ISU GENDER DALAM KONSELING MULTIBUDAYA: TANTANGAN DAN PERAN KONSELOR SEKOLAH

Authors

  • Syahvira Amalie Chusna Assaadah Universitas Negeri Surabaya
  • Aisya Briliana Putri Kartika Universitas Negeri Surabaya
  • Guntur Sandi Pratama Universitas Negeri Surabaya
  • Nabila Jasmine Faiz Universitas Negeri Surabaya
  • Ovinaya Shebil Kuncoro Universitas Negeri Surabaya
  • Ari Khusumadewi Universitas Negeri Surabaya
  • Ela Nur Fadilah Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.51181

Keywords:

Gender issues, multicultural counseling, school counselors, gender equality

Abstract

This study aims to examine gender issues in multicultural counseling in school settings, specifically the challenges faced and the strategic role of school counselors in providing equitable and responsive services. The method used in this study is a literature review drawn from various sources, including books and scientific journals. The data obtained is then systematically analyzed through identification, classification, and interpretation to produce a comprehensive and comprehensive understanding. The results of the study indicate that gender issues in multicultural counseling still contain biases and stereotypes stemming from social and cultural constructs, thus affecting counseling services. Challenges faced by school counselors include limited understanding of gender, cultural pressures, and an education system that is not yet fully responsive to gender equality. Counselors also have a crucial role as agents of change in creating a discrimination-free school environment. Therefore, strengthening and following up on these gender issues is necessary. Counselors' awareness and empowerment, along with support from the education system, are also needed to ensure the smooth and optimal functioning of counseling services

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amalia, P., Bilgina, N. A., Wahidah, R. N., & Fitriani, E. (2025). Efektivitas Teknik Konseling Feminis dalam Menangani Kasus Diskriminasi Gender di Kalangan Remaja. 3.

Arifin, Z., Munawaroh, S., & Kurniawan, A. (2024). Efektivitas konseling sebaya berbasis multikultural untuk meningkatkan kepekaan gender siswa SMA. Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan, 8(1), 112–125. http://doi.org/10.30598/jbkt.v8i1.312

Arredondo, P., dkk. (1996). Operationalization of the Multicultural Counseling Competencies. Journal of Multicultural Counseling and Development.

Astarina, R., dkk. (2022). Mewujudkan kesetaraan gender dalam konseling multibudaya: Peran konselor dalam isu dan tantangan sosial. Jurnal Wahana Konseling, 8(1), 84–96. https://jurnal.univpgri-palembang.ac.id/index.php/juang/article/download/18815/11234

Fadilah, S. R., & Prasetya, A. F. (2025). Peran konselor multikultural dalam mewujudkan kesetaraan gender peserta didik di sekolah. Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling, 16(3).

Gustama, R. A., & Nuha, M. S. (2025). Konseling Multibudaya dalam Edukasi Kesetaraaan dan Kesadaran Gender pada Siswa. 10(5), 9–16. https://doi.org/10.17977/um027v10i12025p9-16

Gustama, R. A., Nuha, M. S., & Muslihati, M. (2021). Konseling multibudaya dalam edukasi kesetaraan dan kesadaran gender pada siswa. Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan, 6(2), 101–110. https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jktpk/article/download/2411/981⁠

Kartikasari, Wenny Audina, Neviyarni Suhaili, and Netrawati Netrawati. 2023. “Problematika Multikultural Dalam Pelakasanan Layanan Konseling Kelompok.” SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling7(1):49. doi: 10.23916/082370011.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementrian PPPA). (2016). Panduan Teknis Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender dalam Pendidikan. Jakarta.

Lathifah, S., Mahmudah, H. F., & Nurida, S. W. (n.d.). Konseling Multibudaya sebagai Edukasi Kesetaraan Gender pada Siswa. 386–397.

Lerner, G. (1986). The Creation of Patriarchy. New York: Oxford University Press.

Lolok, L., Palloan, A., Richard, E. M., & Stefanus, R. (2025). Analisis Konseling Multikultural sebagai Upaya Mencegah Diskriminasi Antar Siswa di Lingkungan Sekolah dapat diterapkan sebagai upaya nyata dalam mencegah diskriminasi antar siswa di Teori Konseling Multikultural dan klien dipengaruhi oleh konteks budaya masing-masing . Menurut Sue , Arredondo , dan. September.

Rahmawati, D., et al. (2021). Konseling multibudaya dalam perspektif bimbingan dan konseling. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 5(2).

Raina, A. (2018). Gender equality in education: A review of issues and challenges. International Journal of Research in Education.

Ratmono. (2017). Bimbingan dan Konseling Komprehensif Berwawasan Gender di Sekolah. Jurnal Ilmiah Pendidikan.

Sari, N., & Wibowo, M. E. (2020). Konseling multibudaya dan tantangan isu gender di sekolah. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 8(3), 150–159. https://journal.uinjkt.ac.id/index.php/jko/article/download/15432/8732⁠

Sue, D. W., & Sue, D. (2016). Counseling the Culturally Diverse: Theory and Practice. New Jersey: John Wiley & Sons.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta

Umar, N. (1999). Argumen Kesetaraan Jender: Perspektif Al-Qur'an. Jakarta: Paramadina.

Widyanika, I., Kurniawan, T. H., & Firdaus, W. R. (2025). Model Bimbingan dan Konseling Multibudaya.

Yasinta, S. D., Shakila, D. N., & Ramadhan, R. M. (2025). Pelatihan Konseling Multibudaya dalam Pendidikan Konselor. 2.

Zed Mestika. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Downloads

Published

2026-07-11