi Perkawinan Di Desa Kepuh Kembeng.” Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Hukum 23, no. 1 (2025): 16–35. https://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/alqisthu/article/view/5271.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R &Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D.Bandung:Alfabeta. Bandung:Alfabeta., 2016.
Wiratna Sujarweni, V. “Metodologi Penelitian.” PT. Rineka Cipta, Cet.XII)an Praktek, (Jakarta : PT. Rineka Cipta, Cet.XII), 2014, 107.
Suwarijin, Ushul Fiqh, (Yogyakarta;Sukses Offest, 2012) Tihami, Sohari Sahrani, Fikih Munakahat (Jakarta: PT Rajawali pers,2013)
Wahbah Al-Zuhaili, Al-Fiqh Al-islami Wa-Adillatuhu, (Jakarta: Gema Insani, 2011)
Yaswirman, Hukum Keluarga: Karakteristik dan Prospek Doktrin Islam dan Adat dalam Masyarakat Matrilineal Minangkabau (Jakarta: RaJawali Pers, 2013).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.