FILOSOFI RUMAH LONTIOK KHAS DESA WISATA PULAU BELIMBING DALAM KAJIAN ETNOSAINS

Authors

  • Ria Monica Universitas Riau
  • Hanafi Arbi Universitas Riau
  • Endra Juni Harja Universitas Riau
  • Elmustian Universitas Riau
  • Fakhruddin Z Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.52357

Keywords:

Lontiok House, Ethnoscience, Cultural Preservation.

Abstract

The Lontiok House is a traditional house of the Malay community in Kampar Regency, Riau, rich in philosophical values, distinctive boat-shaped architecture, and local wisdom. However, modernization and the scarcity of natural materials threaten the preservation of this traditional house, causing the younger generation to lose touch with their cultural roots. This study aims to explore the philosophical meanings and socio-cultural values of the Lontiok House, and to integrate this local knowledge through an ethnoscience approach so it can be scientifically explained. This study employed a descriptive qualitative method with a field study approach. Data were collected through direct observation in Pulau Belimbing Village, Kuok District, in-depth interviews with customary leaders/caretakers, and documentation. The results show that the Lontiok House reflects a strong harmony between humans, nature, and Islamic values. The curved roof characteristic (lontiok) symbolizes reverence to God, while the stilt structure represents an environmental adaptation to floods and microclimates (ethnoscience perspective). 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arianto, B. (2024). Komodifikasi arsitektur tradisional: Pergeseran nilai fungsional ke ekonomis pada rumah adat Melayu. Jurnal Arsitektur dan Perencanaan, 9(1), 45–58.

Astuti, W., Setoko, H., & Suryani, I. (2023). Struktur rumah panggung Sumatera: Analisis komparatif adaptasi geografis kebencanaan di pesisir dan dataran rendah. Jurnal Kebudayaan dan Lingkungan Bina, 15(2), 112–126.

Delia, M. (2024). Simbolisme status sosial dan identitas kepemilikan dalam arsitektur vernakular Melayu. Jurnal Kebudayaan Melayu, 12(1), 78–89.

Efendi, T. S. (2007). Tunjuk ajar Melayu dalam arsitektur tradisional Riau. Pekanbaru: Lembaga Adat Melayu Riau.

Firzal, Y. (2015). Karakteristik fisik dan makna visual selembayung serta gable finials pada arsitektur Melayu Riau. Jurnal Melayu Sastra, 7(2), 201–215.

Hakim, L. (2019). Strategi pelestarian Rumah Lontiok sebagai warisan budaya dan daya tarik wisata budaya di Kabupaten Kampar. Jurnal Kajian Pariwisata dan Budaya, 4(2), 88–97.

Helen, A. (2024). Arsitektur tradisional Indonesia sebagai representasi identitas lokal di era modern. Jurnal Arsitektur Vernakular, 6(1), 12–25.

Huda, N. (2017). Kearifan lokal masyarakat Kampar dalam pemanfaatan material alami untuk arsitektur berkelanjutan. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, 9(2), 134–145.

James, R. (1997). Ethnoscience and local knowledge: An anthropological approach to traditional science. New York: Academic Press.

Karina, A., Faizah, H., Elmustian, E., & Syafrial, S. (2022). Representasi simbolis dan nilai transendental pada ragam hias atap Rumah Lontiok Kampar. Jurnal Tuah: Pendidikan dan Kebudayaan, 4(2), 143–154.

Mahdayeni, M. (2019). Pengaruh faktor geografis terhadap keberagaman pola kebudayaan masyarakat kepulauan di Indonesia. Jurnal Geografi dan Lingkungan, 11(3), 210–223.

Maheswara, G. (2024). Dinamika sosial dan pemeliharaan dialek bahasa Melayu Kampar pada masyarakat Desa Pulau Belimbing. Jurnal Lingua Kultura, 18(1), 34–46.

Nurjaman, A., Rusmana, A., & Witro, A. (2021). Pengelolaan cagar budaya berbasis masyarakat: Upaya penyelamatan rumah adat tradisional di era disrupsi. Jurnal Pemikiran Sosial dan Budaya, 5(2), 167–180.

Prabowo, R., Listyorini, T., & Susanto, A. (2015). Visualisasi 3D arsitektur tradisional rumah adat di Indonesia berbasis Android. Jurnal Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer, 6(2), 345–352.

Redovan Jamil, M. (2023). Keberlanjutan adat istiadat Melayu dalam siklus kehidupan masyarakat Desa Wisata Pulau Belimbing Kabupaten Kampar. Jurnal Antropologi Sosial, 8(3), 289–302.

Sabila, N., & Nugroho, A. (2023). Citra, karakter, dan identitas visual dalam arsitektur vernakular Riau. Jurnal Ruang Arsitektur, 11(2), 95–106.

Sari, D. P., Handayani, S., & Putra, R. (2024). Analisis filosofi bentuk lancang dan struktur perahu pada arsitektur tradisional Rumah Lontiok. Jurnal Budaya Nusantara, 7(1), 56–69.

Setiawan, B. (2017). Tantangan transfer pengetahuan lokal arsitektur tradisional kepada generasi muda di Provinsi Riau. Jurnal Pendidikan Kebudayaan, 2(1), 89–102.

Wahyuni, S. (2021). Akulturasi dan pergeseran bentuk material kayu ke beton pada pembangunan rumah tinggal di Kampar. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 18(2), 122–135.

Wulandari, T. (2024). Pemanfataan media digital sebagai sarana promosi dan dokumentasi kebudayaan Rumah Lontiok bagi generasi Z. Jurnal Komunikasi dan Budaya, 10(2), 175–188.

Zain, M. (2020). Filosofi rumah Melayu: Tanggung jawab sosial dan kesempurnaan hidup dalam perspektif hukum adat. Jurnal Hukum Adat dan Kebudayaan, 5(1), 41–55.

Zulhaini, Z., Faizah, H., Elmustian, E., & Syafrial, S. (2023). Eksplorasi makna filosofis Rumah Lontiok berdasarkan perspektif pemangku adat dan tokoh masyarakat Kampar. Jurnal Pendidikan, Teologi, dan Kebudayaan Islam, 11(2), 201–214.

Downloads

Published

2026-06-13