PERAN KANTOR URUSAN AGAMA DALAM MENGATASI PERNIKAHAN DI BAWAH UMUR DESA TANAH TENGNGA KECAMATAN PALAKKA KABUPATEN BONE
DOI:
https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.48373Keywords:
Underage Marriage, Office of Religious Affairs, Palakka District, Role of KUA, PreventionAbstract
Underage marriage remains a complex social issue in Palakka District, Bone Regency, influenced by economic factors, cultural traditions, low levels of education, and limited public understanding of the negative impacts of early marriage. This study aims to describe and analyze the role of the Office of Religious Affairs (Kantor Urusan Agama/KUA) of Palakka District in addressing underage marriage practices. The study employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques including interviews, observations, and documentation. The findings indicate that the KUA plays a strategic role in preventing early marriage through three main functions: educational, preventive, and coordinative. The educational function is implemented through community socialization regarding the legal minimum age of marriage in accordance with Law Number 16 of 2019 concerning amendments to Law Number 1 of 1974 on Marriage, while the preventive function is carried out by rejecting marriage registration applications that do not meet legal age requirements. The coordinative function is realized through collaboration with schools, community leaders, and related institutions to reduce the incidence of early marriage. However, the implementation of these roles still faces challenges, including strong local cultural influences, limited resources, and weak social supervision within the community. Therefore, the success of underage marriage prevention requires cross-sector collaboration and continuous improvement of public awareness.
Downloads
References
Adam, A. (2020). Dinamika Pernikahan Dini. Al-Wardah, 13(1), 14.
Afifah, 2017; Rohmah et al., 2020; Aladin, 2017
Ahmad, H. (2024, 5 Oktober). Wawancara pribadi tentang peran BP4 dalam pelaksanaan bimbingan pernikahan di KUA.
Al-Syirazi, Abu Ishaq. Al-Muhadzdzab fi Fiqh al-Imam al-Syafi’i. Beirut: Dar al Fikr, 1992.
Ardita, et al. (2021). Problematika Pernikahan Di bawah Umur Di Indonesia. Journal Tata Hukum Negara, 7(1), 2. https://www.journalfhunsa.co m/index.php/rechtmatig/articl e/view/75
Departemen Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Departemen Agama RI, 2005.
Fitria, Mahfuzhah, I., Syahputra, M. R., & Bariah, O. (2022). Peran Kantor Urusan Agama (Kua) Dalam Menanggulangi Tren Nikah Di bawah Umur Di Kecamatan Telukjambe Timur Karawang. Al-Afkar, 5(2), 202– 214.
Hanifah Romadhoni, “Optimalisasi Peran KUA Dalam Mengatasi Ilegal Wedding,” Privat Law 3, No. 2 (2015): 93–99.
Hasan, Ali. Pedoman Hidup Berumah Tangga dalam Islam , Jakarta: press
Hermambang A, Choirul Ummah, Eunike Sola Gratia, Fathul Sanusi, Wilda Maria Ulfa, Rani Nooraeni. 2021. “Faktor-faktor yang memengaruhi pernikahan usia dini di Indonesia”.
Hidayat, A. (2019). Konsep Aqil Baligh dan Kematangan Berfikir Menurut Islam . Jurnal Studi KeIslam an, 15(2) 123-134.
Ibnu Ridwan Siddiq T, Hukum Perdata Islam di Indonesia, (Diktat: Fakultas Syariah dan Hukum UIN-SU Medan, 2019).
Kemenkumham, “Hasil Penyelarasan Naskah Akademik Rancangan Undang Undang Tentang Perubahan Atas Undangundang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Pernikahan,” Kemenkumham, 2019, 3.
Lestari, D. M. (2021). Peran Kantor Urusan Agama dalam Pencegahan Pernikahan Anak di Bawah Umur: Studi Implementasi UU No. 16 Tahun 2019. Jurnal Hukum Keluarga dan Sosial Islam , 9(1), 33-47.
Universitas Muhammadiyah Bone Maulana, A. R. (2021). Ijtihad dan Legislasi: Studi atas Penetapan Batas Usia Pernikahan dalam Hukum Positif Indonesia. Jurnal Legislasi Islam Indonesia, 8(2), 115-130.
Muhammad Daud Ali, Hukum Islam dan Peradilan Agama, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2002), h. 48.
Pratama, R. A. (2020). Peran KUA dalam Menanggulangi Pernikahan Usia Dini: Studi Kasus di Kecamatan X. Jurnal Hukum Islam dan Sosial, 7(2), 101 115.
Putri, A. R. (2021). Dampak Pernikahan Usia Dini dalam Masyarakat Tradisional. Bandung: Citra Ilmu. Qardhawi,
Yusuf. Fatwa-Fatwa Kontemporer. Jakarta: Gema Insani Press, 2003 Qardhawi, Yusuf. Zawajul Misyar haqiqatuhu wa hukmuhu, Kairo: Maktabah Wahbah, 2009 Rachmat Syafe’i, Ilmu Ushul Fiqih (Untuk IAIN, STAIN, PTAIS), (Bandung: CV Pustaka Setia, 2019), hal.336.
Rahmawati, L. (2020). Batas Usia Baligh Menurut Pandangan Mazhab Fikih. Jurnal Huku Islam dan Perbedaan, 12(1), 45-60.
Rahmawati, S. (2021). Dampak Ekonomi dalam Keputusan Pernikahan Anak. Jakarta: Pustaka Nusantara. Sabiq, Sayyid. Fiqh Sunnah. Beirut: Dar al-Fikr, 2000. Santoso, “Hakekat Pernikahan Menurut Undang-Undang Pernikahan, Hukum Islam dan Hukum Adat.” No. 2 Tahun 2016
Sari, N. M. (2022). Analisis Batas Usia Pernikahan dalam Perpektif Hukum Islam dan Undang-Undang Pernikahan. Jurnal Hukum Keluarga Islam , 10(1), 45-60.
Saripudin, Peradilan Agama di Indonesia, (Bandung: Pustaka bani Quraisy, 2004), 165.
Subid Bina Keluarga Sakinah, Hukum Perkawinan Islam ,cet IX. Yogyakarta: UII Press,1991.
Susanti, R. (2015). Tradisi Pernikahan dalam Budaya Lokal. Malang: Cahaya Ilmu. Universitas Muhammadiyah Bone
Syafii, M. (2021). Penetapan Usia Baligh dan Kelayakan Menikah Menurut Perspektif Fikih. Jurnal Studi Islam dan Hukum, 13(2), 89-102.
Syarifuddin, Amir. Hukum Perkawinan Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana, 2009.
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 UNICEF Indonesia 2020 UU No. 16 Tahun 2019 UU No. 16 tahun 2019 tentang pernikahan pasal 7 UU RI No 16 Tahun 2019 UU RI No 16 Tahun 2019 UU RI No. 3 tahun 2002 Wantjik
Saaleh, K, Hukum Pernikahan Indonesia, (jakarta: Ghalia Indonesia, 2018)
Wantu, A. W., Mozin, N., Adhani, Y., & Monoarfa, S. I. (2022). Pencegahan Perkawinan Anak Di bawah Umur Pada Remaja Desa Lion Kecamatan Posigadan Zakiah Daradjat dkk, Ilmu Pendidikan Islam , (Jakarta: PT Bumi Aksara, 1992) Zuhaily, Wahbah. Al-Fiqh al-Islam i wa Adillatuhu, Jilid 7. Damaskus: Dar al Fikr, 198
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.