KAJIAN ETNOSAINS KERAJINAN TEDUNG ROBROB DI DESA KEKERAN SEBAGAI PENDUKUNG MATERI PEMBELAJARAN IPA SMP
DOI:
https://doi.org/10.23969/jp.v11i2.46802Keywords:
contextual learning, ethnoscience, local wisdom, science learning, tedung robrobAbstract
This study is based on the suboptimal utilization of local wisdom as a source of science learning in junior high schools, resulting in learning that remains abstract and less contextual. Tedung Robrob, a traditional craft from Kekeran Village, has the potential to be studied scientifically as a form of local wisdom. This research aims to (1) describe the process of making Tedung Robrob, (2) analyze the scientific concepts involved in its production, and (3) examine the relevance of these scientific findings to junior high school science learning materials. This study employs a descriptive qualitative method with an ethnoscience approach. The research was conducted in Kekeran Village, Buleleng Regency, Bali. The research subjects include craftsmen, Tedung Robrob business owners, and junior high school science teachers. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation. The results show that the process of making Tedung Robrob consists of preparation of tools and materials, framework construction, painting of the umbrella parts, covering, and finishing. Within this process, several scientific concepts were identified, including those from biology, physics, and chemistry, such as classification of living organisms, classification of matter and its changes, simple machines, energy and its transformations, force, pressure, diffusion, heat and heat transfer, and environmental impacts. These findings are relevant to the Learning Outcomes (CP) and Learning Objectives (TP) in science education under the Merdeka Curriculum. Therefore, Tedung Robrob can be utilized as a contextual, ethnoscience-based learning resource to enhance students’ conceptual understanding, critical thinking skills, and learning motivation in junior high schools
Downloads
References
Alam, S., & Surjati, I. (2022). Teknik Pengukuran Dan Instrumentasi (1st ed.). Bengkulu: ELMARKAZI.
Anjani, L. A., Ramadhani, E., & Fahrudin, A. (2023). Efektifitas Model Contextual Teaching And Learning (CTL) Berbasis Etnosains Terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPA. ANTHOR: Education and Learning Journal, 2(2), 178–186. https://doi.org/10.31004/anthor.v2i2.111
Arna, Y. D., Mokodongan, R. S., Rina, W., Redha, P. S., Sari, J. N., Wally, R., Lukiyono, Y. T., & Astuti, K. (2025). Pencemaran Udara. Jawa Tengah: MEDIA PUSTAKA INDO.
Askodrina, H. (2021). Penguatan Kecerdasaan Perspektif Budaya Dan Kearifan Lokal. Al-Ihda’ : Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran, 16(1), 619–623.
Deke, O., Lede, Y. A., Kaleka, Y. U., & Ate, F. S. M. (2025). Kajian Etnosains Pembuatan Kain Tenun Ikat Karaja Desa Sodana Kecamatan Lamboya Kabupaten Sumba Barat Sebagai Sumber Belajar Ipa. Indo-MathEdu Intellectuals Journal, 6(2), 2225–2238.
Dora, N., Susanti, E., & Wandini, R. R. (2021). Peran Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal Dalam Membentuk Karakter Siswa di MIS Al-Afkary Batang Kuis. AR-RIAYAH : Jurnal Pendidikan Dasar, 5(1), 121–132. https://doi.org/10.29240/jpd.v5i1.
Ewisahrani, Nursa’ban, E., & Fathurrahmaniah. (2022). Difusi Pada Lapisan Batas Antara Dua Fluida Yang Dipanaskan. Jurnal PIPA: Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, 03(02).
Fahrozy, F. P. N., Irianto, D. M., & Kurniawan, D. T. (2022). Etnosains sebagai Upaya Belajar secara Kontekstual dan Lingkungan pada Peserta Didik di Sekolah Dasar. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(3), 4337–4345. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i3.2843
Fitri, S. N., Utami, T. B., & Kurniawati, W. (2024). ANALISIS Penerapan Gaya Gesek Pada Kehidupan Manusia. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(3), 1–20. https://doi.org/10.62017/merdeka
Fredyarini, N. A., Siregar, I., Warsani, H., Supentri, Rafianti, R., & Amnie. Erlida. (2025). Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal I (Vol. 1). Yogyakarta: Penamuda Media.
Hayatillah, R., & Hapsari, W. K. (2024). Potensi Bunga Cempaka Kuning Magnolia champaca (L.) Baill. Ex Pierre Sebagai Antiinflamasi. Samota Journal of Biological Sciences, 3(1), 19–23. https://doi.org/10.29303/sjbios.v3i1.3774
Idris, M. M., Rachman, O., Pasaribu, R. A., Roliadi, H., Hadjib, In., Muslich, M., Jasni, Rulliaty, S., & Siagian, R. M. (2008). Petunjuk Praktis Si Fat-Si Fat Dasar Jenis Kayu Indonesia (Number 3). Indonesian Sawmill And Woodworking Association (ISWA).
