PERAN KUA KECAMATAN PAKONG DALAM PENANGANAN DISPENSASI NIKAH PASCA PERUBAHAN UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2019 TENTANG PERKAWINAN
DOI:
https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.48695Keywords:
Office of Religious Affairs (KUA), marriage dispensation, Law Number 16 of 2019, early marriage, Islamic family lawAbstract
This study aims to examine the role of the Pakong District Office of Religious Affairs (KUA) in handling marriage dispensation cases after the amendment of Law Number 16 of 2019 concerning Marriage, which sets the minimum marriage age at 19 years for both men and women. This research employed a qualitative approach using interviews, observations, and documentation methods. The findings indicate that the Pakong District KUA plays a role in providing education, marriage guidance, and administrative services related to marriage dispensation applications. However, its implementation still faces several challenges, including low public legal awareness, cultural factors, and socio-economic conditions that contribute to the high number of marriage dispensation requests. Therefore, cooperation between the KUA, families, and the community is needed to reduce the rate of early marriage.
Downloads
References
Ghozali, A. R. (2010). Fiqh munakahat. Jakarta, Indonesia: Kencana.
Hamzah. (2019). Peran kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dalam penanganan kasus perkawinan usia anak. Jurisprudentie: Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum, 6(1), 78–92.
Khafid, N. M., & Muhammad. (2023). Pencegahan pernikahan dini di Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang tahun 2022 melalui peran Kantor Urusan Agama (KUA). Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, 2(4), 210–221.
Mardani. (2011). Hukum perkawinan Islam di dunia Islam modern. Yogyakarta, Indonesia: Graha Ilmu.
Nasution, K. (2002). Status wanita di Asia Tenggara: Studi terhadap perundang-undangan perkawinan Muslim kontemporer di Indonesia dan Malaysia. Jakarta, Indonesia: INIS.
Nasution, K. (2010). Hukum perkawinan dan keluarga di dunia Islam modern. Yogyakarta, Indonesia: ACAdeMIA dan Tazzafa.
Rahadianti, A., & Muslim, A. (2023). Strategi dan dampak kebijakan KUA dalam menekan angka pernikahan dini di Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut. Jurnal Pemerintahan dan Kebijakan (JPK), 4(2), 115–129.
Sanjaya, J., Hak, N., & Ifrohati. (2022). Peran KUA dalam pencegahan pernikahan di bawah umur pasca berlakunya UU Nomor 16 Tahun 2019. Usroh: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 6(2), 101–123.
Sarwono, S. W. (2016). Psikologi remaja. Jakarta, Indonesia: Raja Grafindo Persada.
Syarifuddin, A. (2006a). Hukum perkawinan Islam di Indonesia. Jakarta, Indonesia: Kencana.
Syarifuddin, A. (2006b). Hukum perkawinan Islam di Indonesia: Antara fiqh munakahat dan undang-undang perkawinan. Jakarta, Indonesia: Kencana.
Wafiq, A., & Santoso, F. S. (2017). Upaya yuridis dan sosiologis Kantor Urusan Agama dalam pencegahan pernikahan usia dini. Ulumuddin: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, 7(1), 1–16.
Zulfadli. (2023). Peran Kantor Urusan Agama (KUA) dalam meminimalisir pernikahan dini (Studi kasus di Kabupaten Pangkep). Bustanul Fuqaha: Jurnal Bidang Hukum Islam, 4(1), 34–49.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.