SEKOLAH RAKYAT DAN PESANTREN: DUA MODEL PENDIDIKAN BERBASIS KERAKYATAN DI INDONESIA

Authors

  • Andi Tiara Nur Fadhillah Universitas Islam Aji Muhammad Idris Samarinda
  • M. Irhas Rasuli Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
  • Sudadi Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.49083

Keywords:

Sekolah Rakyat, Pesantren, People's Education, Educational Equity, Poverty Alleviation

Abstract

This article examines two people-based education models in Indonesia, namely Sekolah Rakyat (People's School) and Pesantren (Islamic Boarding School), in the context of equitable access to education and poverty alleviation. Sekolah Rakyat is the latest program under President Prabowo Subianto's administration, launched under Presidential Instruction Number 8 of 2025, designed as a free boarding school for children from poor and extremely poor families. Pesantren, on the other hand, is Indonesia's oldest Islamic educational institution, which has for centuries played a role as a center for community-based education rooted in populist values. Using a library research approach and comparative analysis, this article examines the similarities, differences, and potential synergies between the two models from historical, philosophical, curricular, governance, and social relevance dimensions. The findings indicate that both models share the same philosophical roots - commitment to the people and the effort to break the chain of poverty through education - yet differ in institutional approach, value foundation, and financing mechanisms. This article recommends the need for strategic synergy and collaboration between Sekolah Rakyat and Pesantren as complementary people's education movements toward the realization of equitable, character-based, and competitive education in Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurrahman. (2023). Konsep pembaharuan pendidikan pesantren di era digital. UIN Sunan Gunung Jati.

Arief, M., & Assya'bani, R. (2023). Eksistensi manajemen pesantren di era digital. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 16(6), 2548-2567.

Badan Pusat Statistik. (2024). Indikator kesejahteraan rakyat 2024. Jakarta: BPS RI.

Detik News. (2026, Januari). 8 fakta Sekolah Rakyat yang akan diresmikan Presiden Prabowo. https://news.detik.com/berita/d-8302091

Hasan, M., Taufiq, M., & Elmhemit, H. (2023). Digital transformation of Islamic education in pesantren Madura. Tadris: Jurnal Pendidikan Islam, 18(2), 1-16. https://doi.org/10.19105/tjpi.v18i2.10535

Ibnu, K. I. M., & Kurniawan, T. (2025). Implementasi kebijakan Program Sekolah Rakyat Kementerian Sosial RI. Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, 15(1). https://doi.org/10.33007/ska.v15i1.3739

Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Jurnal Media Akademik. (2024). Analisis perbedaan antara sistem pendidikan sekolah umum dan pesantren di Indonesia. Jurnal Media Akademik (JMA). https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/view/1913

Kementerian PAN-RB RI. (2025). Sekolah Rakyat, program pemutus rantai kemiskinan. https://www.menpan.go.id/site/berita-terkini/berita-daerah/sekolah-rakyat-program-pemutus-rantai-kemiskinan

Kementerian PAN-RB RI. (2025). Sekolah Rakyat, terobosan Presiden Prabowo putus mata rantai kemiskinan. https://www.menpan.go.id/site/berita-terkini/berita-daerah/sekolah-rakyat-terobosan-presiden-prabowo-putus-mata-rantai-kemiskinan

Kholifah, A. (2022). Strategi pendidikan pesantren menjawab tantangan sosial di era digital. Jurnal Basicedu, 6(3), 4967-4978. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i3.2811

Mastuhu. (1994). Dinamika sistem pendidikan pesantren. Jakarta: INIS.

Polkam RI. (2025). Sekolah Rakyat kontribusi nyata pemerataan pendidikan. https://polkam.go.id/sekolah-rakyat-kontribusi-nyata-pemerataan-pendidikan/

Pranata, A. S., Setiawan, Y., & Ramdhani, D. (2024). Konsep dan implementasi inovasi pendidikan Islam. Journal of Classroom Action Research, 6(1), 119-124. https://doi.org/10.29303/jcar.v6i1.7040

Prasetyo, M. A. M. (2022). Manajemen strategi pengembangan pesantren pasca Covid-19 di Aceh. Al-Fahim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4(2), 115-131. https://doi.org/10.54396/alfahim.v4i2.318

Presiden RI. (2025, 11 September). Presiden Prabowo targetkan 500 Sekolah Rakyat untuk perluas akses pendidikan. https://presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-prabowo-targetkan-500-sekolah-rakyat-untuk-perluas-akses-pendidikan/

Rahman, F., Huda, M., & Ningsih, T. (2022). Model implementasi pendidikan pesantren pada sekolah formal. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 17(1), 95-112.

Republik Indonesia. (2019). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Riskal Fitri, & Ondeng, S. (2022). Pesantren di Indonesia: Lembaga pembentukan karakter. Al Urwatul Wutsqa: Kajian Pendidikan Islam, 2(1), 42-49.

Sekretariat Negara RI. (2025, 14 April). Pemerintah targetkan 53 Sekolah Rakyat tuntas Juni 2025. https://setneg.go.id/baca/index/pemerintah_targetkan_53_sekolah_rakyat_tuntas_juni_2025

Tilaar, H. A. R. (2002). Manajemen pendidikan nasional: Kajian pendidikan masa depan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Universitas Muhammadiyah Jakarta. (2025, Agustus). Sekolah Rakyat Indonesia: Terobosan pendidikan gratis atau kebijakan kontroversial? https://umj.ac.id/opini/sekolah-rakyat-indonesia-terobosan-pendidikan-gratis-atau-kebijakan-kontroversial/

Widodo, A. A., & Husni, M. (2025). Strategi digitalisasi pendidikan pesantren dalam internalisasi nilai Aswaja bagi Generasi Z di era teknologi. Jurnal Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 375-386. https://doi.org/10.61104/ihsan.v3i1.851

Zed, M. (2008). Metode penelitian kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Downloads

Published

2026-05-26