INTEGRASI AGAMA DAN SAINS PERSPEKTIF NIDHAL GUESSOUM: KRITIK TERHADAP PARADIGMA I'JAZ ILMI AL-QUR’AN

Authors

  • Muhammad Yandi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Fitya Nida Khofiyya Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Amril M Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Liana Novita Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.48111

Keywords:

Kata Kunci: Nidhal Guessoum, integrasi agama dan sains, I'jaz Ilmi, Al-Qur’an, pemikiran Islam kontemporer.

Abstract

Penelitian ini membahas pemikiran Nidhal Guessoum mengenai integrasi agama dan sains serta kritiknya terhadap paradigma I'jaz Ilmi Al-Qur’an. Kajian ini dilatarbelakangi oleh perdebatan panjang mengenai hubungan agama dan sains, khususnya dalam pemikiran Islam kontemporer. Sebagian kalangan memandang agama dan sains sebagai dua hal yang bertentangan, sedangkan sebagian lainnya berupaya membangun hubungan yang harmonis antara keduanya. Nidhal Guessoum hadir sebagai salah satu pemikir Muslim modern yang menawarkan jalan tengah melalui pendekatan rasional, kritis, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui penelaahan karya-karya Guessoum dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guessoum memandang agama dan sains sebagai dua bidang yang dapat saling melengkapi. Menurutnya, sains berfungsi memahami alam semesta melalui metode ilmiah, sedangkan agama memberikan nilai moral dan spiritual bagi kehidupan manusia. Guessoum juga mengkritik paradigma I'jaz Ilmi yang cenderung memaksakan ayat-ayat Al-Qur’an agar sesuai dengan teori-teori sains modern. Menurutnya, pendekatan tersebut memiliki kelemahan metodologis dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman terhadap fungsi Al-Qur’an maupun hakikat sains. Sebagai alternatif, ia menawarkan dialog yang seimbang antara wahyu dan akal tanpa saling mendominasi. Dengan demikian, pemikiran Guessoum relevan sebagai dasar pengembangan hubungan harmonis antara agama dan sains di era modern.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdillah, H., & Amril, M. (2025). Integrasi Agama dan Sains dalam Perspektif Nidhal Guessoum. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(1), 175-184.

Abdullah, M. A. (2020). Multidisiplin, Interdisiplin, dan Transdisiplin: Metode Studi Agama dan Studi Islam di Era Kontemporer. Yogyakarta: IB Pustaka.

Amril, M. (2020). Epistemologi Integratif-Interkonektif Agama dan Sains. Pekanbaru: LP2M UIN Suska Riau

Guessoum, N. (2010). Religious Literalism and Science-Related Issues in Contemporary Islam. Zygon: Journal of Religion and Science, 45(4), 817–840.

Guessoum, N. (2010). Science, Religion, and the Quest for Knowledge and Truth: An Islamic Perspective. Cultural Studies of Science Education, 5(1), 55–69.

Guessoum, N. (2011). Islam's Quantum Question: Reconciling Muslim Tradition and Modern Science. London: I.B. Tauris.

Mastura et al., (2025) “Relasi Agama dan Sains dalam Perspektif Kontemporer,” Jurnal Integrasi Keilmuan, Vol. 5, No. 2 hlm. 201-215.

Rozikin & Amalih, (2023), “Iman dan Sains: Membangun Paradigma Integratif,” Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 9, No. 1, hlm. 55-70

Hanif, (2022), “Kritik Epistemologis terhadap I’jaz Ilmi dalam Studi Islam Kontemporer,” Jurnal Studi Islam, Vol. 18, No. 2, hlm. 95–110.

Downloads

Published

2026-05-25