Makna Menjaga Lingkungan Sosial Masyarakat Desa Nyiur Tebel Dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam
DOI:
https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.47137Keywords:
lingkungan sosial, pendidikan agama Islam, ukhuwah Islamiyah, ta’awun, masyarakat desa, internalisasi nilai.Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menjaga lingkungan sosial dalam kehidupan masyarakat desa sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam, seperti kepedulian sosial, ukhuwah, dan tanggung jawab kolektif. Dalam masyarakat desa yang memiliki hubungan sosial erat dan interaksi yang intens, menjaga lingkungan sosial menjadi faktor penting dalam menciptakan harmoni dan keseimbangan kehidupan bersama. Namun, perkembangan sosial modern berpotensi menggeser nilai-nilai tersebut, sehingga diperlukan kajian mendalam mengenai bagaimana masyarakat memaknai konsep ini dalam perspektif keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna menjaga lingkungan sosial menurut pandangan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat desa yang mencakup orang tua dan remaja. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan menganalisis nilai-nilai Pendidikan Agama Islam yang terkandung dalam praktik menjaga lingkungan sosial. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menjaga lingkungan sosial tidak hanya dipahami sebagai hubungan interpersonal, tetapi juga sebagai implementasi nilai Islam seperti ta’awun, ukhuwah Islamiyah, dan amar ma’ruf nahi munkar, yang tercermin dalam aktivitas gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat.
Downloads
References
Berger, P. L. (1967). The sacred canopy: Elements of a sociological theory of religion. New York, NY: Anchor Books.
Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The social construction of reality: A treatise in the sociology of knowledge. New York, NY: Penguin Books.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. New York, NY: Basic Books.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Nasution, S. (2020). Sosiologi pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Ritzer, G., & Stepnisky, J. (2021). Sociological theory (10th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Hefner, R. W. (2020). Islam and social change in contemporary Indonesia. Journal of Asian Studies, 79(2), 243–260.
Hidayat, K. (2021). Internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam kehidupan sosial masyarakat. Jurnal Pendidikan Islam, 10(1), 45–58.
Putnam, R. D. (2020). Social capital and community cohesion in modern society. Annual Review of Sociology, 46, 213–234.
Sari, M., & Anwar, S. (2022). Peran keluarga dalam internalisasi nilai-nilai agama pada remaja. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 19(2), 123–138.
Syamsuddin. (2023). Internalisasi nilai keagamaan dalam masyarakat pedesaan. Jurnal Sosiologi Agama, 17(1), 67–82.
Yusuf, M. (2020). Pendekatan fenomenologi dalam penelitian kualitatif. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 6(1), 12–25.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.