NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM TRADISI TARI REJANG KERAMAN UPACARA NGUSABA AGUNG DESA ADAT KEDIS
DOI:
https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.51744Keywords:
Nilai Pendidikan Agama Hindu, Tradisi, Tari Rejang Keraman, Upacara Ngusaba AgungAbstract
ABSTRAK
Tradisi Tari Rejang Keraman di Desa Adat Kedis, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng merupakan warisan budaya sakral yang dilaksanakan secara berkala dalam rangkaian Upacara Ngusaba Agung di Pura Puseh Pemulungan. Tradisi ini tergolong unik karena dirangkaikan dengan prosesi Raja Swala sebagai simbol pendewasaan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam proses pelaksanaan, makna, serta nilai-nilai pendidikan agama Hindu yang terkandung di dalam tradisi tersebut. Analisis dalam penelitian ini dibedah menggunakan pisau analisis teori fungsional struktural, teori interaksionisme simbolik, dan teori nilai. Berlandaskan kerangka teoretis tersebut, metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur, wawancara semi-terstruktur dengan pemuka Adat, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Tari Rejang Keraman berjalan melalui tahapan persiapan, puncak ritual, hingga penutupan yang sinkron dengan upacara Ngusaba Agung. Tradisi ini mengintegrasikan makna religius, spiritual, dan sosial sebagai wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta simbol penyucian diri. Tradisi ini memuat nilai pendidikan agama Hindu yang meliputi nilai Tattwa, Susila, dan Acara. Nilai-nilai ini terbukti efektif membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan gotong royong bagi truna-truni. Tari Rejang Keraman bukan sekadar ekspresi seni, melainkan media pendidikan keagamaan nonformal yang vital untuk mentransfer nilai moral dan mempertahankan identitas budaya lokal dari pengaruh globalisasi.
Downloads
References
Aman. S. (2013). Tren Spiritualitas Milenium Ketiga. Tangerang : Ruhama
Dana, I. K. R. (2023). Sistem Pewarisan Tradisi Tari Rejang Keraman Desa Kedis Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng. Kayonan: Jurnal Pendidikan Seni Budaya, 1(2), 109-120.
Fatmawati, N., Sutardi, S., & Sukowati, I. (2025). Nilai Sosial dalam Novel Bidadari-Bidadari Surga Karya Tere Liye (Perspektif Filsafat Prof. Dr. Notonegoro). Listra: Jurnal Linguistik Dan Sastra Terapan, 2(3), 89-98.
Fransisco Munte, W. (2025). Dinamika Sosial Pemuda Humbang Hasundutan di Era Globalisasi Sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis (Doctoral dissertation, Institut Seni Indonesia Yogyakarta).
Hendi Atmaja, I. (2023). Strategi Pengembangan Daya Tarik Wisata Pada Tradisi upacara Ngusaba Agung Di Pura Puseh Pemulungan Desa Adat Kedis, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng. (Skripsi Sarjana, Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja).
Iryanti, V.2000.Tari Bali : sebuah Telaah Historis.Jurnal Pengetahuan dan Pemikiran
Seni.1(2):75-90.
Juniawati, N. K. W., Budhyani, D. A. M., & Sudirtha, I. G. (2018). Tata Rias Tradisi Tari Rejang Keraman Desa Kedis Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng. Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, 9(2), 109-119.
Kadek, A. Y. I., & Nengah, J. I. (2024). Defense Strategy The Sacred Art Of “Rejang Keraman” With The Help Of Google Sites In Kedis Village, Busung Biu District Buleleng District. Cultoure: Jurnal Ilmiah Pariwisata Budaya Hindu, 5(1), 72-82.
Wirawan, K. I. (2019). Makna Religiusitas Pementasan Tari Baris Kupu-Kupu dalam Sistem Religi Umat Hindu di Bali Pegunungan. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni, 7(2), 174-191.
Mustawan, M. D. (2022). Implementasi Tri Kerangka Dasar Agama Hindu Guna Meningkatkan Sraddha Dan Bhakti Pemuda Hindu Dusun Silirsari, Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi. Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu , 27 (1), 105-116.
Nugroho, O. C. (2015). Interaksi Simbolik Dalam Komunikasi Budaya (Studi Analisis Fasilitas Publik Di Kabupaten Ponorogo). Aristo, 3(1), 1-18.
Oktaviani, N. M. A. D. (2025). Revitalisasi Nilai Tattwa Dan Etika Hindu Dalam Pendidikan Karakter Siswa Di Era Digital. Padma Sari: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(02), 149-159.
Ritzer, G. (2014). Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Kencana.
Soedarsono. 2010. Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Suhardana. 2006. Etika dan Moralitas Hindu Bahan Kajian Untuk Memperbaiki Tingkah laku. Surabaya : Paramita.
Wahyuni, I. G. A. D. (2025). Teologi Kontekstual dalam Ekspresi Sakral Tradisi Tari Rejang Keraman di Bali. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 9(4), 89–108.
Widiantari, N. W. (2018). Spiritualitas hindu dalam menari dan menata tari. Jurnal Sitakara, 3(2), 1-7.
Wirawan, K. I. (2019). Makna Religiusitas Pementasan Tari Baris Kupu-Kupu dalam Sistem Religi Umat Hindu di Bali Pegunungan. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni, 7(2), 174-191.
Wijaya, H., Wedha, Y. Y., Udytama, I. W. W., Rosiana, F., & Ratu, D. S. (2025). Efektifitas hukum Adat Desa Kedis dalam pelestarian kesakralan budaya Tari Rejang Keraman. Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law Journal), 14(1), 143–153.
Yudari, A. K. S. (2018). Komersialisasi Banten dalam Wacana Penguatan
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.