INTEGRASI ETNOSAINS DALAM PEMBELAJARAN IPAS UNTUK MENUMBUHKAN NILAI NASIONALISME

Authors

  • Widya Binti Sholikhah Universitas Veteran Bangun Nusantara
  • Dwi Anggraeni Siwi Universitas Veteran Bangun Nusantara

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.46273

Keywords:

Ethnoscience, Integrated Science, Nationalism, Contextual Learning, Elementary Education

Abstract

Learning in elementary education requires contextual approaches that connect scientific concepts with students’ real-life experiences. However, Integrated Science (IPAS) learning in many schools remains abstract and less effective in fostering conceptual understanding and character development, particularly nationalism values. This study aims to describe the implementation of ethnoscience integration in IPAS learning and its impact on fostering nationalism among elementary students. A qualitative descriptive approach with a case study design was conducted in a fourth-grade classroom at SD Negeri Joho 01 Sukoharjo, Indonesia. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings indicate that ethnoscience integration through contextual activities, such as industrial visits to traditional herbal medicine production and hands-on local product practices, significantly enhances students’ conceptual understanding of energy transformation and matter changes. Furthermore, it improves student engagement, learning motivation, and nationalism values, as reflected in their appreciation of local products, cooperation, and cultural pride. These findings suggest that ethnoscience-based learning serves as an effective and meaningful strategy to support contextual learning and strengthen character education within the Merdeka Curriculum.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustin, M., & Syaodih, E. (2008). Bimbingan konseling untuk anak usia dini. Jakarta: Universitas Terbuka.

Annibuku. (2024). Profil SD Negeri Joho 01 Sukoharjo. Diakses dari https://annibuku.com

Arrumi, R., et al. (2024). Etnosains sebagai pendekatan pembelajaran IPA berbasis budaya lokal. Jurnal Pendidikan Dasar, 8(2), 123–135.

Dewi, N. K., et al. (2023). Pengaruh model pembelajaran CTL berbasis etnosains terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar IPA siswa SD. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia (PENDASI), 7(1), 45–56.

Farida, R. (2021). Implementasi etnosains dalam pembelajaran IPA sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Sains, 9(1), 15–23.

Hasanah, U., & Yusuf, M. (2023). Pendidikan sebagai proses pengembangan potensi manusia. Jurnal Ilmu Pendidikan, 5(2), 210–218.

Kemendikbudristek. (2022). Kurikulum Merdeka: Panduan implementasi pembelajaran. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Lestari, L., & Nabila, A. (2024). Penerapan etnosains dalam pembelajaran IPAS kelas IV di MI As-Sunni Pamekasan. Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 6(1), 55–68.

Lidi, M. W., et al. (2022). Integrasi etnosains dalam pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 11(2), 200–210.

Mahendra, I. G., et al. (2024). Pembelajaran kontekstual dalam kurikulum merdeka berbasis IPAS. Jurnal Pendidikan Dasar, 9(1), 33–44.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mukti, A., et al. (2022). Etnosains sebagai pendekatan pembelajaran berbasis budaya lokal. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 10(3), 321–330.

Nugroho, A., & Lestari, D. (2022). Peran pendidikan dalam pengembangan karakter siswa. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(1), 89–97.

Nurrubi, A., et al. (2022). Implementasi etnosains dalam pembelajaran IPA berbasis lingkungan. Jurnal Pendidikan Dasar, 7(2), 100–110.

Pradnyani, N. L. P., et al. (2024). E-modul berbasis pendekatan etnosains pada pembelajaran IPAS kelas IV. Mimbar Pendidikan Indonesia, 5(1), 78–90.

Putra, R., et al. (2023). Pendidikan sebagai proses pembentukan karakter dan keterampilan. Jurnal Pendidikan Nasional, 4(2), 145–156.

Rahmawati, D., et al. (2022). Pembelajaran berbasis etnosains untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Jurnal Pendidikan IPA, 11(1), 50–60.

Setyowati, E., et al. (2023). Kajian etnosains pada pembelajaran di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains, 12(1), 34–45.

Sugih, A., et al. (2023). Implementasi pembelajaran IPAS dalam kurikulum merdeka. Jurnal Pendidikan Dasar, 8(1), 25–35.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan (Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Suhelayanti, S., et al. (2023). Integrasi pembelajaran IPAS dalam kurikulum merdeka. Jurnal Pendidikan Dasar, 8(2), 67–78.

Suryani, E. (2023). Pendidikan sebagai proses pembelajaran sepanjang hayat. Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(1), 10–18.

Wahyudi, A., & Ramadhani, R. (2023). Implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran IPAS. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 7(2), 120–130.

Wahyuningsih, S., et al. (2024). Analisis kebutuhan pengembangan modul IPAS berbasis etnosains kelas V SD. Jurnal Basicedu, 8(3), 1500–1510.

Wardani, N., et al. (2024). Etnosains dalam pembelajaran IPA SD berbasis budaya lokal Banyuwangi. Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar, 9(1), 40–52.

Wicaksono, A., et al. (2018). Industri jamu tradisional sebagai kearifan lokal di Sukoharjo. Jurnal Sosial Ekonomi, 14(2), 210–220.

Downloads

Published

2026-05-08