PSIKOEDUKASI SEBAGAI STRATEGI PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL ANAK: STUDI KASUS YAYASAN KAKAK AMAN INDONESIA

Authors

  • Milda Mutia Ramadhani Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Ila Rosmilawati Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Mochamad Ganiadi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.46620

Keywords:

psikoedukasi, pencegahan kekerasan seksual anak, perlindungan diri, kesadaran anak, studi kualitatif

Abstract

Penelitian ini mengkaji psikoedukasi sebagai strategi pencegahan kekerasan seksual terhadap anak melalui studi kasus di Yayasan Kakak Aman Indonesia. Meningkatnya kasus kekerasan seksual pada anak di Indonesia menunjukkan pentingnya intervensi edukatif yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan serta manfaat program psikoedukasi dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran anak mengenai kekerasan seksual. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan psikoedukasi dilakukan secara interaktif dan partisipatif melalui metode mendongeng, permainan edukatif, simulasi, dan media visual yang sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar. Materi yang diberikan meliputi pengenalan bagian tubuh pribadi, batasan diri, jenis sentuhan aman dan tidak aman, serta keterampilan perlindungan diri. Program ini terbukti mampu meningkatkan pengetahuan, kesadaran, keberanian anak untuk menolak, serta kemampuan dalam mengenali dan merespon situasi berisiko. Selain itu, psikoedukasi juga berkontribusi dalam mengembangkan keterampilan coping anak. Secara keseluruhan, psikoedukasi merupakan strategi preventif yang efektif karena mengintegrasikan aspek kognitif dan keterampilan praktis dalam upaya perlindungan anak.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alghifari, M. F., & Arisandy, D. (2026). Psikoedukasi untuk Meningkatkan Perkembangan Psikososial Anak dalam Pencegahan Kekerasan Seksual pada Siswa SDN 3 Tanjung Lago Abstrak Jurnal Pengabdian Nasional ( JPN ) Indonesia. Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia, 7(1), 235–241.

Amalianita Berru, Kusaini Utami Niki, Ramadhoni Sri Rahmah, Amanah Siti, & Wahyuni Hera. (2024). Psikoedukasi cyber sexual harassmentsebagai pencegahan tindak kejahatan seksual pada remaja di era digital. Jurnal IICET, 5(Psikoedukasi cyber sexual harassment sebagai pencegahan tindak kejahatan seksual pada remaja di era digital), 52–59.

Anwar, H., Yasir, N. R., Aida, N., Fatiha, S. A., & Nirwana, R. (2025). “ Sentuhan Aman Dan Tidak Aman ”: Psikoedukasi Pencegahan Kekerasan Seksual Anak Berbasis Prinsip AJEL. Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3 (April), 72–78.

Irwanti, R. U., & Haq, A. H. B. (2023). Efektivitas Psikoedukasi dalam Peningkatan Pengetahuan tentang Bullying pada Remaja. Journal of Islamic and Contemporary Psychology (JICOP), 3(1s), 214–220. https://doi.org/10.25299/jicop.v3i1s.12362

Joni, I. D. A. M., & Surjaningrum, E. R. (2020). Psikoedukasi Pendidikan Seks Kepada Guru dan Orang Tua Sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak. Jurnal Diversita, 6(1), 20–27. https://doi.org/10.31289/diversita.v6i1.3582

Khadijah, Hendra, & Anhar, A. S. (2025). Pelaksanaan Edukasi Safety Touch Dalam Mengatasi. Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibidaiyah, 4(1), 123–141. https://ejournal.staialamin.ac.id/index.php/pgmi

Mu’min, S. A. (2013). Tahap operasional beton, dimulai umur tujuh tahun sampai sebelas tahun. Pemikiran operasional konkretnya mencakup penggunaan operasi. Penalaran logika menggantikan penalaran cucuran, tetapi hanya dalam situasi konkret. Kemampuan untuk mengklasifikasikan s. Jurnal Al-Ta’dib, 6(1), 89–99.

Nurhaida, H., Widiya Lestari, M., Wulandara Jurusan Kebidanan, Q., & Kemenkes Tasikmalaya, P. (2025). Peningkatan Pengetahuan Seksual Anak Sd Usia 7-8 Tahun Melalui Human Standy. JURNAL KEBIDANAN KHATULISTIWA, 11, 33–38.

Nurrisa, F., Hermina, D., & Norlaila. (2025). Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian : Strategi, Tahapan, dan Analisis Data. Jurnal Teknologi Pendidikan Dan Pembelajaran (JTPP), 02(03), 793–800.