Inabuy, V., Sutia, C., Maryana, O. F., Dwi Hardanie, B., & Handayani Lestari, S. (2021). Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas VII.
Juni, A. D., Ariyanti, Muthmainnah, Erniawati1, Hapid, A., & Asniati. (2024). Sifat Fisik Dan Keawetan Alami Kayu Durian (Durio Zibethinus Murr) Berdasarkan Letak Ketinggian Dalam Batang Ahmad. Jurnal Ilmuwan Dan Praktisi Kehutanan, 22(1), 102–109.
Lestari, E., Basuki, F. R., & Wiratama, A. (2023). Analisis Etnosains Seni Anyaman Dan Budaya Betangas Di Muaro Jambi Sebagai Sumber Belajar Sains. Physics and Science Education Journal (PSEJ), 3(April), 52–61. https://doi.org/10.30631/psej.v3i1.1770
Mapi, E. N., Farida, S., & Zairina, A. (2023). Pertumbuhan Bibit Jabon (Anthocephalus Cadamba Roxb) Pada Media Tanam Dengan Penambahan Arang Tempurung Kelapa. Jurnal Green House, 1(2), 1–10.
Mardhatillah, C. D. U., Jingga, F. P., Ramadhani, N., Vrika, R., & Fevria, R. (2022). Greenhouse Effect Triggers of Global Warming and Countermeasures Efek Rumah Kaca Pemicu Pemanasan Global dan Upaya Penanggulangannya. Prosiding SEMNAS BIO, 2(2), 328–340.
Maulida, N., Ir. Armaniar, M. ., & Tri Yaninta Ginting, S.P., M. A. (2025). Budidaya Tanaman Durian (Durio Ziberthinus) (Vol. 2). Tahta Media Group.
Meidayanti, I., Anggraeni, A., Aldo, & Kurniawati, W. (2023). Memahami Jenis-Jenis Dari Pesawat Sederhana Serta Analisis Manfaatnya Bagi Banyak Orang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 1(2), 290–298.
Permenristekdikti No 12, Pub. L. 12, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan 1 (2024). https://peraturan.bpk.go.id/Details/285478/permendikbudriset-no-2-tahun-2024
Purnami, N. K. B., Selamet, K., & Sarini, P. (2025). Analisis Etnosains Pembuatan Genteng Tradisional di Desa Pejaten dan Relevansinya sebagai Konteks Materi IPA SMP. Pancasakti Science Education Journal, 10(2), 4–11. https://doi.org/10.24905/psej.v10i2.259
Puspita, D., Wulandari, R., & Hasannah, N. (2025). Pesawat Sederhana. Jurnal Sains Student Research, 3(4), 1105–1111. https://doi.org/10.61722/jssr.v3i4.6072
Rismawati, M., Agnata, R., Aini, A. N., & Kurniawati, W. (2024). Kajian Mekanik Pada Materi Pesawat Sederhana Review Publikasi Ilmiah. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(3), 20–28.
Romadhon, A. Y., Cahyadi, C., Ramdhani, I., & Ahmad, R. (2024). Penerapan Gaya Gesek Pada Rem Dengan Ban. Jurnal Ilmiah Sain Dan Teknologi, 2(5), 148–156.
Sariani, A., Indriyanto, & Asmarahman, C. (2023). Identifikasi Jenis Bambu Di Areal Garapan Kth Karya Makmur Ii Dalam Kawasan Tahura Wan Abdul Rachman. Jurnal Kehut Anan Indonesia, 4(1).
Siti Alifah. (2021). Peningkatan Kualitas Pendidikan di Indonesia untuk Mengejar Ketertinggalan dari Negara Lain. CERMIN: Jurnal Penelitian, 5(1), 113–122.
Sudarmin, P., Si, M., & Pd, M. (2014). Pendidikan Karakter, Etnosains dan Kearifan Lokal (Parmin). Semarang: Swadaya Manunggal.
Sujarwanta, A., & Zen, S. (2020). Jenis-Jenis Bambu dan Jenisnya. Lampung: Laduny Alifatama.
Sylvia, I., Azis, A., Ayu, I., Meitri, S., & Riasning, N. P. (2024). Pemberdayaan Industri Tedung Bali Di Banjar Serangan, Mengwi Kabupaten Badung. Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi, 3(4), 226–230. https://doi.org/10.54099/jpma.v3i4.1178
Tabina, M. H. C., Sintiyawati, E. P., Wijayanti, K., Cahyani, riska ayuk, Taqwa, aldino khoirozat, & Ratnasari, Y. (2024). Analisis Pemahaman Konsep Perpindahan Kalor Melalui Praktikum Pembuatan Jenang. Jurnal Tinta, 2(2), 306–312.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.