AN ANALYSIS OF TRANSLATION METHODS BASED ON NEWMARK’S THEORY IN JOHN MCGLYNN’S TRANSLATION OF ‘LAUT BERCERITA’ INTO ‘THE SEA SPEAKS HIS NAME’
DOI:
https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.48816Keywords:
metode penerjemahan, Teori Newmark, Laut Bercerita, The Sea Speaks His Name, karya sastra.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode penerjemahan yang digunakan dalam menerjemahkan novel Laut Bercerita menjadi The Sea Speaks His Name. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis metode penerjemahan yang diterapkan oleh penerjemah, mengetahui metode yang paling dominan digunakan, serta menganalisis proses pengalihan teks bahasa Indonesia (Bahasa Sumber) ke dalam teks bahasa Inggris (Bahasa Sasaran). Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini diambil dari kalimat dan ungkapan di dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori beserta terjemahan bahasa Inggrisnya The Sea Speaks His Name terjemahan John McGlynn. Data dikumpulkan melalui observasi dan analisis dokumen. Data tersebut kemudian diklasifikasikan dan dianalisis menggunakan teori Peter Newmark (yang membagi metode penerjemahan menjadi delapan jenis: kata demi kata, harfiah, setia, semantis, adaptasi, bebas, idiomatik, dan komunikatif) melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerjemah menggunakan 8 jenis metode penerjemahan. Analisis menunjukkan bahwa dari total 104 data yang diteliti, ditemukan 43 data diterjemahkan menggunakan metode penerjemahan komunikatif (communicative translation) dengan persentase 41,35%, 26 data menggunakan metode penerjemahan setia (faithful translation) sebesar 25%, 23 data menggunakan metode penerjemahan semantis (semantic translation) sebesar 22,12%, dan sisa data lainnya menggunakan metode penerjemahan lain. Dari metode-metode tersebut, penerjemahan komunikatif (communicative translation) merupakan metode yang paling dominan digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa penerjemah cenderung mengutamakan penyampaian pesan yang wajar, mudah dipahami, dan berterima bagi pembaca sasaran (pembaca bahasa Inggris). Penerjemah berusaha menyampaikan makna kontekstual dan emosi dari cerita dengan bahasa yang mengalir secara natural, tanpa terikat secara kaku pada struktur bahasa aslinya. Kesimpulannya, analisis metode penerjemahan ini dapat secara efektif mengungkap strategi pengalihan bahasa yang dilakukan oleh John McGlynn. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai penerapan teori penerjemahan dalam karya sastra serta menjadi referensi bagi pembelajar atau calon penerjemah.
Downloads
References
Budianto, A. (2010). Terjemahan: Konsep dan praktik makna bahasa. Pustaka Setia.
Holmes, J. S. (1988). Translated! Papers on literary translation and translation studies. Rodopi.
Nunan, D. (1992). Research methods in language learning. Cambridge University Press.
Fairclough, N. (1992). Discourse and social change. Polity Press.
Fraenkel, J. R., & Wallen, N. E. (1993). How to design and evaluate research in education (2nd ed.). McGraw-Hill.
Faruk. (2014). Sastra dan realitas sosial. Pustaka Pelajar.
Choliludin, U. (2009). Peran makna dalam penerjemahan. Penerbit Terjemahan Indonesia.
Nida, E. A., & Taber, C. R. (1969). The theory and practice of translation. Brill.
Fairclough, N., & Wodak, R. (1997). Critical discourse analysis. In T. A. van Dijk (Ed.), Discourse as social interaction (Vol. 2, pp. 258–284). Sage.
Toury, G. (1995). Descriptive translation studies – and beyond. John Benjamins.
Newmark, P. (1981). Approaches to translation. Pergamon Press.
Fitriani, N. (2021). Translation equivalence and strategies in Laut bercerita (The sea speaks his name) novel by Leila S. Chudori. Getsempena English Education Journal, 8(2), 314–325. https://doi.org/10.46244/geej.v8i2.1356
Bell, R. T. (1984). Translation and translating: Theory and practice. Longman.
Mahfud, M. (2016). Proses terjemahan Nababan. Penerbit Akademik Indonesia.
Miles, M. B. Huberman, A. M. Miles, and Saldaña (2014), Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Chudori, L. S. (2017). Laut bercerita. Kepustakaan Populer Gramedia.
Johnson, D. M. (1992). Approaches to research in second language learning. Longman.
Merriam, S. B. (1988). Case study research in education: A qualitative approach. Jossey-Bass.
Newmark, P. (1988). A textbook of translation. Prentice Hall.
McGlynn, J. H. (2020). The sea speaks his name. Penguin Random House SEA.
Kurniawati, V. E. D. (2023). The expression shifts in the English translation of Chudori’s Laut bercerita. English Language in Focus (ELIF), 5(2), 147–158. https://doi.org/10.24853/elif.5.2.147-158
Baker, M. (2018). In other words: A coursebook on translation (3rd ed.). Routledge.
Bassnett, S. (2014). Translation studies (4th ed.). Routledge.
Larson, M. L. (1984). Meaning-based translation: A guide to cross-language equivalence. University Press of America.
Kuiper, K. (2012). The novel. Britannica Educational Publishing.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.