PENINGKATAN SISTEM KEAMANAN EMBARKASI DAN DEBARKASI PENUMPANG SAAT MASA PEAK SEASON DI KM. KELUD

Authors

  • Jessica Daisy Vania Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar
  • Rusman Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar
  • Siti Zulaikah Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.51068

Keywords:

embarkation, debarkation, peak season, security system, stowaway

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya jumlah penumpang pada masa peak season yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, khususnya masuknya penumpang tanpa tiket resmi (penumpang gelap). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab ketidakamanan pada proses embarkasi dan debarkasi serta menganalisis upaya peningkatan sistem keamanan di KM. Kelud. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan dari pihak kapal dan darat yang terlibat langsung dalam operasional. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan dukungan perangkat lunak NVivo 12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakamanan dipengaruhi oleh pengendalian akses yang belum sepenuhnya terlaksana akibat ketidaktahuan calon penumpang akan regulasi yang berlaku, kurangnya ketelitian petugas dalam validasi identitas serta sistem pengendalian alur penumpang yang belum optimal. Upaya peningkatan keamanan dapat dilakukan melalui penguatan koordinasi, optimalisasi jalur prioritas penumpang, dan pemanfaatan teknologi face recognition pada proses boarding. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan sistem keamanan transportasi laut, khususnya pada proses embarkasi dan debarkasi penumpang saat masa peak season.

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya jumlah penumpang pada masa peak season yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, khususnya masuknya penumpang tanpa tiket resmi (penumpang gelap). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab ketidakamanan pada proses embarkasi dan debarkasi serta menganalisis upaya peningkatan sistem keamanan di KM. Kelud. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan dari pihak kapal dan darat yang terlibat langsung dalam operasional. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan dukungan perangkat lunak NVivo 12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakamanan dipengaruhi oleh pengendalian akses yang belum sepenuhnya terlaksana akibat ketidaktahuan calon penumpang akan regulasi yang berlaku, kurangnya ketelitian petugas dalam validasi identitas serta sistem pengendalian alur penumpang yang belum optimal. Upaya peningkatan keamanan dapat dilakukan melalui penguatan koordinasi, optimalisasi jalur prioritas penumpang, dan pemanfaatan teknologi face recognition pada proses boarding. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan sistem keamanan transportasi laut, khususnya pada proses embarkasi dan debarkasi penumpang saat masa peak season.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggrahini, W. P. (2020). Kualitas pelaksanaan ISPS Code di Pelabuhan Benoa. Jurnal Penelitian Transportasi Laut, 16(1), 25–34.

Efendi, M. R., & Wibisono, R. E. (2024). Analisis kapasitas penumpang kapal yang berkeselamatan melalui alat keselamatan Kapal Ferry Kirana VII di Pelabuhan Tanjung Perak (studi kasus: Pelabuhan Tanjung Perak, Kota Surabaya). MITRANS: Jurnal Media Publikasi Terapan Transportasi, 2(1), 55–61.

Firman, Anatami, D., Simatupang, B., Erniyanti, & Respationo, S. (2024). Legal analysis of consumer pro-tection towards passenger safety in sea transportation (Research study at Sekupang Domestic Port, Kepri). International Journal of Education and Literature, 3(2), 117–127.

Idris, M., Setiyono, M., Muhammad, F., & Trisna, A. P. (2021). Analisa SWOT dalam meningkatkan efek-tivitas keamanan pelabuhan ter-minal penumpang Sorong. JPB: Jurnal Patria Bahari, 1(2), 1–9.

International Maritime Organization. (1974). International convention for the safety of life at sea (SO-LAS), 1974, as amended. IMO Publishing.

International Maritime Organization. (2002). SOLAS chapter XI-2: Spe-cial measures to enhance mari-time security. IMO Publishing.

International Maritime Organization. (2002). SOLAS regulation III/27: Information on passengers. IMO.

International Maritime Organization. (2004). International ship and port facility security (ISPS) code. IMO Publishing.

Kensiwi, F., Maharani, A., & Riyanto, R. (2022). Implementasi ISPS Code terkait dengan pelaksanaan drill dan exercise di Pelabuhan Tanjung Emas. Dinamika Bahari, 3(2), 78–85.

Lutfiyah, Z., Purnomo, J., & Ahmad, M. (2022). Penerapan dan pelaksanaan ISPS Code di KM. Bukit Siguntang. Prosiding Semi-nar Nasional "SIPMA 2022", 3, 76–83.

Matatelinga. (2017). Puluhan calon penumpang KM Kelud diturunkan paksa.

Maulana, M. R., Rahmawati, M., Kris-tanto, V. H., & Sianturi, I. (2025). Manajemen risiko embarkasi dan debarkasi penumpang pada kapal KMP Gili Iyang di Pelabuhan Bawean. RIGGS: Journal of Artifi-cial Intelligence and Digital Busi-ness, 4(2).

Nur, A. M. F., Kendek, M., Nalle, C. Y. A., Adiputra, I. K. H. P., & Firdani, A. N. (2025). Evaluasi proses em-barkasi, debarkasi, dan bongkar muat penumpang pada kapal KM. Sabuk Nusantara 62. JPB: Jurnal Patria Bahari, 5(2), 35–41.

Downloads

Published

2026-06-24