TANTANGAN GURU KELAS DALAM MENGAJAR SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS PADA SD NEGERI 2 BATULO KOTA BAUBAU

Authors

  • Mawar Eka Septian Universitas Muhammadiyah Buton
  • La Jusu Universitas Muhammadiyah Buton
  • Madi Universitas Muhammadiyah Buton

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.47424

Keywords:

Classroom Teacher, Students with Special Needs, Inclusive Education

Abstract

This research employed a qualitative approach with a case study design, where data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, with validity tested through source and technique triangulation. The findings reveal that classroom teachers face multilayered challenges encompassing a pedagogical dimension in the form of difficulty designing learning that accommodates two groups of students simultaneously, a psychological dimension in the form of sustained emotional pressure arising from a continuous dual burden, and a structural dimension characterized by the absence of special companion teachers, individualized learning programs, and adequate inclusive system support. Amid these limitations, teachers developed adaptive strategies grounded in personal initiative, including informal differentiation, individual guidance outside class hours, and proactive communication with parents. This study affirms that structural reinforcement of the inclusive education system is an urgent necessity to realize quality and equitable education for all children, in alignment with the mandate of SDGs Goal 4.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurrahman, M. (2018). Pendidikan bagi anak berkesulitan belajar. Rineka Cipta.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed., hlm. 4–40). SAGE Publications.

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar. (2017). Pedoman penyelenggaraan pendidikan inklusif. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Direktorat Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus. (2019). Pedoman penyelenggaraan pendidikan inklusif. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Efendi, M. (2006). Pengantar psikopedagogik anak berkelainan. Bumi Aksara.

Hamalik, O. (2011). Proses belajar mengajar. Bumi Aksara.

Kemendikbud Republik Indonesia. (2020). Panduan pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kunandar. (2018). Guru profesional: Implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan (hlm. 47–75). Rajawali Pers.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed., hlm. 10–12). SAGE Publications.

Mudjito. (2012). Pendidikan inklusif. Bumi Aksara.

Mulyono, A. (2016). Pendidikan anak berkebutuhan khusus. PT Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E. (2013). Menjadi guru profesional. PT Remaja Rosdakarya.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi, Cetakan ke-37, hlm. 324–332). PT Remaja Rosdakarya.

Permendiknas Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa. (2009). Kementerian Pendidikan Nasional.

Santrock, J. W. (2017). Psikologi pendidikan. Kencana Prenadamedia Group.

Sunardi. (2017). Manajemen pendidikan inklusif (hlm. 23–58). UNS Press.

Sunhaji. (2014). Konsep manajemen kelas dan implikasinya dalam pembelajaran. RajaGrafindo Persada.

Suryosubroto, B. (2009). Proses belajar mengajar di sekolah. Rineka Cipta.

Trianto. (2011). Model pembelajaran terpadu. Bumi Aksara.

Uno, H. B. (2019). Perencanaan pembelajaran (hlm. 2–35). Bumi Aksara.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed., hlm. 14–20). SAGE Publications.

Downloads

Published

2026-05-07