Siregar, D. (2024). Meningkatkan Pemahaman Kewarganegaraan Siswa Kelas VII SMP IT Darul Abror Melalui Metode Pembelajaran Interaktif. JURNAL ILMIAH AL – HADI FFakultas, 9(1), 58–67.

Warini, S., Hidayat, Y. N., & Ilmi, D. (2023). Teori belajar sosial dalam pembelajaran. ANTHOR: Education and Learning Journal, 2(4), 566–576.

Yusanto Yoki. (2019). Ragam Pendekatan Penelitian. Journal of Scientific Communication, 1(1), 1–13.

Alghifari, M. F., & Arisandy, D. (2026). Psikoedukasi untuk Meningkatkan Perkembangan Psikososial Anak dalam Pencegahan Kekerasan Seksual pada Siswa SDN 3 Tanjung Lago Abstrak Jurnal Pengabdian Nasional ( JPN ) Indonesia. Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia, 7(1), 235–241.

Amalianita Berru, Kusaini Utami Niki, Ramadhoni Sri Rahmah, Amanah Siti, & Wahyuni Hera. (2024). Psikoedukasi cyber sexual harassmentsebagai pencegahan tindak kejahatan seksual pada remaja di era digital. Jurnal IICET, 5(Psikoedukasi cyber sexual harassment sebagai pencegahan tindak kejahatan seksual pada remaja di era digital), 52–59.

Anwar, H., Yasir, N. R., Aida, N., Fatiha, S. A., & Nirwana, R. (2025). “ Sentuhan Aman Dan Tidak Aman ”: Psikoedukasi Pencegahan Kekerasan Seksual Anak Berbasis Prinsip AJEL. Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(April), 72–78.

Irwanti, R. U., & Haq, A. H. B. (2023). Efektivitas Psikoedukasi dalam Peningkatan Pengetahuan tentang Bullying pada Remaja. Journal of Islamic and Contemporary Psychology (JICOP), 3(1s), 214–220. https://doi.org/10.25299/jicop.v3i1s.12362

Joni, I. D. A. M., & Surjaningrum, E. R. (2020). Psikoedukasi Pendidikan Seks Kepada Guru dan Orang Tua Sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak. Jurnal Diversita, 6(1), 20–27. https://doi.org/10.31289/diversita.v6i1.3582

Khadijah, Hendra, & Anhar, A. S. (2025). Pelaksanaan Edukasi Safety Touch Dalam Mengatasi. Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibidaiyah, 4(1), 123–141. https://ejournal.staialamin.ac.id/index.php/pgmi

Mu’min, S. A. (2013). Tahap operasional beton, dimulai umur tujuh tahun sampai sebelas tahun. Pemikiran operasional konkretnya mencakup penggunaan operasi. Penalaran logika menggantikan penalaran cucuran, tetapi hanya dalam situasi konkret. Kemampuan untuk mengklasifikasikan s. Jurnal Al-Ta’dib, 6(1), 89–99.

Nurhaida, H., Widiya Lestari, M., Wulandara Jurusan Kebidanan, Q., & Kemenkes Tasikmalaya, P. (2025). Peningkatan Pengetahuan Seksual Anak Sd Usia 7-8 Tahun Melalui Human Standy. JURNAL KEBIDANAN KHATULISTIWA, 11, 33–38.

Nurrisa, F., Hermina, D., & Norlaila. (2025). Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian : Strategi, Tahapan, dan Analisis Data. Jurnal Teknologi Pendidikan Dan Pembelajaran (JTPP), 02(03), 793–800.

Siregar, D. (2024). Meningkatkan Pemahaman Kewarganegaraan Siswa Kelas VII SMP IT Darul Abror Melalui Metode Pembelajaran Interaktif. JURNAL ILMIAH AL – HADI FFakultas, 9(1), 58–67.

Warini, S., Hidayat, Y. N., & Ilmi, D. (2023). Teori belajar sosial dalam pembelajaran. ANTHOR: Education and Learning Journal, 2(4), 566–576.

Yusanto Yoki. (2019). Ragam Pendekatan Penelitian. Journal of Scientific Communication, 1(1), 1–13.

SUMBER LAINNYA

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). (2023). Laporan Tahunan KPAI 2023: Statistik Kasus Kekerasan terhadap Anak di Indonesia

SIGA KEMENPPPA. (2024). Jumlah Kekerasan Terhadap Anak menurut Jenis Kekerasan yang Diaalami

World Health Organization (WHO)

Downloads

Published

2026-05-06