KAJIAN EFISIENSI AGRONOMIS PADI (Oryza sativa L.) VARIETAS INPARI GEMAH PADA TANAH SAWAH BERSTATUS P DAN K TINGGI MELALUI APLIKASI ORGANOMINERAL FLY ASH DENGAN PEMUPUKAN NPK

Authors

  • Eriani Septi Dwika Putri Universitas Mahaputra Muhammad Yamin
  • Ir. Friza Elinda Universitas Mahaputra Muhammad Yamin
  • Dewi Jayagma Ilham Universitas Mahaputra Muhammad Yamin
  • Ir. Ismon L Universitas Mahaputra Muhammad Yamin

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.51875

Keywords:

Efisiensi, fly ash, organomineral, padi

Abstract

This study aimed to examine the efficiency level of applying organomineral fly ash combined with NPK fertilizer in improving rice yield on paddy soils with high phosphorus (P) and potassium (K) status. The research was conducted at Green Hill Arya Housing Complex, Tanjung Harapan District, Solok City, from November 2025 to March 2026. A Randomized Complete Block Design (RCBD) with five replications was used. The treatments consisted of five levels of NPK fertilizer application (0, 100, 200, 300, and 400 kg NPK ha⁻¹) combined with 5 tons ha⁻¹ of organomineral fly ash. The observed parameters included plant height, number of tillers, number of panicles, panicle length, number of grains per panicle, weight of filled grains, weight of empty grains, grain weight percentage, 1,000-grain weight, fresh straw weight, dry straw weight, pot yield, and agronomic efficiency. The results showed that the application of organomineral fly ash combined with 3.3 g NPK (A4) was the most efficient application rate for the Inpari Gemah rice variety grown on Solok paddy soils. The application of organomineral fly ash combined with 4.4 g NPK (A5) had a highly significant effect on 1,000-grain weight, while the application of organomineral fly ash combined with 3.3 g NPK (A4) had a highly significant effect on filled grain weight and production yield. Furthermore, the application of organomineral fly ash combined with 4.4 g NPK (A5) significantly affected the number of panicles and fresh straw weight, while the application of organomineral fly ash combined with 2.2 g NPK (A3) significantly affected the number of grains per panicle, and the application of organomineral fly ash combined with 3.3 g NPK (A4) significantly affected dry straw weight. In contrast, the treatments had no significant effect on plant height, number of tillers, panicle length, empty grain weight, and grain weight percentage.

Downloads

Download data is not yet available.

References

AAK. 2004. Morfologi Tanaman Padi. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Abdullah. 2008. Pemanjangan malai pada padi bergantung pada kapasitas sumber organ dan produksi hasil fotosintesis. Jurnal Agronomi Indonesia 36(2), 112-120.

Adilla, R., Fitriani, Y., & Putra, A. 2023. Analisis kandungan fosfor tersedia pada tanah sawah di Kabupaten Solok (wilayah Gunung Talang): Variasi 0,07–16,55 mg/kg. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 25(1), 78-89.

Adrianto, J., Harianto, H., & Hutagaol, M. P. 2023. Penurunan produktivitas padi pada tanah sawah dengan kandungan P dan K tinggi akibat ketidakseimbangan hara. Jurnal Agribisnis Indonesia, 11(1), 45-56.

Agus, F., & Subiksa, I. W. 2008. Pengapuran dan Pemupukan pada Tanah Gambut. Buku Teknik Budidaya Tanaman Padi.

Ahira, I. 2011. Anatomi dan Fisiologi Tanaman Padi. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Press.

Ambia, M. N., & Utami, T. E. 2018. Fly ash organomineral dengan bokashi untuk sinergi hara P-K pada rhizosfer. Jurnal Agronomi Indonesia, 46(3), 201-210.

Amin, M., & Abdelsalam, M. 2019. Komposisi fly ash: SiO 61,06% dari pembakaran batubara. Journal of Cleaner Production, 220, 1123-1131.

Arifin, D. 2010. Fungsi kalium dalam pembelahan sel dan efisiensi air tanaman padi. Jurnal Hortikultura Indonesia, 1(2), 67-75.

Arrandeau dan Vergara. 2020. Faktor utama jumlah butir permalai pada padi dari anakan produktif. Agrivita Journal of Agricultural Science 42(1), 45-56.

