RELEVANSI PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA DALAM MENGATASI KRISIS KARAKTER MURID SEKOLAH DASAR
DOI:
https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.52173Keywords:
Ki Hadjar Dewantara, character crisis, character educationAbstract
Krisis karakter pada murid Sekolah Dasar menjadi salah satu persoalan mendesak dalam dunia pendidikan Indonesia masa kini. Fenomena perundungan (bullying), rendahnya rasa hormat terhadap guru, serta memudarnya nilai-nilai gotong royong dan kejujuran di kalangan murid mencerminkan kerapuhan fondasi pendidikan karakter yang seharusnya dibangun sejak usia dini. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji relevansi pemikiran Ki Hadjar Dewantara sebagai landasan filosofis dalam mengatasi krisis karakter tersebut, dengan penekanan khusus pada konsep kodrat alam dan kodrat zaman. Melalui metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis, artikel ini menelaah konsep-konsep utama pemikiran Ki Hadjar Dewantara, yakni kodrat alam dan kodrat zaman, Sistem Among, Tri Pusat Pendidikan, dan semboyan Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani, serta mengaitkannya dengan konteks pendidikan karakter di Sekolah Dasar pada era sekarang. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep kodrat alam menegaskan perlunya pendidikan menghormati keunikan potensi setiap murid, sementara kodrat zaman menuntut pendidikan beradaptasi dengan dinamika era digital tanpa kehilangan akar nilai. Pemikiran Ki Hadjar Dewantara terbukti relevan dan urgen sebagai solusi holistik atas krisis karakter yang terjadi. Rekomendasi praktis bagi guru, orang tua, dan pemangku kebijakan turut diuraikan sebagai langkah konkret implementasi.
Downloads
References
Aziz, A., & Fitriana, R. (2022). Strength-based approach dalam pendidikan karakter murid sekolah dasar: Relevansi dengan konsep kodrat alam Ki Hadjar Dewantara. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(1), 45-62. https://doi.org/10.21831/jpk.v12i1.43215
Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice-Hall.
Dewantara, Ki Hadjar. (1977). Karya Ki Hadjar Dewantara Bagian Pertama: Pendidikan. Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.
Dewantara, Ki Hadjar. (1994). Karya Ki Hadjar Dewantara Bagian Kedua: Kebudayaan. Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.
Freire, P. (1970). Pedagogy of the oppressed. Herder and Herder.
Hidayatullah, F., & Kurniawan, D. (2022). Pendidikan karakter digital berbasis nilai-nilai Ki Hadjar Dewantara: Sebuah kajian konseptual. Jurnal Teknologi Pendidikan, 24(2), 118-134. https://doi.org/10.21009/jtp.v24i2.26453
Kemendikbudristek. (2022). Panduan pengembangan Profil Pelajar Pancasila. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
KPAI. (2023). Laporan tahunan Komisi Perlindungan Anak Indonesia 2023: Kasus kekerasan dan perundungan di lingkungan pendidikan. Komisi Perlindungan Anak Indonesia.
Kurniasih, D., & Hidayat, R. (2022). Pengaruh keterlibatan orang tua dalam program pendidikan karakter terhadap internalisasi nilai murid sekolah dasar: Perspektif Tri Pusat Pendidikan Ki Hadjar Dewantara. Jurnal Ilmu Pendidikan, 28(1), 77-91. https://doi.org/10.17977/um048v28i12022p077
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Muhamad, N., & Fathurrohman, M. (2023). Korelasi kualitas relasi guru-murid berbasis Sistem Among dengan internalisasi karakter pada murid sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 8(2), 203-221. https://doi.org/10.29407/jpdn.v8i2.18892
Nugroho, B. A., & Prasetyo, H. (2024). Screen time dan dampaknya terhadap pembentukan karakter murid sekolah dasar di era digital: Sebuah systematic review. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(1), 334-349. https://doi.org/10.31004/obsesi.v8i1.4152
Putri, A. D., & Suyatno, S. (2022). Fenomena bullying di sekolah dasar kota besar Indonesia: Survei prevalensi dan faktor risiko. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 8(1), 55-68. https://doi.org/10.26858/jppk.v8i1.24376
Rachman, A., & Widiati, U. (2023). Implementasi konsep kodrat alam Ki Hadjar Dewantara dalam pembelajaran diferensiasi di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 7(3), 1984-2000. https://doi.org/10.31004/basicedu.v7i3.5437
Raharjo, T. J., & Susanto, H. (2023). Faktor-faktor kontemporer penyebab krisis karakter murid sekolah dasar di Indonesia: Analisis multidimensional. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 8(2), 145-162. https://doi.org/10.24832/jpnk.v8i2.2891
Santoso, B., & Wahyuni, S. (2023). Digital storytelling berbasis kearifan lokal sebagai model integrasi kodrat alam dan kodrat zaman dalam pendidikan karakter sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Humaniora, 11(1), 38-54. https://doi.org/10.17977/um030v11i12023p038
Zed, M. (2008). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.