ANALISIS SELF-CONTROL BERDASARKAN JENIS KELAMIN PADA SISWA SMA NEGERI 10 PALEMBANG

Authors

  • Tastiara Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Sriwijaya
  • Nurul Alifah Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Sriwijaya
  • Nadia Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Sriwijaya
  • Berlian Cahyani Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Sriwijaya
  • Dea Kartika Utami Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Sriwijaya
  • Adinda Dwi Cahyani Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Sriwijaya
  • Ully Arta Silitonga Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Sriwijaya
  • Yusuf Hartono Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Sriwijaya
  • Khadijah Lubis Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Sriwijaya
  • Anisa Siti Nurjanah Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.47006

Keywords:

self-control, gender, adolescents

Abstract

ABSTRACT

This study aims to examine the differences in self-control based on gender among students of SMA Negeri 10 Palembang. Self-control refers to an individual’s ability to regulate behavior, emotions, and decision-making in accordance with prevailing norms, which plays an important role in adolescent development. This research employed a quantitative approach with a comparative design. The sample consisted of 63 students, including 28 males and 35 females. Data were collected using a self-control questionnaire based on a Likert scale covering behavioral control, cognitive control, and decision control aspects. The data were analyzed using an independent samples t-test with a significance level of 0.05, along with descriptive analysis. The results showed that there was no significant difference in self-control between male and female students, with a significance value of 0.505 (p > 0.05). Descriptively, male students had a slightly higher mean score than female students; however, the difference was not statistically significant. Therefore, gender does not influence the level of students’ self-control. This study suggests that future research should consider other factors such as family environment, education, and counseling interventions in influencing self-control.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kontrol diri berdasarkan jenis kelamin pada siswa SMA Negeri 10 Palembang. Kontrol diri merupakan kemampuan individu dalam mengatur perilaku, emosi, dan pengambilan keputusan sesuai dengan norma yang berlaku, yang berperan penting dalam perkembangan remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Sampel penelitian berjumlah 63 siswa yang terdiri dari 28 laki-laki dan 35 perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan angket kontrol diri berbasis skala Likert yang mencakup aspek kontrol perilaku, kontrol kognitif, dan kontrol keputusan. Data dianalisis menggunakan uji independent samples t-test dengan taraf signifikansi 0,05 serta analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kontrol diri siswa laki-laki dan perempuan, dengan nilai signifikansi sebesar 0,505 (p > 0,05). Secara deskriptif, rata-rata kontrol diri siswa laki-laki sedikit lebih tinggi dibandingkan perempuan, namun perbedaan tersebut tidak bermakna secara statistik. Dengan demikian, jenis kelamin tidak berpengaruh terhadap tingkat kontrol diri siswa. Penelitian ini menyarankan agar penelitian selanjutnya mempertimbangkan faktor lain seperti lingkungan keluarga, pendidikan, dan intervensi bimbingan konseling dalam memengaruhi kontrol diri.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Acocella, J. R., & Calhoun, J. F. (1990). Psychology of adjustment: Human relationships. McGraw-Hill.

Amina Aatinaa Adhyatma, Erika Fariningsih, & Aditya. (2024). Pentingnya kontrol diri pada remaja sebagai upaya pencegahan perilaku agresivitas penggunaan media sosial. Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendekia, 3(8).

Averill, J. R. (2011). Personal control over aversive stimuli and its relationship to stress. In M. E. P. Seligman (Ed.), Learned helplessness: A theory for the age of personal control. Oxford University Press.

Chaplin, J. P. (2011). Kamus lengkap psikologi. PT RajaGrafindo Persada.

Ghufron, M. N., & Risnawati, R. (2010). Teori-teori psikologi. Ar-Ruzz Media.

Hurlock, E. B. (1980). Psikologi perkembangan. Erlangga.

Imron, I. (2019). Analisa pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan konsumen menggunakan metode kuantitatif pada CV Meubele Berkah Tangerang. Jurnal Khatulistiwa Informatika, 5(1).

Izzani, T. A., Octaria, S., & Linda, L. (2024). Perkembangan masa remaja. JISPENDIORA: Jurnal Ilmu Sosial, Pendidikan Dan Humaniora, 3(2), 259–273.

Marsela, R. D., & Supriatna, M. (2019). Konsep diri: Definisi dan faktor. Journal of Innovative Counseling, 3(2), 65–69.

Nurhayati, E. (2018). Psikologi perempuan dalam berbagai perspektif.

Oktarina, D. C., & Adelina, I. (2020). Pengaruh self-control terhadap grit pada mahasiswa yang menjadi panitia kegiatan. Humanitas (Jurnal Psikologi), 4(1), 15–26.

Ouweneel, E., Le Blanc, P. M., & Schaufeli, W. B. (2013). Do-it-yourself: An online positive psychology intervention to promote positive emotions, self-efficacy, and engagement at work. Career Development International, 18(2), 173–195.

Pranitasari, D., Afifah, N., Prastuti, D., Hermastuti, P., Syamsuar, G., & Suryono, D. W. (2023). Self control, self awareness dan kejenuhan belajar pada perilaku cyberloafing mahasiswa dalam pembelajaran daring. Media Manajemen Jasa, 11(1), 56–68.

Pratiwi, R. B. A., Krisphianti, Y. D., & Hanggara, G. S. (2025). Self control pada peserta didik. Prosiding Konseling Kearifan Nusantara (KKN), 4, 489–496.

Rahmatiani, S. S., Rohaeti, E. E., & Ningrum, D. S. A. (2023). Gambaran self control siswa kelas X IPS di SMAN 1 Cisarua. FOKUS: Kajian Bimbingan Dan Konseling Dalam Pendidikan, 6(4), 329–334.

Shu, C. Y. (2015). The impact of intrinsic motivation on the effectiveness of leadership style towards work engagement. Contemporary Management Research, 11(4), 327–350.

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif. Bandung: Alfabeta.

Tangney, J. P., Baumeister, R. F., & Boone, A. L. (2004). High self-control predicts good adjustment, less pathology, better grades, and interpersonal success. Journal of Personality, 72(2), 272–324. https://doi.org/10.1111/j.0022-3506.2004.00263.x

Widyaningrum, R., & Susilarini, T. (2021). Hubungan antara kontrol diri dan efikasi diri dengan prokrastinasi akademik pada siswa kelas XI SMAIT Raflesia Depok. Jurnal IKRA-ITH Humaniora, 5(2), 34–39.

Zulfah, Z. (2021). Karakter: Pengendalian diri. Iqra: Jurnal Magister Pendidikan Islam, 1(1), 28–33.

Downloads

Published

2026-05-20