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian. 2021. Karakteristik varietas Inpari Gemah: Tahan hama, tekstur nasi pera, diperkenalkan 2020. Info Literasi Pertanian, Edisi Khusus Varietas Unggul.

Bray, E. 2007. Water Stress Effects on Plant Growth. Dalam Erlianus, M., Santoso, H., & Wicaksono, T. (2021). Pengaruh Kekurangan dan Kelebihan Air terhadap Produksi Padi. Jurnal Agronomi Tropika, 15(2), 100-110.

Buckman dan Brady. 2013. Pemupukan ideal berbasis unsur hara tanah. Ilmu Tanah dan Pupuk Edisi ke-5. Penerbit UI Press, Jakarta. 245-267.

Cut, Teuku dan Jamilhatun. 2023. Tidak ada perbedaan bobot gabah hampa pada padi gogo dengan amelioran. Jurnal Budidaya Pertanian 19(1), 78-89.

Erlianus, M., Santoso, H., & Wicaksono, T. 2021. Pengaruh Kekurangan dan Kelebihan Air terhadap Produksi Padi. Jurnal Agronomi Tropika, 15(2), 100-110.

Fadhilah, Rina, Sari dan Widodo. 2021. Fly ash silika tidak berpengaruh pada tinggi tanaman padi. Jurnal Tanah Tropika 26(3), 201-210.

Fahrunsyah, Mulyadi, Sarjono, M. A., & Darma, I. N. 2020. Aplikasi fly ash untuk stimulasi pertumbuhan vegetatif tanaman melalui perbaikan kualitas tanah meristem. Jurnal Agronomi Indonesia, 48(1), 23-31.

Fairhurst dan Malcolm 2017. NPK meningkatkan jumlah gabah per malai pada sawah. Better Crops International 101(2), 15-22.

Falah, M., Ustiatik, U., & Nuraini, Y. 2023. Efek negatif fly ash 20 ton/ha pada pertumbuhan jagung. Jurnal Tanah Tropika, 28(1), 56-63.

Fardy. 2022. Bobot gabah hampa stabil meski vegetatif maju. Indonesian Journal of Agronomy 50(1), 34-42.

Favaretto, N., Briedis, C., & Albuquerque, M. C. 2014. Optimal dosage of fly ash on mung bean (Vigna radiata) production beyond 2.0 kg/kg soil. Soil and Tillage Research, 144, 1-10.

Febriana, S., Priyadi, P., & Taisa, R. 2021. Fly ash sebagai pembenah ramah lingkungan untuk produktivitas lahan sawah. Jurnal Agrotek Tropika, 9(1), 161-169.

Febriana, S., Priyadi, P., & Taisa, R. 2021. Pengaruh aplikasi abu terbang batubara dan pupuk kandang sebagai bahan amelioran terhadap pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea reptans Poir.). Jurnal Agrotek Tropika, 9(1), 161-169.

Firmansyah, A. 2023. Gangguan keseimbangan unsur hara oleh kadar P dan K berlebih pada tanah sawah. Jurnal Tanah dan Pupuk, 9(2), 112-120.

Firmanto, K. 2017. Struktur dan Komposisi Biji Padi. Jurnal Agronomi Indonesia, 10(2), 123-130.

Ginting dan Indriyanti (2023). Pengaruh aplikasi fly ash terhadap sifat kimia tanah, kadar hara makro, silika, logam berat dalam jaringan tanaman, pertumbuhan dan hasil padi sawah. Jurnal Sains Agro 10 (2), 310-324.

Handono, S. 2013. Hambatan dan tantangan penerapan padi metode SRI (System of Rice Intensification). Jurnal Habitat. 4(4), 11-21.

Harahap, I. S., Lubis, A. M., & Sitorus, R. P. 2022. Penerapan pertanian berkelanjutan untuk menjaga fungsi ekosistem lahan sawah dan meningkatkan produktivitas pangan. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 40(3), 120-135.

Hardiyanti, N., Rahman, A., & Sari, D. 2022. Peran fosfor dan kalium dalam metabolisme padi sawah. Jurnal Agronomi dan Hortikultura, 15(1), 12-20.

Hasanah, N. 2007. Budidaya Padi di Dataran Rendah dan Tinggi. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Press.

Downloads

Published

2026-06-03