IMPLEMENTASI PELATIHAN MAKE’UP SEBAGAI BENTUK PEMBERDAYAAN DALAM PENGEMBANGAN KETERAMPILAN WARGA BINAAN PEREMPUAN DI LAPAS KELAS III RANGKASBITUNG

Authors

  • Siti Giyanah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Ahmad Fauzi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Yosi Asri Badrio Lapas Kelas III Rangkasbitung

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.49149

Keywords:

make-up training, empowerment, skills development, female inmates, correctional institution

Abstract

This study aims to analyze the implementation of make-up training as a form of empowerment in developing the skills of female inmates at Class III Rangkasbitung Correctional Institution. The study was motivated by the importance of skill-based development programs as an effort to improve the abilities, self-confidence, and readiness of inmates in facing life after release. This research employed a qualitative approach with a descriptive research design. The research subjects consisted of six female inmates who participated in the make-up training program. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing using source and technique triangulation to ensure data validity. The results showed that the make-up training improved participants’ skills in basic facial make-up techniques through direct practice methods. In addition, the training had a positive impact on increasing participants’ self-confidence, courage, and motivation. The program also broadened participants’ perspectives regarding opportunities for economic independence through make-up skills that could be utilized as a source of income after release. However, the implementation of the training still faced several obstacles, including limited equipment, materials, and training time. Therefore, make-up training can be considered an effective form of empowerment in supporting the rehabilitation and social reintegration process of female inmates in correctional institutions. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Erfiyansyah, I., Rizaldi, A., & Fauzi, A. (2025). Pelatihan keterampilan tata boga sebagai bekal usaha mandiri bagi warga binaan Lapas Kelas III Rangkasbitung. Al-DYAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 1131–1145. 10.58578/aldyas.v4i2.6060

Ghuroofie, D. (2025, 28 Mei). Pelatihan make up tingkatkan rasa percaya diri dan buka peluang kerja WBP Lapas Rangkasbitung. Banten Pos. https://banpos.co/artikel/2025/05/28/warga-lapas-rangkasbitung-dilatih-tata-rias/

Hikmat, H. (2021). Pemberdayaan masyarakat: Konsep dan strategi. Bandung: Huberman Utama. (Definisi pemberdayaan sebagai proses PENINGKATAN kapasitas masyarakat).

Ihsani, A. N. N., Maghfiroh, A., Nurhayati, I., & Ardhiansyah, A. (2025). Pemanfaatan Technology and Skill Make Up dalam rangka mewujudkan sustainable and productive life pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Wanita. Surya Abdimas, 9(4), 761–767. https://doi.org/10.37729/abdimas.v9i4.6587

Kemenkumham. (2022). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Lembaran Negara RI. (Pasal 9: Hak Pendidikan dan pengembangan potensi bagi narapidana)

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan. (2024). Jiwa-jiwa yang disiksa: Laporan pemantauan situasi perempuan terpidana mati di lembaga pemasyarakatan perempuan (LPP). Komnas Perempuan.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. (2023). Laporan tahunan Komnas HAM RI 2022: Capaian, tantangan & optimisme melanjutkan langkah dalam pemajuan & penegakan HAM. Komnas HAM RI.

Listiani, D. N., & Abidin, Z. (2023). Manfaat psikologis kegiatan memasak: Analisis tematik. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 7(3), 490–499.

Masda, M., Achmad, I. A., & Asmas, M. A. (2024). Pembinaan narapidana melalui pelatihan life skill; upaya peningkatan keterampilan warga binaan. Journal of Education Sciences: Fondation & Application, 3(1), 88–98. https://doi.org/10.56959/jesfa.v3i1.87

Pahrany, A. D., Suwarman, R. F., & Pusawidjayanti, K. (2024). Pemberdayaan warga binaan melalui pelatihan keterampilan kewirausahaan di Lapas Perempuan Kelas IIa Malang. Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 6(4), 684–689. https://doi.org/10.24036/abdi.v6i4.919

Reksa, M. B. S., Prakoso, G. T., Bhaskara, I. M., Farhan, M., Rahmahesa, K., & Soge, M. M. (2024). Implikasi UU No. 22 Tahun 2022 terhadap urgensi pelaksanaan pembinaan kemandirian di lembaga pemasyarakatan kelas I Tangerang. JPMP: Jurnal Pengabdian Masyarakat Poltekip, 2(1).

Rozali, M. I., Fahrian, Y., & Yusi, S. (2025). Implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang pemasyarakatan dalam perlindungan hak narapidana perempuan. Jurnal Hukum Sehasen, 11(2), 425–430.

Veranita, M., Turyandi, I., Wahyudi, W., & Framesthi, D. B. (2025). Pemberdayaan perempuan di Lapas Perempuan Kerobokan Kabupaten Badung Bali. https://doi.org/10.37339/jurpikat.v6i3.2479

Downloads

Published

2026-05-26