Kebijakan Pendidikan Tinggi Berbasis Kecerdasan Buatan dan Transformasi Kapital Manusia: Perspektif Sosiologi Pendidikan

Authors

  • Mohammad Nasruddin Program Studi Magister Sosiologi, Universitas Muhammadiyah Malang
  • Amri Rahman Program Studi Magister Sosiologi, Universitas Muhammadiyah Malang
  • Husni Abadi Emha Program Studi Magister Sosiologi, Universitas Muhammadiyah Malang
  • Fahmi Huda Program Studi Magister Sosiologi, Universitas Muhammadiyah Malang
  • Edy Suratno Program Studi Magister Sosiologi, Universitas Muhammadiyah Malang

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.46527

Keywords:

kecerdasan buatan, kebijakan pendidikan tinggi, kapital manusia, reproduksi sosial, sosiologi pendidikan

Abstract

Integrasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) ke dalam kebijakan pendidikan tinggi telah menjadi salah satu kekuatan transformatif paling signifikan yang mendefinisikan ulang konsep kapital manusia pada abad ke-21. Penelitian ini bertujuan menganalisis relasi antara kebijakan pendidikan tinggi berbasis AI dan transformasi kapital manusia dari perspektif sosiologi pendidikan, dengan perhatian khusus pada persoalan kesetaraan sosial, reproduksi pengetahuan, dan adaptasi kelembagaan dalam konteks Indonesia. Menggunakan metode tinjauan literatur sistematis berpanduan protokol PRISMA, penelitian ini mensintesis 40 studi terindeks yang diterbitkan antara 2018 dan 2024, menggunakan kerangka teori kapital manusia (Becker, 1964), teori reproduksi sosial Bourdieu (1986), dan teori konflik Collins (1979). Temuan menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan tinggi berbasis AI berpotensi meningkatkan dimensi kapital manusia kognitif dan teknis secara signifikan, namun sekaligus berisiko memperdalam ketimpangan sosial yang ada melalui kesenjangan akses terhadap alat, infrastruktur, dan literasi AI. Negara-negara seperti China, Finlandia, dan Singapura telah mengembangkan model kebijakan distingtif yang memberikan pelajaran kontekstual bagi Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan pendidikan tinggi berbasis AI yang efektif di Indonesia memerlukan pendekatan pluralistis yang secara simultan menangani reformasi kurikulum, kesetaraan digital, pembangunan kapasitas pendidik, dan tata kelola etis AI dalam lingkungan pembelajaran.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Barrot, Jessie S. 2024. “Globalisation and Higher Education: Integrating Generative Artificial Intelligence into Global Higher Educational Systems: Implications for Practice, Policy, and Research.” Fourth International Handbook of Globalisation, Education and Policy Research 231–50.

Becker, Gary S. 1993. Human Capital. University of Chicago Press.

Cope, Bill, Mary Kalantzis, and Duane Searsmith. 2020. “Artificial Intelligence for Education: Knowledge and Its Assessment in AI-Enabled Learning Ecologies.” Educational Philosophy and Theory 53(12):1229–45. doi: 10.1080/00131857.2020.1728732.

Darwisy, Ivanka Harits, and Nadia Diana. 2023. “AI, Merusak Pendidikan Di Indonesia Atau Menyadarkan Esensi Pendidikan Di Indonesia?” Jurnal Nyanadassana: Jurnal Penelitian Pendidikan, Sosial Dan Keagamaan 2(2):98–102.

Dewi, Dyah Makutaning, Yaya Setiadi, Mohammad Ikhwanuddin, and Laila Amalia Fadhilah. 2022. “Kontribusi Teknologi Informasi Dan Komunikasi Terhadap Kelompok Ketimpangan Pendapatan Daerah.” Jurnal Ekonomi Dan Pembangunan Indonesia 22(2):221–42. doi: 10.21002/jepi.2022.13.

Magilaro, Susan G., and Jeremy V Ernst. 2021. “Inventory of Statewide STEM Education Networks: Final Report.”

Pabubung, Michael Reskiantio. 2021. “EPISTEMOLOGI KECERDASAN BUATAN (AI) DAN PENTINGNYA ILMU ETIKA DALAM PENDIDIKAN INTERDISIPLINER.” Jurnal Filsafat Indonesia 4(2):152.

Parsons, Talcott. 2017. “The School Class as a Social System: Some of Its Functions in American Society.” Exploring Education 151–64.

Pudjiastuti, Tri Nuke, Yeni Yulianti, Dewi Nastiti Lestariningsih, Marthella Rivera Roidatua, Budiati Prasetiamartati, Tanty Nurhayati, Munawir Yusuf, and Budiyanto. 2022. Naskah Kebijakan Pendidikan Inklusif Bagi Penyandang Disabilitas: Rekomendasi Kebijakan Komite Nasional MOST-UNESCO Indonesia. Penerbit BRIN.

Putra, Johni Eka, A. Sobandi, and Aisah Aisah. 2024. “The Urgency of Digital Technology in Education: A Systematic Literature Review.” Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia 10(1):224.

Putri, Erika Sefila, and Wisudanto Wisudanto. 2017. “Struktur Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur Di Indonesia Penunjang Pertumbuhan Ekonomi.” IPTEK Journal of Proceedings Series 3(5):222–28. doi: 10.12962/j23546026.y2017i5.3136.

Ragnedda, Massimo, and Maria Laura Ruiu. 2020. “Defining Digital Capital.” Digital Capital 9–38.

Rudiansah, Dede. 2023. “MUATAN HOTS DALAM BUKU AJAR BAHASA INDONESIA SMP KELAS VII TERBITAN KEMENDIKBUDRISTEK.” Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia 3(2):89–101. doi: 10.25134/ajpm.v3i2.66.

Sarnoto, Ahmad Zain. 2024. “Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Kurikulum Merdeka.” Journal on Education 1(3):15928–39.

Wekke, Ismail Suardi. n.d. “SINTA: Dari Pangkalan Data Ke Pemetaan Kemampuan Perguruan Tinggi.” Sosialiasi SINTA Tahun Anggaran 2022, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset Dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Bekerja Sama Dengan Universitas Bosowa, Makassar, Senin, 26 September 2022.

Zhang, Ke, and Ayse Begum Aslan. 2021. “AI Technologies for Education: Recent Research & Future Directions.” Computers and Education: Artificial Intelligence 2:100025. doi: 10.1016/j.caeai.2021.100025.

.

Downloads

Published

2026-04-29